TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Hukuman Tuhan Untuk Kita


__ADS_3

***


Pagi harinya di rumah Daniel,


Yona yang sudah tebangun merasakan sekujur tubuhnya nyeri dan pegal, dia juga baru saja menyadari jika dia terbangun tanpa mengenakan pakaian nya, dan saat ia melihat tubuhnya dia bisa menemukan banyak sekali bekas biru di mana-mana, semuanya tidak luput dari serangan Daniel tadi malam.


“Akhirnya kita melakukannya, tapi tanpa di dasari oleh cinta, tapi tidak apa, jika itu bisa memuaskan mu, jika itu bisa membuat hatimu lega, maka aku rela, mungkin ini adalah hukuman untuk ku,” gumam Yona termenung sesaat di kasur yang luas, wajah sendu nya mengganggu Daniel yang memang sedari tadi memperhatikan Yona.


“Apa yang sedang kau pikirkan? Apakah kau menyesal memberikan nya padaku?” tanya Daniel dengan nada yang lembut sembari mengusap wajah istrinya yang baru saja terbangun dari tidur nya.


“Astaga, kau masih disini? Kau tidak pergi kerja?” decak Yona terkejut saat menemukan jika Daniel masih berada di samping nya dan saat ini sedang bertatapan dengan jarak yang amat dekat dengan dirinya.


“Jawab aku, apa yang kau pikirkan,” tanya Daniel lagi, setiap kali Daniel melihat perubahan ekspresi di wajah Yona, dia akan begitu penasaran apa yang sedang Yona pikirkan.


“Aku sedang memikirkan bagaimana menjadi istri yang baik untukmu, oh iya, bagaiman jika aku memasak untuk mu, kau menyukai soto ayam tanpa banyak bawang nya kan? Aku akan membuatkan nya, kau tunggulah sebentar lagi,” sahut Yona membuyarkan pikiran nya.


Saat ini, dia akan melakukan semuanya berdasarkan apa yang Daniel inginkan, Yona sudah tidak ingin membantah ataupun bertanya banyak hal yang membuat dirinya pusing.


Segera Yona memakaikan baju tidur onepiece yang ada di lemari pakaian dan pergi ke dapur.


Mendengar pernyataan istrinya entah mengapa membuat hati Daniel begitu hangat, entah mengapa perasaan bahagia pagi ini tidak bisa di ukur oleh apapun, entah mengapa kebahagiaan pagi ini terlalu berharga dan rasanya ingin Daniel ukir terus menerus di hatinya.


Sampai di titik saat Daniel tanpa sadar meneteskan air mata, entah mengapa saat menerima perlakuan manis dari Yona membuat hati Daniel sakit dan juga perih.


“Ada apa dengan ku? Apakah ada sesuatu yang tidak kuketahui? Mengapa aku merasa telah mengenalmu begitu lama, tetapi aku sama sekali tidak mengenalimu?” gumam daniel kebingungan melihat dirinya yang secara tiba-tiba meneteskan air mata dan meraba dadanya karena hatinya begitu perih saat melihat Yona yang keluar dari kamar. Rasanya Daniel tidak ingin melihat Yona pergi sedetik pun dari jarak pandangnya.


Selama tiga tahun, Daniel memang menahan rasa sakit di hatinya, makanya dia selalu pulang saat Yona sudah tidur, dan pergi sebelum Yona terbangun.


Setiap kali Daniel melihat Yona, Daniel akan merasakan perasaan campur aduk, sakit, bahagia, dan cemas, awalnya Daniel menghiraukan perasaan itu dengan bermain-main diluaran sana, namun saat Yona memberikan surat permintaan cerai entah mengapa perasaan sakit di hatinya sudah tidak bisa terbendung, rasanya seperti sesuatu telah hilang, rasanya seperti dunia hancur, tapi Daniel tidak tahu alasannya, dan tidak tahu mengapa bisa merasakan perasaan seperti itu.

__ADS_1


“Oh iya, megapa dia bisa mengetahui jika aku menyukai soto ayam yang tidak banyak bawangnya, yang tahu itu hanya ibuku dan juga, dan juga, dan juga siapa? Siapa yang selanjutnya? Kenapa aku tidak bisa mengingatnya?" gumam Daniel merasakan pusing di kepalanya.


Saat itu, Daniel mulai curiga, dia mulai merasa jika dahulu dia memiliki sebuah hubungan dengan Yona, namun entah karena sebuah alasan Daniel bisa melupakan segalanya. Dan yang Daniel ingat hanyalah pertemuannya saat pernikahannya dahulu.


Dengan tubuh yang masih bergetar, mata yang sedikit memerah dia berjalan ke arah dapur, dimana Yona yang sedang sibuk dengan kegiatan memasaknya.


Daniel yang melihat Yona yang sedang memasak sekali lagi memberikan kehangatan yang familiar untuknya, dia pandangi wajah Yona yang masih terlihat seperti wajah yang baru bangun tidur, tetapi begitu cantik dan manis, apalagi saat Yona serius dengan masakan yang sedang ia masak, semakin menambah kecantikan yang Yona miliki.


Yona yang sudah menyadari jika Daniel mentapnya sedari tadi tersenyum kearah Daniel.


“Kenapa kau mentapku seperti itu? Apakah aku terlihat jelek sekarang?” ucap Yona dengan senyuman yang begitu lembut di wajahnya.


Saat ini makanan yang sedang ia masak sudahlah usai dan sekarang dia sedang membawa hidangan itu kedepan Daniel yang memang sedang duduk di meja makan.


“Tidak kau sangat cantik, apalagi saat kau tersenyum dan penurut seperti ini,” jawab Daniel sembari memandang istrinya dengan lembut.


“Deg!” jantung Yona tiba-tiba berdetak dengan begitu cepat.


“Yona,” sahut daniel, namun Yona tidak menggubris dan tetap melihat Daniel dengan pandangan yang tidak tergambarkan, pandangan seolah Yona sedang kebingungan dengan sikap daniel,


“Yona,” sahut daniel lagi, dan barulah Yona menyadarkan dirinya dan segera meletakkan makanan yang ada di tangannya ke atas meja.


“Kenapa? Apa yang sedang kau pikirkan? Kau harus lebih hati-hati kedepannya, bagaimana jika kau terluka karena sering termenung seperti itu?” ucap Daniel berjalan kearah Yona yang sudah duduk di hadapannya.


Daniel yang sudah berada dekat dengan Yona menarik wajah Yona agar melihat kearahnya, dia melihat mata Yona yang sudah berair dan seperti mau menangis.


Yona dengan lembut memegang wajah Daniel yang berada di hadapannya, dengan ekspresi yang Daniel tidak bisa tebak, apa yang sedang yona pikirkan, mengapa dia menangis melihat Daniel dan menyentuh wajah Daniel dengan lembut.


Seolah Yona memberitahukan sesuatu dengan sebuah ekspresi karena tidak mampu memberitahukan secara langsung, seolah ada yang ingin Yona sampaikan namun mulutnya tertutup rapat, hanya ekspresinya lah yang menunjukkan semuanya.

__ADS_1


“Ada apa? Kenapa kau menangis? Apakah perkataan ku menyakitimu lagi?” sahut Daniel masih kebingungan, mengapa Yona memegangi wajahnya namun memperlihatkan ekspresi sendu yang tidak bisa Daniel gambarkan.


“Hmm? apakah aku menangis?” sahut Yona menyadarkan dirinya dan segera mengusap air matanya yang memang tidak disadari sudah mengalir begitu derasnya.


Melihat ekspresi Yona yang juga kebingungan melihat dirinya menangis membuat nyeri lagi di hati daniel. Segera daniel memeluk Yona dengan begitu erat, dia memeluk Yona begitu erat seperti seseorang yang sudah berpisah begitu lama.


“Apakah kau sering menangis seperti ini? Apakah aku terlalu menyakitimu? Apakah aku yang membuatmu menunjukkan ekspresi menyedihkan seperti ini?” tanya Daniel mengusap dengan lembut rambut Yona yang sedang ia peluk.


“Semuanya sudah berlalu, bukankah kau juga sudah berjanji akan memperbaiki rumah tangga kita dengan baik? Aku sudah akan melupakan segalanya, sekarang semuanya sudah tidak masalah lagi,” sahut Yona membalas pelukan suaminya.


“Aku sudah amat merindukan pelukan tulus seperti ini, sepertinya kau memang belum mengingat apapun, baguslah, yang penting kau baik-baik saja,” gumam Yona yang memang saat ini berada di dalam pelukan suaminya.


“Apakah kau membenciku?” tanya Daniel melonggarkan pelukannya dan memandang dengan lekat wajah istrinya.


Entah mengapa saat ini, waktu ini, detik ini dia ingin selalu bersama dengan Yona, Daniel merasa ada sesuatu yang tidak beres dengannya jika Yona berada jauh darinya.


“Seandainya kau tahu aku masih amat mencintaimu apakah kau percaya? Tetapi semuanya sudah terlambat, selama tiga tahun ini aku ingin sekali meninggalkan ingatan yang indah, apakah ini adalah hukuman untuk kita berdua sampai Tuhan membiarkan mu bersikap baik padaku di waktu yang tidak tepat seperti ini?” gumam yona panjang lebar di hatinya.


Namun berbeda dengan yang ditunjukkan pada suaminya Daniel. Yona hanya menggelengkan kepalanya sembari memberikan senyuman pada Daniel, memberikan kode bahwa Yona sama sekali tidak membencinya sedikit pun.


“Sepertinya tiga tahun ini aku telah dibutakan oleh dendam sampai tidak melihat istriku yang begitu manis seperti ini, apakah kau mau bersama denganku memperbaiki hubungan kita ini? Apakah kau mau memberikan aku kesempatan untuk membayar semua kesalahan ku yang sudah menyakitimu?” tanya Daniel dengan pertanyaan bertubi-tubi pada Yona.


Pemberitahuan


Hai Hai, ini genre nya emang author sengaja buat yang konfliknya ringan tapi menyayat hati ya. Hehe, author ingin menumbuhkan rambut yang rontok dulu setelah berpikir keras untuk membuat konflik yang di simpanan pria arogan. 😌


Author juga Penasaran apakah author mampu buat cerita menyayat hati seperti ini, jadi tolong di Nantikan ya, jika ada masukan silahkan dikomen saja, akan author terima dengan baik dan akan belajar dari itu.


Terimakasih

__ADS_1


Lopeyu ❤️


__ADS_2