TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Lebih Sakit Dari Neraka


__ADS_3

Masa lalu Yona dan Daniel,


***


“Yona, kau lihat ini adalah kertas lipat yang kubuatkan untukmu, kau harus semangat melakukan pemeriksaan dan pengobatanmu, bukankah kau sudah berjanji akan melakukan pengobatan hari ini? apakah kau mau mengingkari janjimu?” sahut Daniel yang masih memakai seragam SMA itu dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


Saat ini, Daniel memang sedang membolos dari sekolahnya, saat tadi tidak sengaja mendengar percakapan antara ayahnya dan juga ayah Yona mengenai Yona yang sudah tidak ingin di rawat dan ingin pulang saja dari rumah sakit, membuat Daniel berlari begitu kencang untuk melihat keadaan yona di rumah sakit, dia juga membawa kertas lipat bentuk angsa yang sudah ia buatkan selama satu minggu ini, angsa adalah binatang kesukaan Yona makanya Daniel membuatkan kertas lipat untuknya.


Yona yang sedang berbaring menangis tersedu-sedu saat melihat jika Daniel datang dan membawakan nya hadiah, Daniel terlihat begitu kelelelahan namun Daniel mencoba menutupi nya dengan senyuman di wajahnya.


“Setiap aku melakukan pengobatan rasanya begitu sakit, ribuan jarum yang berbeda selalu menyentuh kulitku, padahal aku sangat benci benda tajam, bau obatnya begitu memuakkan sampai aku mau muntah, tapi walaupun aku melakukan semua pengobatan itu apakah aku akan sembuh? tidak ada harapan untukku, lebih baik aku berhenti menyakiti diriku sendiri dan berhenti melanjutkan pengobatan ini,” tangisan pilu Yona yang masih remaja sedang pecah di dalam ruangan rumah sakit.


Yona begitu putus asa dan muak, sedari kecil selalu saja mendapatkan suntikan, mencium obat yang membuat perut mual dan merasakan sakit saat mengalami prosedur pengobatan yang lain. Saat ini Yona ingin menyerah dengan hidupnya.


“Jika kau berhenti menjalani pengobatan, lalu bagaimana dengan cita-citamu? bukankah kau ingin menjadi seorang guru? mengajari anak-anak dan mendidik mereka, lalu bagaimana dengan ayah dan ibumu yang sudah berjuang untuk menyembuhkan mu, lalu bagaimana denganku, aku sangat takut kehilanganmu, jika aku bisa memilih, aku ingin menggantikanmu menjalani pengobatan yang menyakitkan ini, jika boleh aku ingin berganti posisi saja dengan mu, biarkan aku yang mengalami sakit,"


"Aku, aku menyukaimu, jadi tolong lanjutkan pengobatanmu, aku rasa aku tidak akan bisa hidup jika kau pergi dan menghilang dari hadapanku,” ucap Daniel langsung meletakkan kertas lipat yang ia taruh di botol kaca dan langsung memeluk Yona.


Saat ini adalah kali pertama Daniel mengungkapkan isi hatinya pada Yona, bahwa Daniel begitu menyukai Yona, bahwa Daniel tidak ingin Yona menyerah pada penyakitnya.

__ADS_1


Yona memang sedari kecil sudah mengalami penyakit jantung, kedua orang tuanya sudah mencoba pengobatan terbaik untuk putrinya. Namun hal itu sama sekali tidak membuahkan hasil.


Bahkan karena memang daya tahan tubuh Yona yang lemah, jika pun dilakukan transplantasi jantung kemungkinan persentase berhasilnya sedikit, dan jika pun berhasil maka ada kemungkinan akan mengakibatkan adanya infeksi dan tumbuhnya tumor, tubuh Yona sangat sensitif, rentan dan mudah terjangkit penyakit.


Makanya sampai saat itu tidak dianjurkan melakukan transplantasi pada Yona, disamping belum adanya donor, angka keberhasilannya pun sangatlah kecil.


Jadi memang Yona sungguhlah menderita karena penyakitnya, sebagai seorang remaja memang sesuatu hal yang biasa saat Yona menyerah dan berpikiran sempit.


Namun, saat ini untung saja ada Daniel yang menyemangati Yona dan selalau ada di samping Yona dari dulu sampai saat ini.


“Maafkan aku, maafkan aku yang menjadi egois dan memikirkan diriku sendiri, aku juga menyukaimu,” ucap Yona membalas pelukan Daniel dan semakin menangis dengan begitu keras.


“Loh, Daniel, apa yang kau lakukan disini? kenapa kau tidak sekolah? jika ayahmu tahu, pasti kau akan di hajar habis-habisan!” decak Siska ikut marah melihat Daniel membolos dari sekolahnya.


Siska memang sudah menganggap Daniel sebagai putranya sendiri hampir setiap hari Daniel akan bermain ke rumahnya untuk menjumpai Yona.


“Ibu jangan marah padanya, dia datang kesini untuk memberikanku semangat. Sekarang aku sudah mau melanjutkan perawatan dan pengobatan,” sahut Yona pada ibunya.


Siska yang mendengar hal itu begitu bahagia sampai meneteskan air mata, dia berlari ke arah putrinya dan memeluk Yona dengan begitu erat.

__ADS_1


“Terimakasih nak, kau sudah mau melanjutkan pengobatan mu, terimakasih sudah bertahan,” tangis Siska begitu bahagia sekarang.


Bagaimana tidak, sudah beberapa hari ini Yona mendiamkan diri dan tidak mau melanjutkan pengobatan, dia hanya ingin pulang saja. Namun, saat Daniel datang dengan begitu tiba-tiba Yona merubah pemikirannya.


“Terimakasih Daniel, kau memang paling bisa merebut hati putri Ibu,” ucap Siska ikut memeluk Daniel.


Siska begitu lega, Yona memiliki Daniel sebagai orang yang dekat dengannya. Seseorang yang memberikan semangat hidup untuk Yona.


***


Kembali ke masa sekarang,


“Yona?” teriak Daniel yang tiba-tiba saja terbangun dari ketidak sadarannya. Saat ini Daniel sudah mengingat segalanya, mimpi yang ia lihat barusan itu adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup Daniel, karena hari itu adalah hari pertama Daniel mengungkapakn isi hatinya pada Yona.


“Ahhhhhh!” Daniel yang baru terbangun tiba-tiba berteriak, dia kembali memukul-mukul dadanya, setelah mendapatakan ingatannya kembali malah memberikan rasa sakit seribu kali lipat lebih sakit dari tempo lalu.


Dadanya menjadi sesak, pandangannya kabur, dia tidak mampu menghadapi kenyataan untuk saat ini.


Bagaimana tidak, sekarang Daniel sudah mengingat segalanya, mengingat tujuan pernikahannya, mengingat penyakit yang sebenarnya mengancam nyawa istrinya, juga mengingat penyebab kematian ayah yang begitu ia cintai.

__ADS_1


“Kenapa seperti ini, ini lebih sakit dari neraka!! KENAPA BARU SEKARANG!!!!” teriak Daniel membuat dokter yang sudah dipanggil oleh Roy yang sedang berada diruangan Daniel datang dan memberikan obat penenang pada Daniel.


__ADS_2