
reihan segera di tangani tim medis.pandawa dan alifa menunggu di luar dengan harap-harap cemas.
"Al.. lebih baik kamu duduk saja, ingat kamu sedang hamil, kasihan di kecil diperut kamu, kamu juga harus memikirkan dia" pandawa mencoba menenangkan alifa yang mondar mandir terus.
"hhh.. iya... "alifa menuruti saran pandawa.
"kamu berdoa Al agar allah memberi jalan terbaik untuk suami mu dan kamu tidak bileh terlalu stres"ucap pandawa,karena dari tadi tampak kecemasan di wajah alifa. pandawa takut terjadi sesuatu dengan kandungan alifa,tidak berapa lama alifa memegang perut nya, dan langsung tak sadarkan diri.
pandawa dengan cekatan menggendong tubuh alifa.dan segera berlari ke ruang UGD mencari bantuan.
alifa segera di tangani alisya. karena kebetulan alisya tengah berada di UGD.
tak berapa lama perawat keluar, mencari keluarga reihan.
"dengan keluarga bapak reihan"
"saya suster" jawab pandawa.
"kami membutuh kan golongan darah AB+ kebetulan untuk sekarang golongan darah tersebut sangat sulit" kata suster.
"ambil darah saya saja suster "ucap pandawa.
"baiklah pak, ikut saya" perintah suster.
pandawa pun mengikuti suster tersebut.untuk melakukan donor darah.
__ADS_1
tak berapa lama datanglah ibu pandawa,dia melihat pandawa dan suster yang membawa satu kantung labu darah.
ada rasa malu dalam hati ibu reihan karena selama ini dia selalu berburuk sangka pada pandawa.
"terima kasih nak, maafka ibu yang selama ini selalu berburuk sangka padamu"
"tidak apa-apa bu" ucap pandawa.
pandawa kembali duduk di kursi tunggu.
tidak berapa lama alisya keluar dari ruangan nya.
"bagaimana teh dengan kondisi Bunda nya barra" tanya pandawa.
"terima kasih pandawa lagi-lagi kamu yang menyelamatkan mereka" ucap alisya.
lagi-lagi ibu reihan di buat sangat menyesal dengan fikiran jelek nya selama ini pada pandawa.
akhir nya dengan segala pertimbangan ruangan alifa dan reihan di satukan.
"reihan yang telah dulu sadar melihat sekeliling, dia melihat istrinya yang terbaring di ranjang pasien dan infusan yang menggantung, dia berfikir apa istri nya kembali pingsan??.
tidak lama terdengar seseorang keluar dari kamar mandi.
"kamu sudah sadar.." tanya pandawa pada reihan.
__ADS_1
"iya. maaf banyak mereporkan mu" ucap reihan dengan suara lemah nya.
"tidak masalah.. kita kan keluarga" ucap pandawa.
alifa tersadar karena samar-samar dia mendengar orang sedang mengobrol.1
"kak kamu sudah sadar" tanya alifa dengan suara lemah nya.
"iya sayang.. kamu menginginkan sesuatu" tanya reihan..
"aku ingin minum" ungkap nya.
reihan tidak mungkin memberi alifa minum, karena dia sendiri pun sedang tidak berdaya.
akhirnya pandawa berinisiatif memberi alifa minum,satu tangan gelas berisi air putih dan satu tangan memegang alifa, dan segera menyodorkan air ke mulut alifa.
"terima kasih "ucap alisya.
"maaf karena terus merepotkan mu" ucap reihan.
"tidak masalah, aku yang harus minta maaf karena telah lancang memegang istri mu" ucap pandawa tidak enak.
"tidak apa-apa,terima kasih ayah barra,karena kamu selalu ada disaat kami sedang kesusahan," ungkap reihan.
"jangan difikirkan,, mungkin cuman kebetulan saja saat terjadi sedang ada aku,sudah ku bilang kita adalah keluarga, sudah sewajar nya kita saling membantu, aku juga berterima kasih karena aku sudah diperbolehkan dekat dengan barra,bahkan kalian tidak pernah membatasi aku dan barra" ungkap pandawa.
__ADS_1
"sudah seharus nya, kamu adalah ayah nya,maafkan aku yang dulu pernah menyembunyikan nya dari mu" ungkap alifa dengan sendu.