Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Boncap.9


__ADS_3

***


Akhirnya, setelah beristirahat selama satu minggu pasca kepulangan mereka. Rey dan Ana pun akhirnya mengadakan acara 4 bulanan untuk kehamilan Ana.


Semua persiapan sudah mulai rampung, semua pesanan yang untuk menjamu para tamu undangan pun sudah mulai berdatangan dan di tata ditempat yang sudah disediakan.


Acara akan berlangsung di kediaman Rey dan Ana sendiri. Kedua orang tua Ana dan Rey pun sudah tinggal di rumah itu sejak dua hari yang lalu untuk membantu menyiapkan segala sesuatu nya.


"Masya Allah, cantik nya istriku," ucap Rey saat masuk kedalam kamar pribadi mereka di rumah besar itu.


Pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu memeluk erat tubuh sang istri yang sudah mulai berisi karena kehamilan nya.


Tidak lupa, Rey juga mendarat kan ciuman di pucuk kepala Ana yang saat ini tertutup oleh hijab yang senada dengan gamis yang tengah di pakai Ana dan baju koko yang di pakai oleh Rey.


"Apa semua nya sudah siap?" tanya Ana yang begitu suka berada di dalam pelukan sang suami.


Wangi tubuh Rey seakan menjadi obat segala kecemasan dan kekhawatiran nya selama menjalani masa masa kehamilan.


Sejak di nyatakan hamil, Ana memang kerap mengalami kecemasan yang berlebihan. Mungkin ini pertama kali nya untuk Ana.


Maka, banyak sekali yang di pikirkan oleh wanita itu. Entah itu takut tidak bisa merawat bayi, entah itu takut abai pada suami.


Semua pikiran pikiran buruk kerap mendatangi pikiran nya. Dan obat untuk membuat hatinya merasa tenang hanyalah tubuh dari sang suami.


Berada didalam dekapan Rey selalu ampuh membuat hati wanita itu nyaman dan tenang. Itulah kenapa, sejak hamil Ana menjadi lebih manja dan kerap tidak mau ditinggal oleh sang suami meski itu hanya sekedar pergi ke kantor untuk bekerja.


Beruntung Ana memiliki suami yang merupakan pemilik perusahaan. Jika Rey seorang karyawan biasa, maka tamat sudah karir nya karen sang istri yang tidak mau di tinggal.


"Sudah, acara nya akan segera dimulai. Ayo keluar,"

__ADS_1


Rey pun menggandeng sang istri menuju ke luar kamar untuk menuju ke lantai bawah. Dimana acara pengajian untuk 4 bulanan kehamilan Ana akan segera di mulai.


Acara pun berjalan dengan lancar, semua tamu yang hadir ikut mendoakan yang terbaik untuk ibu dan calon bayi mereka.


Meski acara itu berlangsung tanpa si sulung Revan dan Ghafin yang masih sibuk dengan dunia bisnis mereka. Namun hal itu tidak mengurangi kebahagiaan pasangan yang akan segera menjadi orang tua baru itu.


*


*


Sementara dibelahan bumi yang lain nya, tampak seorang pria dewasa baru saja terbangun dari tidur nya.


Pria itu tergeragap saat mendapati dirinya berada di dalam kamar hotel. Saking kaget nya, pria itu langsung bangun dan tidak menghiraukan sekeliling nya.


"Dimana ini?" gumam nya setelah mengambil posisi duduk.


"Eeeuuuhhh,"


Deg


Pria itu pun kembali mengingat ingat apa yang sebenarnya terjadi tadi malam. Seingat nya, tadi malam dia hanya menghadiri acara makan malam kantor dan setelah itu, ah sial. Kenapa dia lupa? Gumam nya dalam hati.


Drrtttt


Drrrttt


Seketika pria itu terbangun dari lamunan nya saat sebuah dering ponsel berbunyi. Dia melihat ke arah nakas kecil yang ada disamping ranjang, dimana ponsel miliknya tersimpan.


Namun ponsel itu masih dalam ke adaan mati. Dan ternyata, ponsel yang berbunyi itu milik wanita yang masih lelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Pria itu masih menatap bingung pada wanita asing yang saat ini mulai bergerak saat mendengar jika ponsel miliknya berbunyi.


Dengan mata yang terpejam, si wanita bergerak meraih ponsel itu lalu menerima panggilan telpon nya tanpa menyadari tengah berada dimana dirinya saat ini.


"Clara, dimana kamu? Kenapa tidak pula?" seketika wanita itu terlihat menjauh kan ponsel dari telinga nya saat mendengar seseorang di sebrang sana tengah meneriaki nya dan menanyakan keberadaan nya.


Mendengar hal itu, si gadis itu pun langsung membuka matanya lebar lebar. Dan alangkah terkejut nya dia saat mendapati jika dia tidak tidur didalam kamar pribadi nya.


"Dimana ini?" tanya nya tanpa memperdulikan lagi orang yang masih mengoceh di ponselnya.


"Kamu sudah bangun?"


Deg


Jantung Clara seakan berhenti berdetak saat mendengar suara bariton seseorang, dan saat dia menoleh ke arah sumber suara.


Alangkah terkejutnya seorang Clara Alberto saat mendapati dirinya tengah tidur satu ranjang dengan pria asing dalam keadaan tubuh sama sama polos.


"Aaaaaaaa," teriaknya setelah kesadaran nya pulih dari rasa shock yang dia alami pagi ini.


...*...


...🌸 Selesai 🌸...


...**** ...


🗣️ :"Loh kok selesai sih Thor?itu siapa yang tidur sama gadis bernama Clara Alberto? Revan apa Ghafin? Terus gimana kisah Ana dan Rey? Kok belum lahiran sudah selesai saja? Ih nggak seru. Belum jelas sudah selesai saja."


🧕 :"Mohon di harap tenang, sabar, biar Othor jelaskan. Ok, demi menjawab semua pertanyaan di atas yang pasti akan ramai di kolom komentar. Othor akan jelaskan, kisah ini akan Othor lanjut di season 2 namun di kamar yang lain dengan judul yang berbeda. Tapi, sebelum nya Othor minta maaf jika di season 2 kisah nya akan sedikit berbeda dan jauh dari harapan para reader semua. Jadi, silahkan ikuti kisah nya jika suka, dan boleh di skip jika kurang berkenan. Terima kasih dan selamat membaca."

__ADS_1


...🌸 Happy Every Day......


__ADS_2