
sang pembantu tergopoh-gopoh menemui pandawa. dan menjelaskan bahwa di depan ada pihak wo yang dulu menangani pernikahan nya dengan alifa.
pandawa langsung ke ruang tamu untuk menemui pihak wo yang dulu menangani pernikahan nya dengan alifa.
petugas wo menyerahkan sebuah foto difigura yang sangat besar dan masih terbungkus kertas berwarna coklat, dan sebuah album foto yang lumayan tebal.
dulu rencana nya setelah menikah pandawa dan alifa akan tinggal di kediaman hendrik, makanya pihak keluarga memerintahkan pihak wo mengirim foto-foto ke kediaman pandawa.
setelah kepergian petugas wo,pandawa membuka foto di figura yang sangat besar itu.
foto pernikahan nya dengan gadis berhijab yang ia renggut kesucian nya dan dia talak di malam pertama nya. gadis cantik,baik dan soleha pilihan sang papa.
menyesal.. ya pandawa amat sangat menyesal.
diapun membuka album foto yang tebal itu, tampak foto seorang gadis berhijab memakai baju penganti tersenyum cantik..pandawa mendekap album foto tersebut dengan linangan air mata.
__ADS_1
pandawa baru sadar kalau alifa memiliki paras yang sangat cantik, mata coklat nan bulat, bibir mungil,hidung mancung dan senyum yang manis.
"dimana kamu alifa" pandawa berbicara sendiri dengan lirih.
setelah puas memandangi semua foto-foto album foto pernikahan nya pandawa menyuruh pembantu nya menyimpan rapi di kamar nya.
kota majalengka...
alifa menjalani hari-harinya dengan semangat,alifa berdinas disebuah rumah sakit daerah,menjadi dokter anak. seperti biasa alifa banyak disukai orang-orang disekitar karena pembawaan nya yang ramah.
dilingkungan rumah nya pun alifa banyak disukai orang-orang karena dia tidak segan-segan menolong bila ada tetangga yang sakit dan membutuhkan nya.
alifa memutuskan membeli tespect, dengan mengumpulkan keberanian nya,alifa memasukan tesfect ke dalam urine yang telah ia tampung diwadah kecil.
deg.. deg.. jantung alifa berdetak tak karuan..
__ADS_1
dua garis merah tergurat sangat jelas di tesfect itu.
antara sedih dan dan bahagia. sedih karena dia harus lahir tanpa ayah,bahagia karena dia akan menjadi seorang ibu,akan ada malaikat kecil yang nanti menemani nya.
"sayang nya bunda sehat-sehat dirahim bunda ya, jangan rewel jadilah anak yang baik, kita berjuang bersama-sama oke.. " alifa mengajak bayi berbicara.
alifa bertekad akan lebih semangat lagi karena sekarang ada kehidupan baru dalam tubuhnya,dia akan menjaga dan menyayangi nya. alifa menganggap bayi ini anugerah ditengah kepiluan hatinya, tak bisa dipungkiri kadang rindu dan benci itu masih selalu hadir, tapi sebisa mungkin alifa selalu belajar mengikhlaskan.alifa hanya ingin hidup tenang.
alifa berencana akan memberi tahu kakak nya terlebih dahulu. alifa mengambil hp nya dan menelpon untuk menelpon kakak nya.
tutttt... tuttt..
"assalamualaikum.. ada apa de.. kamu baik-baik saja kan" sang kakak bertanya dengan nada cemas nya.
"dede..baik-baik saja teh, ada ingin ade bicarakan" ucap alifa.
__ADS_1
"kenapa de.. ngomong aja jangan takut, teteh siap dengerin??" ucap sang kakak dengan nada lembut.
bersambung...