
perempuan yang diketahui Bernama sonia itu segera menelpon ambulan untuk memberi pertolongan pada reihan..
"rei.. ku mohon sadarlah "ucap sonia.
"sebenarnya dia kenapa dan siapa kamu??" tanya pandawa pada sonia..
"sekarang bukan waktu nya kamu banyak bertanya" ucap sonia dengan raut wajah panik nya.
reihan pun dibawa ke salah satu rumah sakit yang sangat terkenal disana.
didalam reihan sedang ditangani tim medis. pandawa dengan setia menunggu reihan,dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan laki-laki yang sekarang menjadi suami dari alifa. bagaimana reihan sangat baik,dia menyayangi barra seperti anak nya sendiri.
tidak berapa lama keluarlah sonia dengan para dokter yang menangani reihan.
"bagaimana.... ??"tanya pandawa pada sonia.
__ADS_1
"semoga sebentar lagi dia sadar dan bisa kamu temui" ucap sonia.
pandawa pun memasuki kamar tempat dirawat reihan, wajah pucat dengan beberapa selang infus dan darah juga alat medis menghiasi anggota tubuh nya. wajah yang selalu memancarkan kini lemah tak berdaya.
"rei.. kamu harus demi anak yang sedang kamu nantikan di dalam rahim istri mu" ucap pandawa pada reihan yang sedang tak sadarkan diri.
setelah beberapa jam akhirnya reihan sadar, pandawa yang tak pernah beranjak jauh dari reihan segera menghampiri reihan, tak lupa pandawa memencet memberitahu tim medis.
akhirnya dokter dan perawat masuk memeriksa keadaan reihan, reihan sudah lebih baik...
"pandawa maafkan aku,, sebenarnya aku sudah lama mengidap penyakit leukimia, bahkan sebelum aku menikahi alifa aku sudah sakit, dulu aku tinggal di luar negeri bukan untuk melanjutkan studi ku saja, tapi aku juga berobat disana, dan soal sonia dia adalah istri sahabat ku, dia merupakan seorang dokter yang bekerja di rumah sakit ini,dialah dan suami nya yang mengurus segalanya" reihan menjelaskan pada pandawa.
"tapi kamu harus sembuh rei... ingat alifa sedang hamil anak mu" ucap pandawa memberi semangat.
"kamu tahu alifa adalah wanita terbaik dihidupku, aku menyukainya dari dia masih duduk dibangku SMA, aku cukup mengenalnya karena dulu sewaktu aku kuliah aku sering disuruh papah ku memberikan berkas ke rumah ayah alifa, kebetulan papa ku dan ayah alifa cukup dekat, tapi sayang dari dulu dia sudah mencintaimu,aku tahu dia mencintaimu dari laura, laura masih saudaraku. "ucap reihan.
__ADS_1
degggg...
"kenapa aku tidak mengetahuinya" ucap pandawa kaget.
"ya bahkan laura bilang,alifa sering menyimpan hadiah di meja, dikelasmu." jelas reihan.
"berarti hadiah-hadiah yang selama sekolah dia kira dari reni ternyata dari alifa. "ucap pandawa
"kamu tahu bro.. sampai detik ini pun dia masih mencintaimu, dia memang istri yang baik, hingga dia selalu melayaniku dengan baik.aku pun selalu memberi nya rasa nyaman"ucap reihan.
"kamu harus sembuh rei.. cinta tak harus memiliki, melihat nya bahagia dengan mu sudah membuat ku bahagia" ucap pandawa menyemangati.
"tapi kelak saat aku pergi, aku akan pergi dengan tenang karena ada kamu yang akan menjaga anak-anak ku, aku titip mereka,jangan kamu ulangi kesalahan mu yang dulu" ucap reihan penuh harap.
"jangan berbicara seperti itu, kamu harus sembuh rei, aku akan mencari pendonor sumsum tulang belakang yang cocok untuk mu" ucap pandawa dengan memagang tangan reihan
__ADS_1
bersambung........