
***
Melly saat ini sudah di pindahkan ke rumah sakit jiwa, Melly seolah ditelan oleh ambisinya, tidak bisa menerima kenyataan dan akhirnya kehilangan akal sehatnya.
Lohan yang mengetahui jika Melly saat ini sudah kehilangan kewarasannya sama sekali tidak peduli, dia memang hanya memanfaatkan Melly, dan nampaknya sebenarnya mereka berdua sama-sama saling memanfaatkan, Melly demi kepuasan sedangkan Lohan demi mengalahkan Daniel.
Lohan selama ini memang memata-matai Daniel, dia sekarang tahu jika istrinya Daniel, gadis yang membuatnya tertarik saat ini sedang melakukan pengobatan di luar negeri.
Lohan sudah melihat foto Daniel yang sedang memeluk istrinya saat di rumah sakit selama berjam-jam. Lohan masih kebingungan mengapa Daniel bisa terlihat begitu lemah di hadapan seorang gadis.
Hal itu semakin membuatnya penasaran akan sosok Yona, apa yang dimiliki Yona sampai membuatnya mampu menaklukkan Daniel.
"Gadis ini semakin membuatku tertarik, semakin aku mencari tahu mengenai nya semakin aku ingin mengenalnya," ucap Lohan semakin menggebu-gebu untuk mendekati Yona dan mencari tahu apa sebenarnya yang dimiliki oleh Yona sampai mampu menaklukkan Daniel.
***
Di rumah sakit,
Sesaat yang lalu Henry baru menelepon Daniel jika di perusahaan ada sedikit masalah yang tidak bisa ia tangani sendiri.
Selama kurang lebih tiga tahun yang memegang kekuasaan tertinggi adalah Roy mengakibatkan para eksekutif yang mendukung Roy tidak mau mengikuti arahan Henry.
Mereka bersikeras menolak melakukan pekerjaan nya jika Roy belum juga kembali.
Disamping itu, saingan bisnis yang lain seolah tahu jika saat ini perusahaan milik Daniel sedang mengalami sedikit masalah internal, mereka menekan perusahaan dari segala arah membuat Henry sedikit kewalahan.
__ADS_1
Daniel tahu jika saat itu perusahaan bukanlah prioritas utamanya, namun jika tidak ada perusahaan maka sumber kekayaan nya pun akan lenyap yang artinya akan mengganggu pengobatan Yona yang tidak tahu berakhir kapan.
Alasan itu memaksa Daniel harus meninggalkan Yona sebentar dan mengurusi semua kekacauan yang sedang terjadi.
"Sayang, tadi Henry menelepon ku ...." belum sempat Daniel melanjutkan pembicaraan nya, Yona langsung memeluk suaminya.
"Aku tahu, kau pasti memiliki urusan yang sangat penting dan mendadak kan? tidak usah memikirkan aku, aku tidak sendirian disini, ada anak kita, jadi kau tidak perlu khawatir," sahut Yona memeluk suaminya yang sekarang sedang duduk di samping kasurnya.
"Maafkan aku, lagi-lagi aku harus meninggalkan mu, tapi aku berjanji akan cepat menyelesaikan semua urusan itu dan kembali pada mu," ucap Daniel berjanji sembari menggenggam tangan istrinya.
Situasi kali ini memang harus ditangani sendiri oleh dirinya, jadi sebisa mungkin Daniel akan menyelesaikan segalanya secepat mungkin dan kembali menemani istrinya.
Dengan berat hati, Daniel pergi namun dia sudah percaya pada istrinya, dia yakin Yona kuat dan bisa melalui semuanya sementara dia tidak ada.
***
Sesaat yang lalu Daniel memang langsung memenuhi keinginan istrinya untuk membelikan peralatan rajut.
Hari ini cuaca nya bagus, Yona sudah mulai bisa menerima lingkungan rumah sakit yang awalnya tampak asing.
"Yona," seru seseorang dari arah samping, saat menoleh Yona bisa melihat jika Chiko, atasan nya yang dulu sedang berada di rumah sakit.
"Chiko, kenapa kau ada disini?" tanya Yona keheranan melihat jika saat ini Chiko berada tepat di hadapannya.
"Ayahku sudah lama di rawat disini, jadi aku secara berkala datang menjenguk nya, dan secara kebetulan aku melihat mu, kau sendiri kenapa ada disini? kenapa kau tidak pernah mengangkat telepon dariku?" tanya Chiko dengan ekspresi yang sedikit kecewa.
__ADS_1
Bagaimana tidak, selama ini dirinya selalu saja mencoba menghubungi Yona, namun tidak pernah bisa dihubungi, jika pun bisa di hubungi maka tidak akan di angkat oleh Yona.
"Emm, maaf Chiko, aku punya beberapa masalah yang tidak bisa aku ceritakan, tapi semuanya sudah baik-baik saja sekarang, aku disini sedang melakukan pengobatan ku," jawab Yona jujur sembari menghentikan kegiatan yang ia lakukan saat ini dan berbincang dengan Chiko.
"Pengobatan? kau sakit apa? mengapa kau tidak memberitahukan aku? lelaki brengsek itu ada dimana? apakah kau sendirian disini?" decak Chiko sudah mengajukan banyak sekali pertanyaan.
Dia akan sangat marah jika saja pria brengsek yang sempat ia jumpai masih melukai orang yang ia sukai ini.
"Haha, jangan mengatai nya brengsek, dia itu suamiku, banyak hal yang sudah terjadi diantara kami, tapi semuanya sudah baik-baik saja, dia memiliki sedikit urusan, tapi sebentar lagi dia akan kembali," sahut Yona dengan mata yang berbinar pada Chiko.
Chiko bisa melihat jika Yona sangat bersemangat saat menceritakan tentang suaminya. Terlihat sekali jika Yona sangat menyayangi suaminya.
Chiko tertunduk sejenak, awalnya dia mengira pertemuan kebetulan nya kali ini dengan Yona adalah sebuah takdir yang akan menyatukan dirinya dengan Yona.
Sebetulnya Chiko sama sekali tidak peduli jika Yona sudah menikah, jika lelaki yang memiliki Yona sekarang tidak bisa menjaga Yona maka dengan tegas Chiko pasti akan langsung merebut Yona.
Tapi, kelihatan nya semuanya sudah terlambat, pertemuan antara dirinya dan Yona mungkin memang bukanlah untuk saling memiliki.
"Yona, kau pasti tahu kan? aku menyukai mu, aku akan mengatakan ini agar aku tidak punya penyesalan dalam hidupku, mau kah kau pergi bersamaku? aku akan membahagiakan mu, menjagamu dan tidak akan membuatmu terluka," sahut Chiko menuangkan semua isi hatinya.
Chiko tahu apa yang akan terucap dari mulut Yona, tapi Chiko masih ingin mencoba, selama beberapa minggu Chiko mencoba menghubungi Yona namun tidak bisa, kali ini karena takdir sudah mempertemukan mereka maka kesempatan ini akan Chiko gunakan sebaik mungkin.
"Sebetulnya aku sudah tahu, tapi aku hanya tidak ingin melukai perasaan mu jadi aku berpura-pura tidak tahu. Aku sekarang sedang hamil, juga sedang berjuang untuk menyembuhkan penyakit yang sudah membuat penderitaan bagiku, orangtuaku dan suamiku, awalnya mungkin pertemuan mu dengan suamiku berada di situasi yang tidak baik, tapi semua itu ada alasannya, dia adalah pria terbaik yang pernah aku temui, dia sudah mengisi semua isi hatiku,"
"Dia selalu menyadarkan ku jika hidup memang membutuhkan sedikit rasa egois agar bisa bertahan dan berjuang, aku selalu takut menginginkan sesuatu tapi dia akan ada disitu memberikan semua yang kuinginkan, seolah mengatakan jika semuanya bisa ia berikan padaku,"
__ADS_1
"Yang mau aku katakan adalah jika aku sudah bahagia, aku menghargai perasaan mu, kau adalah lelaki yang baik dan tulus pasti ada wanita baik di luaran sana yang akan membalas tulusnya hatimu," ucap Yona lembut pada Chiko.