Talak Dimalam Pertamaku...

Talak Dimalam Pertamaku...
reihan 2


__ADS_3

"sayang.... "reihan tampak panik melihat istrinya memegang plastik obat-obatan milik nya.


"apa ini kak,kenapa kamu menyembunyikan ini dari ku, tidak berhak kah aku mengetahui semua ini" alifa tampak emosi dan menangis


"bukan begitu sayang aku tidak mau kamu mengkhawatirkan ku" ucap reihan sambil berusaha memeluk alifa."


"bukan seperti ini,bukankah kita harus saling mengisi disaat susah dan senang kita" ucap alifa sambil menangis.


"maafkan aku sayang, baiklah ayo kita duduk dan berbicara" reihan mencoba menenangkan alifa..


alifa pun tenang dan menurut dengan ucapan suami nya, mereka berdua duduk di pinggir ranjang, reihan memeluk alifa.


reihan lalu menceritakan semua nya, mulai dari selama 3 tahun dia melakukan study sekaligus berobat prnyakitnya, namun beberapa waktu lalu penyakit itu kembali lagi dan kemarin dia berobat di singapur.


alifa tampak sedih, rumah tangga yang baru seumur jagung sudah diterpa masalah sepelik ini.


tapi alifa sadari dia harus kuat dan harus jadi penyemangat suami nya sembuh, setelah puas mencurahkan isi hati nya, alifa mengajak reihan untuk makan karena sudah waktu nya makan siang.


"barra belum datang, padahal tadi aku sudah menelpon nya, katanya mereka akan datang sebelum makan siang" ucap reihan sambil membalikan piring nya untuk siap-siap makan


"mungkin sebentar lagi" alifa sambil menata makanan di meja makanan.

__ADS_1


"papaaaahhhh... "suara barra terdengar sangat nyaring.


"sayang nya papah rindu" reihan berlari memeluk barra..


"ayo masuk pandawa, kita makan siang bersama," ajak reihan.


"tidak rei...aku harus bertemu klien sebentar lagi" tolak pandawa.


"ayolah ayah kita makan" ajak barra setengah merengek.


"ayolah kasian barra" ajak reihan


akhir nya pandawa pun mengalah dia ikut bergabung di meja makan, ada perasaan sungkan.


"terserah semua masakan kamu enak" ucap reihan.


pandawa melihat interaksi mantan istri nya dan suami nya, sebenar nya hati nya terasa dicubit, tapi dia berusaha biasa saja.


"kamu nak mau makan sama apa" tanya alifa pada barra.


"mau ayam sama sayur capcay bun" jawab barra, karena itu makanan favorit nya.

__ADS_1


"kamu kak kamu mau makan sama apa??"tanya alifa pada pandawa.


"eh.. hmmm... tidak usah biar aku ambil sendiri" jawab nya gugup..


mereka berempat makan dengan tenang. tidak ada yang mengeluarkan suara.


setelah selesai makan, pandawa berniat untuk pergi, dan akan kembali sore hari untuk menjemput barra, namun saat pandawa baru sampai pintu terdengar suara alifa..


pandawa pun berlari masuk ke rumah itu lagi,betapa terkejutnya pandawa melihat reihan yang tengah pingsan, padahal baru saja dia pamitan pada reihan, dia masih baik-baik saja walau wajah nya memang pucat.


pandawa segera membopong tubuh reihan dan memasukan nya ke dalam mobil, alifa menitipkan barra pada pembantu nya. dan segera naik ke mobil pandawa. dan pandawa mengendarai mobil nya,


karena jarak dari rumah ke rumah sakit lumayan dekat Merek sampai dengan cepat ke rumah sakit, segera Pandawa mencari petugas medis untuk membawa brankar,


tubuh lemah reihan terbaring diatas brankar,tim medis setelah berlari membawa tubuh reihan


alifa yang juga setelah berlari di cekal oleh pandawa


"kamu jangan berlari kamu kan sedang hamil" ucap pandawa.


"oh.. iya maaf"

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2