
"apakah dia anak ku juga" pandawa yang riba tiba muncul dan langsung bertanya.
alifa kaget ..."kenapa kamu disini, kamu mengikuti ku" alifa bertanya.
"jawab alifa, jelaskan semua padaku" tanya pandawa..
akhirnya alifa menjelaskan alifa menceritakan semua nya, disembunyikan pun percuma hal itu akan membuat pandawa semakin penasaran dan terus mengganggu nya..
"maafkan aku alifa begitu berat perjuangann mu, andaikan aku tidak menjatuhkan talak itu, mungkin kita sudah bahagia dengan anak-anak kita, dan aku bisa mendampingimu dimasa kehamilan mu,aku memang egois"ucap pandawa dengan menahan air mata nya dan penuh penyesalan.
alifa hanya diam sambil menangis.
pandawa mendekati makam anak perempuan nya, dengan tubuh gemetar,seribu penyesalan dan hati yang terasa dihantam batu besar, sungguh sesak dan sakit melihat pusara kecil itu.nisan yang bertuliska nama "baby mikaila humairah bin pandawa putra"
"maafkan ayah nak, maafkan ayah mu yang egois ini,tunggu ayah disurga mu,"ucap pandawa.
.
"aku mau pulang, jika kamu masih ingin disini silahkan" ucap alifa.
"alifaa... izinkan aku dekat dengan barra, aku berjanji tidak akan mengusik kehidupan mu, karena aku sadar,aku sudah tidak mungkin bisa masuk ke kehidupan mu,maafkan aku yang baru menyadari kalau aku sudah menyukaimu dari dulu, namun aku dibutakan cinta semu" ucap pandawa.
alifa membelakangi pandawa meremas dada nya yang tertutup hijab nya.
"andaikan kamu mengucapkan nya dari awal" ucap alifa dalam hati nya.
__ADS_1
alifa pun pergi tanpa menoleh lagi..dan pandawa yang mematung di tempat.
*****************
pandawa terus membujuk alifa supaya mengizinkan nya dekat dengan barra.pandawa berjanji dia hanya ingin dekat dengan anak nya itu, dan pandawa tidak akan mengusik kehidupan alifa.memaksa pun percuma hanya akan membuat alifa semakin menjauhkan dirinya dengan barra.
akhir nya dengan segala pertimbangan dan alifa pun meminta persetujuan ayah nya dan alisya, walau pun alisya sempat tidak setuju, tapi ayah alifa memberi pengertian, bagaimana pun barra berhak mengetahui ayah nya..
seminggu sekali pandawa menemui barra dan barra oun mulai dekat dengan pandawa.
minggu pagi pandawa sudah ada di rumah alifa, dia berencana akan mengajak barra bermain ke carfree day ke alun kota. pandawa berharap alifa bisa ikut,
"ayah... "barra berteriak menyambut kedatangan papah nya.
pandawa melihat alifa sudah rapi, alifa tampak menggunakan fashmina berwarna hitam, celana levis hitam yang tertutup tunik coklat. sepatu high heels.
jantung pandawa berdebar, dia sangat menyesal menyadari perasaan nya.
tak beberapa lama datanglah mobil sedan hitam masuk halaman rumah alifa.
"papah..." teriak barra pada reihan.
"kamu mau ikut papa sama mama ke bandung" tanya reihan.
"tidak papah aku mau pergi sama ayah" jawab barra.
__ADS_1
reihan pun menengok ke arah pandawa yang sedang menatap nya. reihan menghampiri pandawa dan mengulurkan tangan nya.
"reihan.. " reihan mengenalkan dirinya.
"pandawa" pandawa menerima uluran tangan reihan.
"sudah siap sayang" tanya reihan pada alifa.
"iya sudah" jawab alifa.
"kami titip barra, karena dia tidak mau ikut" ucap alifa..
pandawa hanya terdiam.. hati nya terasa sakit.
"hati-hati..jangan nakal nurut sama ayah ya, bunda tidak lama, setelah selesai fitting baju bunda langsung pulang ya" ucap alifa menasihati anak nya.
"oke..bunda" jawab barra sambil mencium pipi alifa.
"babay papah" ucap barra dengan ceria..
reihan pun melambaikan tangan nya.
"marii... " pamit nya pada pandawa...
beesambung...
__ADS_1