
sesampai nya di rumah alisya,alifa membantu alisya membereskan belanjaan kebutuhan calon bayi nya.
"teteh setuju gak kalau ayah punya pendamping lagi" tanya alifa.alifa mengetahui pendapat kakak nya dulu sebelum mengatakan kebenaran nya.
"kok..kamu nanya gitu dek" tanya balik alisya.
"ya cuma tanya aja" ujar alifa.
"kalau teteh sih setuju aja dek...yang terpenting dia menyayangi ayah kita,lagian sebenar nya kasihan ayah sudah terlalu lama sendiri,ayah sangat fokus mengurus dan membahagiakan kita berdua,sampai dia sendiri lupa dengan kebahagiaan nya sendiri" ujar alisya.
"eh...kok kamu punya fikiran begitu tentang ayah" tanya alisya kembali.
"hmmm...kalau aku ngomong kakak jangan kaget ya..." alifa pun menceritakan tentang kecurigaan nya dan tadi di mall mengikuti ayah dan mama tyara.
"kayak nya kita juga harus bicara dengan tyara deh dek" saran alisya.
"ya..sudah nanti aku wa tyara dan ngajak dia janjian..sekarang aku harus pulang dulu.pandawa udah berisik dari tadi" ucap alifa.
"hmmm...dasar bayi besar..lebih repot dari reyfa dan barra" ujar alisya.
"ya udah aku pamit ya teteh "pamit alifa sambil menempelkan pipi kiri dan kanan mereka.
"hati-hati ya..salam sama anak-anak dan suami mu" ucap alisya.
********
sampailah alifa di rumah,di sambut barra dan reyfa.
__ADS_1
"bundaaaa" teriak reyfa.
"eh...anak-anak bunda udah pada cantik dan ganteng" puji alifa pada anak-anak nya.
"kemana bapak bi" tanya alifa pada pembantu nya.
"di atas mungkin bu..." jawab pembantu alifa.
alifa pun menitipkan reyfa pada pengasuh nya,sedangkan barra sudah mandiri.alifa pun naik ke lantai atas menuju kamar nya.
krekkk....
pandawa tidak melirik ke arah suara,bahkan terkesan cuek.
"ayah sayang.." sapa alifa.
alifa pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan baju super tipis kesukaan suami nya.
alifa keluar dan menghampiri suami nya yang tengah dalam mode ngambek itu.
padahal sebenar nya pandawa pura-pura ngambek,dia ingin mendapatkan servisan istri nya.
alifa pun ******* bibir suami nya,menelusuri leher dan membuka kancing kemeja suami nya dan terus merangsang bagian sensitif suami nya.pandawa pun sudah tidak bisa menahan lagi hasrat nya.aksi alifa membuat nya tak berdaya.pandawa pun mengambil alih posisi nya jadi berada di atas alifa.
"kamu harus di hukum karena terlalu lama meninggalkan ku" ucap pandawa dengan suara berat karena hasrat nya sudah memuncak..
tanpa banyak bicara lagi pandawa segera memasukan benda pusaka nya ke dalam inti alifa.alifa berjengkit saat milik suami nya sudah terbenam di bawah sana.
__ADS_1
suara lenguhan penuh kenikmatan memenuhi kamar tersebut.bahkan dingin nya Ac tidak mampu meredupkan gairah panas mereka.
alifa sungguh di buat tak berdaya dengan permainan ranjang pandawa.
alifa sudah beberapa kali melakukan pelepasan nya ,namun pandawa masih belum mengakhiri nya.
tokk..tokk..
"bunda kata nya mau nemenin dede menggambar" suara reyfa terdengar dari luar pintu kamar.karena tadi alifa berjanji akan menemani reyfa belajar.
"ayah bagaimana itu reyfa" ucap alifa.di tengah merasakan hujaman suami nya.
namun pandawa seolah tidak memperdulikan nya.dia terus menikmati tubuh sintal istri nya.
"sebentar ya sayang bunda nya lagi beres-beres dulu" ucap alifa.
"adek tunggu di bawah ya..cepet-cepet ya bunda" ucap reyfa sambil pergi turun ke bawah.
pandawa pun semakin cepat memacu pinggul nya.karena dia merasakan desakan pada benda pusaka nya.akhir nya pandawa melakukan pelepasan nya.
"kamu benar-benar nikmat sayang" puji pandawa sambil menjatuhkan bobot tubuh nya di kasur.
"kamu juga makin hari,makin kuat sayang" alifa balim memuji suami nya.
"sudah sana bersihkan dulu sisa percintaan kita,kasihan reyfa pasti sudah menunggu mu,nanti malam kita lanjutkan." ucap pandawa.
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa dukungan nya...