Talak Dimalam Pertamaku...

Talak Dimalam Pertamaku...
barra sakit


__ADS_3

ayah alifa, alisya,dika dan mertua alifa sudah datang semua. pandawa memutuskan untuk pamit pulang dan harus menjemput barra di rumah alifa, karena besok barra harus sekolah.


tapi sebelum pulang reihan sempat menahan nya untuk pulang, di depan semua keluarga reihan berbicara dia menitipkan alifa pada pandawa


"mama, ayah, teh alisya dan kang dika,bila nanti aku pergi dari dunia ini aku sudah menitipkan alifa pada pandawa, karena aku yakin pandawa bisa menjaga mereka" ucap reihan dengan senyum keikhlasan.


"sudah ku bilang kamu harus sembuh" ucap pandawa.


"tidak..pandawa aku sudah tidak mungkin bertahan semua dokter ahli kanker telah merediksi ku hidup hanya 5 bulan lagi" ucap reihan.


"tapi itu menurut dokter rei... tidak ada yang tidak mungkin jika allah berkehendak, jangan berkecil hati, karena aku tau bahagia alifa ada bersama mu" ucap pandawa.


semua orang yang menyimak obrolan mereka tampak menangis. termasuk alifa, walau jauh di lubuk hatinya masih ada rasa untuk pandawa, tapi reihan adalah laki-laki yang selalu membuat nya nyaman.


bukankah rasa cinta akan terkalahkan oleh rasa nyaman.


selama perjalanan pandawa terus memikirkan obrolan nya dengan reihan,sungguh pandawa ingin reihan sembuh dan hidup bersama alifa,wanita yang dia cintai, tapi cinta tidak harus memiliki dan tingkat tertinggi mencintai seseorang adalah mengikhlaskan nya bahagia. hingga tanpa terasa pandawa telah sampai dirumah alifa.

__ADS_1


rumah tampak sudah sepi, mungkin Semu telah tidur, pandawa memencet bel rumah alifa. tak berapa lama bibi membukakan pintu.


"selamat malam bi, saya mau menjemput barra" ucap pandawa.


"selamat malam pak, oiya cep barra sudah tidur diatas, nanti biar bibi gendong" ucap bibi


"ga usah bi, biar saya yang keatas."


pandawa pun naik ke atas menuju kamar barra, pandawa sudah hapal dimana letak kamar putra nya, karena dia telah beberapa kali diajak barra ke kamar nya.


klekk...


pandawa mengusap rambut barra, namun dia kaget ternyata suhu badan barra panas.


"nak kamu kenapa, badan mu panas" ucap pandawa, tanpa banyak berfikir lagi oandawa segera menggendong barra,dia harus membawa putra nya ke rumah sakit.


"bi...barra demam, saya mau bawa ke rumah sakit, jaga rumah ya bi" ucap pandawa.

__ADS_1


"ini hanya demam biasa pak,kemungkinan si anak kecapekan" ucap dokter anak.


"iya dokter anak saya habis mengikuti perlombaan dua hari ini" ucap pandawa.


"saya akan memberikan obat penurun panas, antibiotik dan vitamin" ucap dokter anak.


dengan penuh kesabaran dan ketelatenan pandawa merawat barra, barra hanyalah seorang anak yang baru berumur 5 tahun, kadang dia akan rewel dan manja, tapi pandawa menikmati peran nya sebagai ayah.


alifa mendapat kabar dari alisya kalau barra sakit,sekaligus menenangkan adik nya untuk tenang karena pandawa sudah mengurus barra dan barra pun sudah sehat.


alifa sangat mencintai merasa bersyukur dengan kehadiran pandawa yang sangat membantu nya...


bersambung...


aku mau nge'ijah dulu ya....


jangan lupa semangat nya buat aku...

__ADS_1


like,komen dan masukin favorit


__ADS_2