
barra hanya bengong melihat ibu nya yang kesakitan karena akan melahirkan juga melihat ayah nya yang tampak panik.
"aa tunggu sama bibi, nanti ayah jemput" ucap pandawa.
pandawa segera menuju mobil nya dan memasukan alifa dengan hati-hati ke dalam mobil nya.
alifa tampak sudah berkeringat karena menahan sakit nya.
"beristigfarlah Al.. mungkin kamu lebih tau bagaiman menghadapi kontraksi" ucap pandawa menenangkan mantan istri nya..
pandawa membawa mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi namun hati- hati
sampailah mereka di rumah sakit, pandawa langsung menggendong lagi alifa tanpa mencari brankar dulu, karena dia terlalu panik melihat darah yang terus keluar.
"dokter tolong" teriak pandawa pada tim medis di ruang UGD.
beberapa perawat dan dokter langsung menghampiri, pandawa pun menidurkan alifa disalah satu ranjang.
kebetulan hari ini alisya tidak ada karena sedang melaksanakan seminar di luar kota, jadi yang membantu melahirkan alifa adalah dokter kandungan lain.
__ADS_1
pandawa terus menemani alifa, dengan baju yang bersimbah darah.dia tidak beranjak sedikit pun. melihat alifa kesakitan karena kontraksi membuat rasa bersalah di hati pandawa kembali hadir.
seperti inikah kesakitan nya alifa rasakan saat dia harus melahirkan barra dan almarhumah putrinya, apa lagi pandawa pernah mendapat cerita dari alisya bahwa putri nya lahir dengan proses cesar.betapa hebat nya seorang perempuan mengandung juga melahirkan. hal itu lantas membuat nya terharu, pandawa meneteskan air mata nya, dia menghampiri alifa dan menggenggam tangan nya.
"berjuanglah,,, anggaplah aku reihan yang sedang memberi mu semangat" ucap pandawa.
alifa terharu dia mengangguk dan tersenyum di tengah merasakan rasa sakit yang hebat akibat kontraksi.
"baiklah pembukaan nya sudah kumplit" ucap sang dokter.
di ruangan rawat reihan perawat dan dokter dibuat panik karena detak jantung reihan semakin lemah, ibu reihan dan keluarga yang reihan pun sudah pasrah.
"dok....jantung pasien semakin lemah" ucap salah satu perawat.
dug. dug... dug...
tiiiiit... tiiittttt....
reihan menutup mata untuk selama nya dan mengakhiri rasa sakit nya.
__ADS_1
kepergian nya bersamaan dengan kelahiran putri nya.
owekkkk.. owekkkk....
suara tangis melengking bayi perempuan cantik itu seolah mengiringi kepergian papah nya. bayi cantik yang tidak sempat di gendong dan di adzani ayah nya.
pandawa menerima bayi cantik yang telah perawat bersihkan dan telah di bedong itu. bayi cantik yang belum genap sehari itu sangat cantik, ada perasaan hangat menghinggapi hatinya, seperti inikah perasaan seorang ayah saat melihat anak nya baru lahir ke dunia.
pandawa membacakan adzan Ditelinga si kecil. setelah selesai mengadzani si kecil pandawa menciumi pipi si bayi kecil itu.
"selamat Al.. kamu telah jadi ibu lagi,ini putri mu dia sangat cantik" ucap pandawa sambil memberikan bayi cantik itu ke dekapan alifa,karena saat itu alifa sudah diurus oleh perawat.
"terima kasih kak.. maaf selalu merepotkan mu" ucap alifa dengan menahan tangis nya
"tidak apa-apa Al...sudah ku bilang kita adalah keluarga" ucap pandawa sambil mengulas senyum nya.
alisya yang mendapat kabar dari rekan sejawat nya di rumah sakit mengenai kelahiran keponakan nya dan juga kepergian reihan langsung pulang, tidak lupa alisya juga menghubungi dika, Karena ayah nya sudah berada di rumah sakit.
alisya terlebih dahulu menghampiri ruang rawat reihan, disana sudah berkumpul keluarga reihan termasuk ibu nya.
__ADS_1
benar saja reihan sudah tampak terbujur kaku...
bersambung.......