Talak Dimalam Pertamaku...

Talak Dimalam Pertamaku...
bayi kecil yang tidak mau jauh dari pandawa


__ADS_3

alisya menghampiri kamar rawat alifa, tampak disana alifa senang menggendong bayi nya. ada pandawa juga yang setia menemani alifa.


klekkkk...


alifa dan pandawa menoleh ke arah pintu.


"teteh..."alifa memanggil sang kakak sambil mengulas senyum.


"adek... maaf teteh tidak membantu proses bersalin mu, karena si canik lahir seminggu lebih cepat dari hari perkiraan lahir" ucap alisya, sedangkan dihati nya ada rasa sedih karena dia harus menceritakan kabar duka ini.


"teh.. aku mau menemui ka rei, aku ingin memberitahukan dia,kalau putri nya telah lahir, semoga dengan kelahiran si baby papa nya makin semangat untuk sembuh" ucap alifa dengan senyum bahagia.


"adek.... hmmmm..... teteh ada kabar duka untuk mu, de... reihan telah pergi untuk selamanya" ucap alisya air mata yang tak mampu dia tahan lagi.


"jangan becanda teh... ini tidak mungkin, kak reii...kenapa kamu meninggalkan aku dan anak yang belum kamu lihat" teriak Nya,alifa histeris..


pandawa segera menghampiri dan berusaha menenangkan alifa,


alisya yang sigap segera mengambil bayi mungil itu,dia takut alifa lepas kendali.

__ADS_1


alifa segera turun dari ranjang nya, namun pandawa dengan sigap menggendong Alifa


"aku akan membawa mu ke tempat rei" ucap pandawa


pandawa menurunkan alifa di depan tubuh reihan yang telah berbujur kaku,alifa kembali menangis histeris semua nya pun ikut sedih melihat seorang perempuan yang baru melahirkan harus kehilangan suami nya.


"sudahlah sayang ikhlaskan suami mu, itu yang terbaik untuk dia, sekarang dia dan dah tidak kesakitan lagi" ucapa mama mertua nya..


akhir nya reihan di kuburkan di tempat pemakaman keluarga. semua sahabat, kerabat dan rekan sejawat reihan ikut mengantarkan nya ke tempat peristirahatan terakhir nya. reihan adalah sosok orang yang baik di mata semua,


seminggu sudah reihan pergi untuk selamanya.


"iya nak ayah yakin suami mu tidak mau melihat mu seperti ini" ucap ayah alifa.


pandawa hanya menyimak obrolan mereka, pandawa tampak fokus pada si bayi cantik itu, entah kenapa bayi cantik itu tampak anteng dan nyaman bila berada di gendongan pandawa. pandawa mampir untuk menjemput barra. tapi entah kenapa saat mendengar suara pandawa bayi itu akan bangun padahal si kecil baru saja terlelap. semua tidak bisa menenangkan kecuali pandawa.


saat dirasa si bayi telah nyenyak, pandawa menyimpan nya pada box bayi, namun si kecil kembali terbangun lagi, mau tidak mau pandawa kembali menimang nya.


"dede bayi nya ga mau jauh dari ayah ikh.. "kata barra dengan raut wajah ditekuk, karena merasa cemburu ayah nya dari datang terus menggendong si bayi.

__ADS_1


"aa sama abah aja" ucap ayah alifa.


"gak mau abah mau sama ayah aja" rengek nya.


alifa merasa terharu mungkin inilah yang menyebabkan reihan begitu bersikeras untuk menyuruh nya kembali rujuk dengan pandawa.


"sini aa.. duduk dipangkuan ayah sambil ajak main dede bayi nya" ajak pandawa pada barra agar barra tidak marah dan mengajari barra agar menyayangi adik nya.


barra yang senang duduk dipangkuan pandaw sambil membawa adik nya berbicara


"ade wangi ya ayah... "ucap barra.


"iya dong aa,,,kan ade udah mandi, aa udah mandi belum" suara pandawa menirukan suara anak kecil.


barra tampak terkikik tertawa.


ada perasaan menghangAt di hati semua orang yang menyaksikan keharmonisan itu.


begitupun dengan alifa.

__ADS_1


bersambung........


__ADS_2