TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Kejadian Tiga Tahun Lalu (I)


__ADS_3

***


Kejadian tiga tahun lalu,


“Sayang, setelah menjalani operasimu mau kah kau menikah denganku? sembuhlah dan bangunlah rumah tangga denganku, memiliki anak yang banyak, memelihara angsa, kita juga bisa berjalan-jalan mengelilingi dunia, jadi setelah semuanya ini usai, mau kah kau menikah denganku?” ucap Daniel berlutut pada Yona yang sedang duduk di kasur pasien.


Saat ini Yona memang sedang akan melakukan operasi transplantasi jantung, dan sebelum melakukan operasi Daniel langsung melamar dirinya.


Daniel sungguh melamar Yona di depan orangtua Yona, ayahnya dan juga Melly yang juga berada di ruangan.


Memang semenjak SMA, Melly sudah berteman dengan Yona dan Daniel, namun mereka tidak tahu jika Melly hanya ingin mencoba merebut Daniel saja dari Yona.


Yona yang sedang duduk di kasur pasien yang berada di rumah sakit begitu terharu menerima lamaran dari Daniel. Dia begitu bahagia sekarang, saat ini dia sangat bersemangat untuk menjalani operasi transplantasi jantung.


“Jika kau mau dengan wanita sepertiku, mau menerimaku tentu saja aku mau,”sahut Yona menerima cincin yang di berikan oleh daniel padanya.


“Sayang, jangan lagi kau mengatakan hal seperti itu, kau adalah wanita tercantik dan terbaik di dunia, aku sangat beruntung mendapatkan mu,” balas Daniel sembari memasangkan cincin di jari manis Yona dan kemudai memeluknya.


Semua orang yang ada di ruangan begitu bahagia melihat lamaran itu, namun berbeda dengan Melly. Melly terlihat seperti mau menangis, setelah melihat lamaran Yona dan Daniel menyadarkan Melly jika dia sungguhlah sudah tidak memiliki kesempatan.


Setelah beberapa saat, operasi transplantasi jantung dimulai. Daniel dan orangtua Yona menunggu dengan begitu khawatir di luar ruangan operasi.


Operasinya berlangsung begitu lama, namun sama sekali tidak membuat mereka lelah ataupun mengantuk. Mereka tetap setia menunggu diluar dan mendoakan agar operasinya berjalan dengan lancar.


Dan benar saja, karena memang Yona sendiri memiliki semangat hidup yang tinggi memberikan efek positive untuk operasi yang dilaksanakan.


Prosedur transplantasi yang di lakukan oleh dokter itu berlangsung dengan sangat lancar. Tidak mengakibatkan infeksi sama sekali dan saat itu juga Yona dinyatakan sembuh.


Namun, dokter menyarankan agar Yona tetap berhati-hati karena jantung nya masih rawan, jika terkena sedikit benturan saja maka akan mengakibatkan sesuatu yang fatal.


Berita tentang keberhasilan operasi Yona seperti surga bagi Daniel dan juga orangtua Yona. Setelah bertahun-tahun akhirnya Yona dinyatakan sembuh. Kebahagiaan saat itu sungguh tidak bisa diukur oleh apapun juga.


Dengan sembuhnya Yona, pernikahan antara Yona dan Daniel pun akan segera dilaksanakan, keluarga mereka memang memiliki tradisi untuk memilihkan tanggal baik untuk pernikahan putra-putri mereka.


Dan tanggal baik adalah sekitar empat bulan dari sekarang. Memang terdengar lama, namun hal itu tidak dihiraukan lagi oleh Daniel, karena saat ini dirinya dan Yona sudah memiliki banyak waktu, biarkan lah semuanya berjalan semestinya dan tidak perlu lagi terburu-buru.

__ADS_1


***


Beberapa bulan setelah Yona mendapatkan transplantasi jantung membuat Daniel begitu bahagia, saat ini Yona terlihat begitu sehat dan bugar. Kebahagiaan dalam diri Daniel begitu meluap-luap, bahkan sepertinya Daniel terlihat jauh lebih bahagia dibandingkan Siska dan Herman.


Hari ini mereka sekeluarga hendak melaksanakan liburan keluarga dan sedang menuju ke sebuah villa yang memang jauh jaraknya dari tempat tinggal mereka.


Daniel dengan begitu senangnya membawa Yona dan ayahnya di dalam mobil nya, ayah dan ibu Yona berada di mobil yang berbeda karena katanya ingin membangun kesan romatis seperti pacaran dulu. Makanya ayah Daniel memilih untuk berada di mobil putranya.


Ditengah perjalanan, mereka masih berbincang-bincang, menyalakan musik dan terdengar begitu bahagia. Namun, saat mereka sudah memasuki kawasan hutan yang sepi penduduk, Daniel mencoba menurunkan kecepatan mobilnya karena takutnya ada binatang liar yang tiba-tiba lewat malah akan mencelakai mereka.


Namun, saat mencoba menurunkan kecepatan mobil Daniel tiba-tiba panik, dia menyadari jika rem mobilnya sudah rusak. Padahal jelas-jelas sebelum melakukan perjalanan, Daniel sudah terlebih dahulu melakukan service mobil itu agar dalam performa yang terbaik.


Namun, dengan tiba-tiba saja rem mobil nya rusak saat ini. Daniel sudah begitu panik, karena mobilnya semakin cepat dan sudah tidak bisa ia kendalikan lagi, saat itu memang sedang hujan lebat jadi jalanan sedikit licin, Yona, Daniel dan ayah Daniel sudah sangat takut. Dan seperti dugaan mereka mobil itu menabrak pembatas jalan juga pohon-pohon yang ada di pinggiran jalan itu sampai mobilnya terbalik dan mengeluarkan asap yang mengepul.


Daniel yang hanya sedikit terluka langsung bangkit dan melihat di sampingnya Yona sudah tidak sadarkan diri dan kepalanya berdarah-darah, namun di jok belakang dia juga melihat ayahnya yang juga tidak sadarkan diri dan terlihat terluka parah akibat benturan itu.


Saat ini Daniel sedang berada di situasi genting, apakah menyelamatkan calon istrinya dahulu atau menyelamatkan ayahnya.


Namun saat itu yang ada di benak daniel hanyalah menyelamatkan Yona. Segera Daniel menggendong Yona keluar dan meletakkan Yona ke tempat aman, karena memang sedang hujan lebat, Daniel masih sempat membuka jaket yang dia kenakan untuk menutupi tubuh Yona dari derasnya hujan.


“A … ayah? ti … tidak mungkin, a ..ayah?" ucap Daniel langsung tersungkur ditengah hujan lebat itu melihat ledakan api yang begitu besar. Baru saja Daniel telah menyebabkan kematian ayahnya. Saat menyelamatkan Yona, ayahnya sudah tidak dapat diselamatkan lagi.


Hujan deras yang menimbulkan suara yang keras itu tidak terdengar lagi di telinga Daniel. Semuanya menjadi diam, hening tak bersuara, Daniel sampai tidak menyadari jika ayah Yona dan ibu Yona juga sudah mengalami kecelakaan akibat jalanan licin yang diakibatkan oleh hujan deras.


Karena tadi mobil Daniel dalam kecepatan yang sangat tinggi membuat ayah Yona menambah kecepatannya, namun malah mengakibatkan mereka kecelakaan dan akhirnya membuat Herman kehilangan kemampuan berjalannya.


“A ..aku menyebabkan ayahku mati, aaaaaaaaaaa!!! ayaaaahhhhh!” teriak Daniel dengan suara yang begitu nyaring, dia menangis begitu keras memecah suara hujan yang lebat.


“Aaaaaaa, tolong siapapun tolong, aaaaaa!!!” teriak Daniel langsung tidak sadarkan di tempat ia tersungkur. Saat itu untung saja ada beberapa anak muda yang sedang lewat jalanan itu dan langsung melaporkan kejadian itu pada polisi.


***


“Ayah?” teriak Daniel tiba-tiba terbangun dari ketidak sadarannya. Saat ini dia terbangun dan melihat dirinya sedang berada di rumah sakit.


“Yang sabar ya Daniel, ayahmu sudah bersama dengan ibumu sekarang,” ucap pamannya, Roy pada Daniel. Memang saat ini Roy sudah berada di ruangan Daniel melihat keadaan keponakannya.

__ADS_1


Karena Daniel tidak sadarkan diri selama dua hari mengakibatkan Herman melakukan pemakanan kakak iparnya sendiri tanpa Daniel.


Tangisan Daniel pecah lagi, hatinya begitu remuk. Bagaimana mungkin kebahagiaan kemarin bisa langsung berubah dan berganti menjadi kepedihan seperti ini. Lalu setelahnya ia langsung menginat Yona.


“Paman, Yona, bagaimana dengan Yona, apakah dia baik-baik saja?” decak Daniel dengan mata yang memerah dan tubuh yang bergetar. Jika Yona juga pergi maka Daniel tidak akan bisa hidup lagi.


Mendengar pertanyaan keponakannya, Roy hanya terdiam sejenak namun langsung menjawab jika Yona sedang dirawat tepat di samping ruangan Daniel.


Dengan begitu cepat Daniel langsung berlari, tidak memperdulikan keadaan nya dan langsung bergegas ke ruangan Yona.


***


“Yona,” sahut Daniel pada Yona yang sedang duduk di kasur pasien. Saat ini Daniel begitu lega saat menemukan jika Yona baik-baik saja dan sudah sadarkan diri.


“Terimakasih sudah baik-baik saja, terimakasih,” ucap Daniel memeluk kekasihnya dan menangis dengan begitu pilu, menyayat hati.


Yona yang mengerti hanya bisa mengelus rambut orang yang ia cintai, saat ini Daniel sudah sebatang kara, ayah yang ia cintai itu sudah pergi meninggalkan Daniel sendirian di dunia ini.


“Tenang saja, kau masih memiliki ku, kau akan baik-baik saja,” ucap Yona menenangkan sakit hati yang Daniel rasakan saat ini. Untuk saat ini Yona hanya mampu memberikan dukungan semangat pada calon suaminya.


***


“Ini semua karena salahku, karena aku yang membawa mobil itu, jika saja aku membawa mobil yang lain,” ucap Daniel tersedu-sedu dan menyalahkan dirinya sendiri.


“Hei, lihat lah mataku, ini bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini semua sudah memang jalannya. Tolong jangan membuat dirimu menderita, bukankah kau masih memiliki janji pada ku? Kau boleh bersedih dan menangis, itu adalah sifat naluriah manusia, namun jika kau menyiksa dan menyalahkan dirimu sendiri maka aku tidak akan mengijinkan mu melakukan itu. Masih ada aku, masih ada ayah dan ibuku, kau tidak sendirian, aku mencintaimu,” ucap yona sekarang sudah memegangi wajah Daniel dan menatap matanya dengan penuh kelembutan.


Mendengar itu entah mengapa membuat hati Daniel lega, sebenarnya Daniel masihlah menyalahkan dirinya sendiri, namun saat ini dia memiliki seseorang untuk di jaga, jadi Daniel tidak boleh terlalu lama terpuruk dan melupakan tujuan utamanya.


Rasa sedih itu akan tetap ada namun Daniel harus bertahan demi Yona, seseorang yang sangat ia cintai, bahkan Daniel rela memberikan dunianya untuk orang yang dia cintai itu.


Yona begitu terpukul melihat keadaan calon suaminya itu, bagimana seumur hidup Daniel sudah menderita, saat kepergian ibunya Daniel sangat terpukul, belum lagi Daniel mencintai seseorang berpenyakitan sepertinya, jadi hari-hari Daniel dihabiskan hanya untuk menyenangkan Yona. Tidak pernah ada waktu untuk menyenangkan dirinya sendiri.


Daniel selalu menyalahkan drinya sendiri jika melihat Yona kesakitan atau pun terluka. Daniel akan merasakan perasaan yang lebih sakit jika Yona mengalami sakit.


Lalu setelah semua penderitaan itu, sekarang ayahnya yang sangat Daniel cintai pun pergi. Sungguh saat ini yang Daniel punyai hanyalah Yona seorang. Hal itu tentu saja disadari oleh Yona. Yona bersumpah akan terus berada di sisi Daniel dan bersama dengan nya apapun yang terjadi.

__ADS_1


__ADS_2