
tidak terasa kehamilan alisya menginjak bulan ke tujuh.dika sangat memperhatikan dan menyayangi alisya.
setelah badai kemarin cinta mereka semakin kuat.
alifa pun begitu memperhatikan kakak nya,karena dulu alisya lah yang mengurus nya.
bara dan reyfa semakin bertumbuh besar.dan pandawa yang semakin manja melebihi anak-anak mereka.
namun mereka semua merasa curiga dengan tingkah ayah.entahlah ayah seperti sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka semua.namun semua itu mereka tepis.mungkin itu hanya fikiran mereka.
"teh mumpung suami ku lagi libur kerja.katanya mau belanja keperluan bayi" ajak alifa pada alisya.
"boleh...tapi teteh izin sama aa dika dulu ya" ucap alisya.
akhir nya alifa dan alisya pun siap-siap.mereka menuju sebuah pusat perbelanjaan di kota bandung ini.
namun netra alifa seperti melihat seseorang yang amat sangat alifa kenal.namun alifa tidak berani bilang pada alisya.takut kakak nya kaget.
mereka berdua pun asyik berbelanja pakaian calon bayi alisya.yang kemungkinan berjenis kelamin perempuan itu.
__ADS_1
tanpa terasa mereka sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk belanja.bahkan pandawa sudah menelpon alifa beberapa kali.
saat keluar dari toko baju bayi,lagi-lagi alifa netra nya melihat sosok ayah nya.
"teh...tunggu saja aku di cafe itu kita makan dulu,aku mau menyimpan semua belanjaan kita dan ke toilet" perintah alifa.sebenar nya alifa ingin mengikuti ayah nya.
alifa pun segera menelpon supir nya untuk membawa semua belanjaan nya.dan dia sendiri mengikuti ayah nya yang tengah bersama seseorang.
"ya ampun aku lagi-lagi jadi detektif.semoga sekarang tidak mengecewakan dan menyakitkan seperti dulu lagi" gumam alifa.karena teringat pada saat memergoki dik dulu dengan marini.
ayah nya masuk ke sebuah restoran makanan jepang.alifa pun masuk ke dalam restoran tersebut mengikuti ayahnya
"bagaimana kita harus berbicara pada anak-anak pak,apa mereka akan menerima hubungan kita ini" ucap perempuan yang bersama ayah nya.
"tapi kita sudah terlalu lama menyembunyikan hubungan ini,tyara pun sudah mulai curiga pak" ucap perempuan tersebut.ternyata dia adalah mama tyara.
sungguh kalau tidak malu alifa ingin menertawakan kekonyolan dua orang tua tersebut.
"tapi aku sudah capek sembunyi-sembunyi dari anak-anak pak,kita bukan lagi anak muda.aku ingin hubungan ini segera di resmikan pak" ucap mama tyara.
__ADS_1
"kamu sabar saja dulu ya sayang..aku juga ingin selalu dekat dengan mu..kamu tahukan aku hidup menduda dari alifa kecil" ucap ayah.
alifa yang mendengarkan itu hanya geleng-geleng kepala.padahal jika mereka jujur.alisya dan alifa pasti akan menyetujui nya.begitu pun dengan tyara..
"seperti nya aku harus bicara pada tyara" gumam alifa.
alifa pun keluar dari restoran tersebut dan segera menuju cafe tempat alisya menunggu nya.
"lama banget sih dek" tanya alisya kesal.
"maaf teh..ada kepentingan dulu" jawab nya.
"teteh udah pesan apa.." tanya alifa.
"tuh..." tunjuk nya..
"ya allah bumil..gini banget" alifa kaget beberapa piring bekas makanan kakak nya.
"abis aa dika banyak ngelarang makan ini itu.." jawab alisya.dika memang sangat protektif terhadap alisya dan calon bayi nya.
__ADS_1
alifa belum menceritakan apa yang tadi dia lihat dan dengar tentang ayah nya.
bersambung....