
akhirnya pandawa menyerah, dia tidak memaksa lagi alifa. pandawa pun kembali mengendarai mobil nya.
selama diperjalanan takbada yang berbicara, hingga pandawa kembali mengeluarkan suara nya.
"setidak nya biarkan aku dekat dengan anak ku" ucap pandawa dengan nada lembut nya
"kenapa kamu begitu yakin kalau barra adalah anak mu" ucap alifa dengan nada datar nya.
pandawa menepikan mobil nya.
"apa kamu melupakan malam panas kita" ucap pandawa dengan senyuman manis nya.
"heh.. malam panas sekaligus malam tragis untuk ku" jawab alifa dengan nada mengejek nya..
hati pandawa merasa ditusuk sembilu saat mendengar ucapan alifa.
"sungguh maafkan aku, aku akan menebus nya dan aku akan bertanggung jawab, aku akan membuat kalian bahagia" ucap pandawa penuh harap.
__ADS_1
"kalian...maksud kamu apa??jangan mimpi kamu... aku tegaskan ya tuan pandawa yang terhormat dan buka telinga mu lebar-lebar,, diantara kita sudah berakhir, dan aku atau pun anak ku tidak perlu anda, bagiku anda adalah mimpi buruk bagiku. dan satu lagi aku akan segera menikah.jadi jangan pernah mengganggu kehidupan ku" ucap alifa dengan tegas.
alifa keluar dari mobil pandawa dan membanting pintu mobil pandawa dengan keras.
alifa berlari ke pangkalan ojeg dan meminta mamang ojek mengantarkan nya.
sedangkan pandawa masih mematung dan mencerna setiap ucapan alifa.
alifa menelpon rekan sejawat nya di rumah sakit untuk Memint tolong tidak bisa masuk karena ada urusan mendadak, yang alifa mau sekarang pulang dan segera menemui Putra kesayangan nya,
sampailah alifa di parkiran sekolah barra,motor nya masih terparkir disana.
"oh.. terima kasih pak," jawab alifa.
alifa mengendarai motor nya dia hanya ingin cepat pulang, dan berencana menemui makam bidadari kecil nya.
tanpa alifa sadari pandawa mengikuti nya dengan memakai sepeda motor.
__ADS_1
"pantas saja aku tidak bisa menemukan nya, ternyata dia tinggal ditempat ini
pandawa memperhatikan interaksi alifa dan anak kecil tampan itu, betapa alifa yang lembut dan keibuan, hatinya menghangat. dia bahagia seandainya barra anak nya, dia bersyukur karena alifa begitu menyayanginya, walau pun perlakuan nya pada alifa sangat kejam.
dan tak beberapa lama alifa keluar lagi rumah dengan membawa kantong plastik putih berisi bunga dan air. dan mengendarai motor nya,
pandawa yang penasaran pun mengikuti alifa,alifa memasuki sebuah pemakaman dan memarkirkan motor nya, pandawa pun menyimpan motor nya dan mengikuti alifa, alifa menghampiri sebuah makam anak kecil, pandawa bersembunyi dibalik pohon.
"assalamualaiku sayang nya bunda... "ucap alifa pada bidadari kecil nya.
alifa lalu melafazkan doa dan memberi bunga diatas makam juga menyiramkan air.
"nak..ayah mu sudah datang, bunda sudah memaafkan ayah mu nak,tapi bunda belum bisa melupakan perbuatan nya pada bunda,bunda harus bagaimana nak, bagaimana pun dia adalah ayah mu dan kakak barra. "alifa terus berbicara diatas makam anak nya.
deg.. deg..
hati pandawa bagai dihunus ribuan benda tajam. ternyata anak mereka kembar dan salah satu nya telah meninggal dunia, apalagi dari tempat nya bersembunyi dia dapat melihat jelas nama anak itu, tanggal lahir, tanggal meninggal dan bin nya tertera nama dirinya Pandawa putra.
__ADS_1
hal itu lantas membuat nya semakin sakit dan merasa sangat bersalah.
bersambung...