Talak Dimalam Pertamaku...

Talak Dimalam Pertamaku...
barra rewel


__ADS_3

pandawa merawat barra dengan penuh kasih sayang.karena sudah beberapa hari barra sakit, hari ini dia akan mulai lagi masuk sekolah, pandawa menyiapkan segala kebutuhan barra.


"jangan dulu pulang kalau belum ayah jemput ya aa" ucap pandawa sambil membereskan tas sekolah yang akan dibawa barra..


"siap bosshhh... "jawab barra dengan mulut dipenuhi nasi goreng Karena mereka sedang sarapan pagi.


tidak terasa kehamilan alifa menginjak bulan ke sembilan kesehatan reihan pun semakin menurun, alifa harus selalu bolak balik rumah sakit karena harus mengurus suami nya. alifa menjalani kehamilan nya dengan penuh cobaan, karena seharus nya saat ini mereka sedang berbahagia menunggu kelahiran sang buah hati, namun alifa harus melihat suami nya sakit parah..bahkan tim medis pun sudah menyerahkan semua nya ke pihak keluarga. namun Merek tetap mempertahankan untuk reihan tetap di rawat,


hari ini alifa melakukan pemeriksaan pada sang kakak, bahkan untuk memeriksakan kandungan pun kadang alifa lupa jika tidak alisya yang mengingat kan.


"de kamu bulan ini belum periksa kandungan loh" ucap alisya..


"astagfirulloh aku lupa teh," ucap alifa sambil menepuk jidat nya..


alifa pun mengikuti alisya ke tempat praktek nya,


"ayo kita lihat si cantik" ucap Alisya. karena di prediksi bayi alifa adalah perempuan.

__ADS_1


"gimana teteh" tanya alifa pada alisya


"sehat, semua normal,kemungkinan kamu bisa melahirkan normal de" ucap alisya.


"alhamdulilah aku sudah tidak sabar, semoga dengan kelahiran di kecil, kak rei juga semakin semangat tuk sembuh" ucap alifa dengan penuh harapan.


"semoga ya de,,gimana barra masih bersama pandawa" tanya alisya.


"iya...teh seperti nya dia makin lengket dengan ayah nya, seminggu di titipkan di aku,waktu ayah nya ke luar kota pun ngerengek terus minta ayah nya cepet pulang" ucap alifa.


"iya.. karena teteh lihat pandawa begitu tulus sayang pada kalian semua, teteh tidak menyangka dia bakalan sebaik itu sekarang.ternyata semua yang terjadi pada nya membuat nya semakin lebih baik" ucap alisya.


entah kenapa hari ini barra cukup rewel,biasa nya barra adalah anak yang baik dan penurut, biasa nya setelah menjemput barra dari sekolah nya pandawa bisa berangkat lagi ke kantor, tapi hari ini barra cukup menguji kesabaran nya, tapi pandawa tetap sabar dia tahu mungkin efek dia akan memiliki adik,


"aa mau apa, ayah belikan atau mau jalan-jalan, main ke tempat permainan di mall" bujuk pandawa.


"enggak ayah aa mau ke bunda" rengek barra.

__ADS_1


"baiklah ayo kita ke rumah bunda" ajak pandawa


sampailah mereka di rumah alifa, namun rumah tampak sepi, beberapa kali pandawa memencet bel dan mengetuk pintu namun tidak ada jawaban, dengan memberanikan diri pandawa membuka pintu karena tidak dikunci.


setelah pintu dibuka betapa kaget nya pandawa melihat alifa yang meringis menahan sakit diperut nya. pandawa dan barra segera menghampiri alifa.


"Al.. kamu kenapa,," tanya pandawa dengan wajah panik.


"kak..to... tolong aku, aku seperti nya mau melahirkan kak..."ucap alifa sambil menahan sakit nya.


benar saja tampak darah bercampur cairan kental di baju daster alifa.


tanpa banyak bertanya dan berfikir pandawa segera menggendong alifa.


namun saat akan keluar si bibi baru pulang dari pasar.


"loh bu kenapa.. "tanya si bibi.

__ADS_1


"bi saya titip barra, tolong siapkan semua baju bayi dan ibu ya nanti saya akan suruh supir saya ambil" perintah pandawa.


bersambung.....


__ADS_2