TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Memperbaiki Rumah Tangga Kita


__ADS_3

***


Masih di kamar Daniel,


"Sayang, sore ini aku akan menemui Melly di kafe dekat rumah, apakah kau mau ikut?" tanya Daniel ke arah Yona yang sedang didekapnya di pelukannya.


"Kenapa kau mau mengajakku? aku tidak mau ikut mengurusi urusan menyimpang mu itu!" ketus Yona sedikit sebal mendengar nama Melly dari suaminya.


"Sayang, apakah kau cemburu?" jawab Daniel sembari mencubit pipi istrinya dengan lembut.


"Istri mana yang tidak cemburu mendengar suaminya menyebutkan nama wanita yang lain? kau harus bersyukur karena yang menjadi istrimu adalah aku, masih saja mau memaafkan lelaki brengsek seperti mu!" ketus Yona berterus-terang.


Yona belum juga sadar, jika Daniel memiliki sifat yang keras dan tidak bisa dijawab dengan ketus seperti.


"Astaga, aku lupa kalau dia ini adalah lelaki yang kejam, apakah dia akan marah lagi padaku? cih, apakah dia akan melemparku ke bathtub lagi? huhu" gumam Yona dalam hati, batin nya sedang menangis membayangkan jika sungguh dia akan di lempar ke bathtub dan di siksa lagi.


"Sayang, maafkan aku karena menjadi lelaki yang brengsek. Aku berjanji akan memperbaiki nya mulai dari sekarang, aku bertemu dengan Melly sore ini adalah untuk memutuskan hubungan kami, setelah nya pun aku ingin mengajak mu makan malam," jawab Daniel panjang lebar.


Saat ini, Daniel sungguh ingin memperbaiki hubungan rumah tangga nya, Daniel sudah sadar jika Yona memiliki tempat khusu di hatinya, selagi masih sempat, Daniel akan merebut hati Yona kembali, sebelum pria-pria yang lain merebut Yona darinya. Yona sungguhlah wanita berparas cantik, jadi pastinya banyak yang menyukainya termasuk lelaki yang ia jumpai tempo hari.


Yona yang mendengar jawaban lembut dan terlihat mengalah sedikit terkejut, dia tidak yakin atas apa yang baru saja ia dengar. Yona Penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Daniel dalam waktu 1 malam, kenapa bisa berubah sedrastis ini, apa yang sudah ia lihat. Karena se tahu Yona, Daniel belum lah mengingat sesuatu, dan sebenarnya Yona tidak ingin Daniel mengingat hal itu lagi, karena pada akhirnya akan membuat Daniel terluka untuk yang kesekian kalinya.


Tanpa disadari Yona kembali menangis, entah mengapa dia begitu cengeng akhir-akhir ini.


Yona tiba-tiba memper erat pelukannya pada suaminya.


"Kenapa kau menangis, aku bisa mengerti kenapa kau bersikap seperti itu, itu semua salahku. Mulai dari saat ini, aku dan kau akan bersama-sama memperbaiki rumah tangga kita, aku tahu kesalahan ku terlalu banyak tapi aku akan membayarnya satu demi satu, jadi tunggulah dan lihatlah bagaimana aku akan membayarnya," ucap Daniel memeluk dan mengusap dengan lembut rambut istrinya.

__ADS_1


"Kenapa sekarang? kenapa baru sekarang? setelah semuanya terlambat Kau mengembalikannya seperti dulu? kenapa?" gumam Yona semakin menangis dengan deras.


Saat ini Yona sedang menangis tersedu-sedu di pelukan suaminya.


Daniel yang melihat istrinya menangis begitu hebat hanya bisa memeluk Yona dan mengusap rambutnya, Daniel berpikir jika Yona menangis hanya karena sikap kasarnya tempo hari, Daniel tidak tahu jika yang membuat Yona menangis begitu hebat adalah karena alasan yang lain.


Setelah beberapa saat menangis, Yona kembali menyadarkan dirinya.


"Daniel, Minggu depan apakah kau bisa cuti dan mengajakku pergi jalan-jalan? ketempat yang indah? aku ingin melupakan segala masalah dan ingin bersamamu," ucap Yona dengan wajah yang sedikit bengkak karena telah menangis begitu lama.


"Tentu saja bisa, pekerjaan aku bisa serahkan pada Henry, sayang aku tidak tahu kalau kau punya rencana yang hebat seperti itu, dengan kita liburan seperti itu mungkin akan mempererat hubungan kita," jawab Daniel begitu antusias.


Daniel begitu bersemangat saat ini, dia akan memilih kan tempat liburan yang indah, Daniel berencana menyenangkan istrinya disana, walaupun kesalahannya tidak akan tertutupi hanya dengan itu, tetapi setidaknya Daniel akan berusaha pelan-pelan berusaha menebus kesalahannya.


"Berikan aku sedikit waktu lagi, biarkan aku egois sedikit lebih lama lagi, aku mohon pada-Mu," gumam Yona tersenyum kearah Daniel yang sudah begitu bersemangat memegangi ponselnya mencari tempat liburan yang terbaik untuk mereka.


***


Yona memilih tidak ikut dengan Daniel menjumpai Melly, Yona hanya menunggu Daniel di mobil yang di parkiran tidak jauh dari kafe itu.


"Sayang!" seru Melly sesaat setelah dirinya melihat Daniel sudah datang, pakaiannya begitu rapih seperti ingin pergi kesebuah pesta. Melly berpikir jika saat ini Daniel khusus berdandan untuk dirinya, Melly tidak tahu jika Daniel berdandan adalah untuk acara makan malam dengan istrinya sendiri.


Dengan wajah yang datar Daniel duduk tepat di hadapan Melly.


"Sayang, kau mau makan apa? atau apakah kita langsung ke apartemen ku saja ..."


Belum sempat Melly melanjutkan omongannya,

__ADS_1


"Melly, mari kita akhiri hubungan kita ini, saat ini aku sudah ingin kembali pada istriku, aku akan memberikan uang sebanyak yang kau mau!" ucap Daniel berterus-terang pada Melly.


Daniel berterimakasih pada Melly karena dulu telah ada bersama dengan dirinya saat dulu di rumah sakit sedang terpukul atas kematian ayahnya, namun perasaan yang ia punya pada Melly bukanlah cinta.


"APA? aku tidak mau, kau sudah berjanji akan menikah denganku dan meninggalkan istrimu, aku setia denganmu beberapa tahun ini, teganya kau ingin memutuskan hubungan kita!' ketus Melly menangis kearah Daniel.


Biasanya Melly sama sekali tidak berani menjawab pertanyaan Daniel karena keras nya sifat Daniel, namun untuk kali ini Melly sungguh tidak rela penantian nya sirna hanya karena Yona, bekas teman Melly.


Ya, Melly dan Yona adalah teman dekat dahulu, namun karena ada sesuatu mereka sudah tidak saling berhubungan. Hal itu tentu saja tidak diketahui oleh Daniel.


"Melly, aku tidak akan berubah pikiran apapun yang akan kau katakan dan kau lakukan, aku sudah bulat akan keputusanku! dan sepertinya kau lupa sesuatu, aku tidak suka di tentang, jadi selagi aku masih berbicara dengan baik, sebaiknya kau menerima nya dengan baik pula! nanti Henry akan memberikan mu uang, aku pergi dulu!" ucap Daniel langsung beranjak dari kafe itu.


Tidak memperdulikan Melly sedang menangis tersedu-sedu disitu.


***


"Hai manis, lagi nungguin siapa? pria tampan ya?" tanya Daniel membuyarkan lamunan Yona yang berada dalam mobil.


Daniel sudah berada di mobilnya, dia berjalan dengan amat cepat tadi keluar dari kafe..


"Hehe, aku sedang menunggu suamiku Pak, dia sedang menemui selingkuhan nya barusan," ledek Yona tersenyum kearah suaminya Daniel.


"Hemm, tapi aku dengar suaminya sudah memutuskan selingkuhan nya, dan kembali pada istrinya yang amat manis," balas Daniel sembari memberikan kode jika dia sudah memutuskan Melly.


"Sungguh? kalau begitu aku akan memberikan hadiah untuk suamiku itu nanti," sahut Yona bersandar ke bahu Daniel.


"Akan ku tunggu sayang," jawab Daniel mengecup dahi Yona dan menggenggam bahu Yona agar bersandar padanya.

__ADS_1


Lalu segera Daniel meminta kepada bapak supir yang sedari tadi menjadi nyamuk untuk melajukan mobilnya ke restoran yang sudah Daniel booking.


__ADS_2