
" akhhhh... selamatttt yaaaa" tyara dan laura memeluk alifa sambil memberinya selamat.
disinilah mereka di salah satu cafe paling terkenal di kota bandung.
"akhirnya penantian mu berhasil, ternyata ada ALLAH memberikan jalan untuk kalian bersatu" tiara tampak bahagia.
"semoga kalian kamu bahagia alifa" laura mendoakan.
"aamin.. "jawab alifa.
mereka bertiga tampak berbincang.
hari H.
disebuah hotel terkenal tampaklah hiasan dekorasi pernikahan yang sederhana tapi tampak terlihat indah.
alifa yang sedang di dandani MUA tampak kelihatan sangat cantik, memang tanpa di dandani juga alifa memang cantik, apa lagi telah dipoles make up. sang perias pun mengakui kalau alifa memang sangat cantik, kecantikan alifa diwariskan dari sang ibu.
"bagaimana sudah selesai" tanya alisya pada perias pengantin.
"sedikit lagi teteh,adik nya benar-benar cantik" jawab sang perias pengantin.
__ADS_1
"hmmmm.. siapa dulu teteh nya? jawab alisya mengurai ketegangan sang adik.
"teteh mah bisa ae" sang adik menjawab dengan becanda juga.
mereka pun tertawa bersama,termasuk perias pengantin nya.
"sudah.. sudah mempelai laki-laki nya sudah datang" alisya berkata.
lalu alisya menggandeng sang adik ditemani tyara dan laura. semua mata tertuju pada alifa. menatap takjub pada kecantikan pengantin perempuan.
pandawa telah menunggu alifa di meja yang akan menjadi pandawa mengucapkan ijab qabul. ditemani penghulu,saksi dan sebagai wali nya ayah alifa.
duduklah alifa disebelah pandawa, tyara memasangkan kerudung putih dikepala pandawa dan alifa.
ayah alifa menjabat tangan pandawa, tanda ijab kabul akan dimulai.
"ya ananda pandawa putra saya nikahkan dan kawinkan engkau pada putri kandung saya yang bernama alifa ramadhani sudrajat,dengan mahar seperangkat alat sholat dan uang 500 juta dibayar tunai"
"saya terima nikah dan kawin nya putri bapak sudrajat yang bernama alifa ramadhani sudrajat dengan mahar seperangkat alat shalat dan uang 500 juta dibayai tunaiii"
dengan satu tarikan nafas pandawa berhasil mengucapkan ijab qabul.
__ADS_1
"bagaimana saksi sah" penghulu bertanya pada semua orang..
"sah... sah... sah... "semua menjawab serentak
dan mereka semua berdoa dengan hikmat.
sesudah berdoa pandawa menyemat cincin pernikahan ke jari manis alifa dan alifa mencium tangan pandawa dengan takzim, lalu pandawa mencium kening alifa, ada perasaan hangat di hati alifa.
dilanjut acara sungkeman.alifa menangis dipelukan sang ayah,dan saat memeluk sang kakak alisya menangis lebih tersedu lagi.
pandawa pun sungkem pada ayah alifa dan alisya,.
papah pandawa memaksakan hadir, walau akhir-akhir ini kesehatan nya memburuk, tapi hendrik memaksakan karena dia ingin melihat pernikahan putra satu-satu nya.
"berbahagialag kalian, jaga istrimu dengan baik, walau kamu belum mencintainya, alifa adalah perempuan soleha dan baik, kalau kamu menyia-nyia kan dia kamu akan menyesal seumur hidup mu" papah hendrik menasihati pandawa.
pandawa hanya diam.
"selamat ya bestie ku" tyara dan laura mengucapkan selamat mereka berpelukan dan tampak bahagia.
selama acara pandawa hanya diam diatas pelaminan sambil menyalami tamu, pandawa tampak melamun saja, tak ada obrolana antara pengantin baru itu.
__ADS_1
karena undangan hanya sedikit, acara telah selesai. para tamu pun sudah pulang, termasuk kedua sahabat alifa yang setia menemani alifa. ayah alifa dan alisya juga suami nya sudah pulang. begitu pun pak hendrik setelah selesai acara sungkeman pun langsung kembali ke rumah sakit di temani perawat nya.
bersambung..