
alifa menangis didalam toilet dan merenunginya.
tyara dan laura mengikuti alifa ke toilet, mereka langsung menghambur memeluk alifa..
"menangislah.. bila itu bisa membuatmu lega dan setelah itu cepatlah lupakan dia, percayalah bila dia jodohmu maka tuhan akan memberimu jalan" tyara dan laura berkata sambil memeluk alifa.
alifa terus menangis dipelukan sahabat-sahabat nya.
"terima kasih karena kalian selalu ada untuk ku." ucap bila sambil menangis.
"itulah guna nya sahabat"!!jawab mereka.
"sudah,, kamu cuci mukamu, terus poles sedikit biar tidak terlalu sembab" ucap tyara,
mereka pun masuk kelas bersama.alifa mengikuti pelajaran seperti biasa, alifa bertekad ingin cepat segera menyelesaikan kuliah nya, dan bekerja dengan begitu dia tidak akan bertemu lagi dengan pandawa, biarlah waktu yang akan menyembuhkan hati nya, dan biarkan waktu yang akan menghapus pandawa dalam ingatan alifa.
meski alifa sadari susah untuk nya melupakan laki-laki yang telah memporak poranda hatinya
akhirnya kelas selesai,mereka memutuskan untuk pulang.
"kamu gak bawa motor ifa" tanya tyara.
"gak lagi males aja.hari ini aku mau mengunjungi adek-adek dipanti seperti,aku kangen mereka sudah lama gak ketemu mereka"!!jawab alifa sambil berbinar karena akan bertemu dengan anak-anak panti yang sering ia kunjungi.
"kita ikut"!!laura menimpali.
__ADS_1
"kebetulan hari ini aku bawa mobil" ucap tyara.
"oke.. kita belanja dulu" ajak alifa penuh semangat..
"oke... lets go.... " mereka bertiga serempak sambil keluar parkiran untuk mengambil mobil tyara.
mereka bertiga pun menuju sebuah mini market untuk membeli cemilan-cemilan, susu, pampers dan segala kebutuhan dipanti, alifa sudah biasa mengunjungi panti, karena itu dibangun oleh sang mama.
saat berbelanja tanpa sengaja troli yang didorong alifa menabrak troli seseorang.
deg.. deg..
"pandawa" alifa mengucapkan dengan nada pelan.
"pandangan mata mereka bertemu. tapi tidak berlangsung lama karena reni menghampiri mereka.
"iya kami belanja untuk anak-anak panti" tyara yang menjawab.
"wah kalian hebat, apa kita bisa ikutan" tanya reni antusias.
tyara dan laura memandang wajah alifa,, dari tatapan nya seolah mereka sedang bertanya.
"boleh... " jawab alifa dengan senyum tulus.
mereka bertiga pun selesai belanja dan menuju meja kasir diikuti pandawa dan reni..
__ADS_1
alifa,tyara dan laura menenteng belanjaan menuju mobil tyara,begitu pun pandawa dan reni menuju mobil pandawa.
mobil pandawa mengikuti mobil tyara. diperjalan mereka mengobrol.
"ifa kenapa kamu menyetujui waktu reni ingin ikut ke panti" tanya laura.
"aku tidak punya hak melarang mereka ikut" jawab alifa sambil tersenyum.
"hmmmm.. kamu.. " laura tak bisa lagi berbicara.
sampailah mereka di panti asuhan.
PANTI ASUHAN YAYASAN"SABRINA"
ya sabrina adalah nama pendiri panti asuhan tersebut, yayasan itu didirikan oleh ibu nya alifa.
kala alifa rindu sang ibu dia akan mendatangi panti.saat alifa turun dari mobil anak -anak langsung berhamburan berlari ke pelukan alifa.
"bundaaaaa ifaaaa datang" teriak salah seorang anak.
alifa selalu dipanggil bunda oleh anak -anak panti. alifa begitu bahagia menyambut mereka, menciumi mereka, alifa tampak ta terlihat karena dikerubuti anak-anak.
"eh anak -anak bunda nya jangan dikerubungi gitu, suruh masuk dulu" kata ibu tati pengurus panti.
ada perasaan hangat di hati pandawa melihat sifat keibuan alifa.
__ADS_1
bersambung...