TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Mengembalikan semua pada tempatnya.


__ADS_3

***


Mendengar penolakan halus dari Yona tentu saja membuat Chiko patah hati, dia sudah tahu jika Yona akan menolaknya, saat melihat Yona menceritakan suaminya dengan mata yang berbinar, Chiko tahu jika waktu tidak berpihak padanya.


Tapi sebagai lelaki yang supportif, dia tidak akan memaksakan kehendak nya pada Yona. Jika ada orang mengatakan kita bahagia melihat orang yang kita cintai bersama orang lain, mungkin itu salah menurut Chiko.


Saat ini dia sama sekali tidak bahagia, manusia itu memang memiliki sifat egois, ingin dicintai oleh orang yang ia cintai, mereka yang tidak mendapatkan balasan cinta hanya menghibur hatinya dengan mempercayai jika dirinya juga ikut bahagia, tapi sesungguhnya sebagai manusia biasa yang juga memiliki perasaan cinta, pastinya hatinya pun sedang terluka.


Manusia sering mempercayai kebohongan yang dia ciptakan sendiri untuk melindungi hatinya.


"Aku tidak akan berbohong dan mengatakan aku bahagia untukmu dan suami mu, aku merasakan sakit hati sekarang, tapi sebagai seseorang yang menyukaimu aku berharap kau tetap bahagia seperti ini, buktikan padaku jika kau bahagia bersama nya, dengan melihat itu mungkin akan mematahkan harapan ku, tidak sekarang karena aku masih sangat menginginkan mu, sampai jumpa," sahut Chiko berkata jujur pada Yona.


Untuk menutupi rasa sakit hatinya, dia ingin pergi secepatnya dari tempat itu dan meluapkan nya di suatu tempat.


"Baiklah, sampai jumpa," sahut Yona melihat Chiko sudah pergi dan menundukkan wajahnya, saat ini wajah Chiko memang terlihat memerah seperti sedang menahan air mata.


***


Beberapa saat kemudian,


Saat ini Daniel sudah sampai di perusahaan pusat yang sudah sepenuhnya menjadi miliknya. setelah penerbangan Daniel sama sekali tidak pergi beristirahat, dia langsung bergegas ke kantor untuk mengurus semuanya.


Saat dalam penerbangan, Daniel sudah memerintahkan Henry menghubungi semua eksekutif untuk menghadiri meeting sore itu juga.

__ADS_1


Di ruang meeting,


Saat Daniel sampai semua eksekutif sudah duduk di kursi mereka masing-masing, Daniel yang sedang dalam mood tidak bagus akan menghabisi siapapun yang akan menentangnya saat ini.


Karena para eksekutif yang tidak mau bekerjasama, dia terpaksa meninggalkan istrinya sendiri, hal itu sudah menjadi alasan yang pantas untuk memberikan konsekuensi bagi para eksekutif di ruangan itu.


Melihat semuanya sudah duduk dengan tenang, Daniel langsung duduk di kursi kebesaran yang ada ditengah dan menatap dengan sinis orang-orang yang ada di dalam ruangan meeting.


"Aku tidak akan berlama-lama, aku adalah pemilik perusahaan ini, ayahku memberikan nya padaku, sebelum Roy menduduki kursi ini kalian pasti sudah tahu siapa pemilik sebenarnya tapi kalian mendiamkan diri karena mendapat keuntungan dari Roy, aku tidak membutuhkan orang-orang bodoh seperti itu, mau dikendalikan oleh seseorang yang bodoh seperti Roy!"


"Oh ya, orang-orang yang saat lalu tidak mau mengikuti arahan assisten ku, harap keluar dari sini sekarang juga dan angkat barang-barang mu! aku tidak membutuhkan para lintah seperti kalian yang hanya memiliki kepentingan khusus, jadi selagi aku masih berbicara dengan baik, sebaiknya kalian keluar dan angkat kaki dari perusahaan ku ini!" decak Daniel dengan suara yang meninggi dan ekspresi yang begitu menakutkan.


Para eksekutif itu tiba-tiba ricuh, mereka tidak menyangka jika mereka akan langsung di pecat, padahal mereka memegang peran penting dalam perusahaan.


"Brak!"


Para eksekutif yang menghadiri meeting menjadi ketakutan, mereka melihat sosok ayah Daniel dalam diri Daniel. Sesaat mereka menyadari jika mereka telah salah mendukung orang.


Kabar mengenai terpenjara nya Roy memang sengaja Daniel tutupi, karena itu akan mencoreng nama baik keluarga ibunya, dia tidak ingin karena kebejatan paman nya, nama ibunya akan ikut di seret.


Makanya para eksekutif itu tidak tahu jika mereka telah jatuh kedalam lobang ketamakan mereka sendiri seperti Roy, dan akibat dari ketamakan itu mereka akhirnya kehilangan pekerjaan nya.


Setelah melihat betapa tegas dan kerasnya Daniel, para eksekutif yang memang menentang Henry dan mendukung Roy satu persatu keluar dari ruangan meeting.

__ADS_1


Saat semua penentang sudah keluar, saat ini yang tersisa hanyalah beberapa orang, mereka adalah orang-orang yang bekerja sudah sangat lama dan mendukung ayah Daniel.


***


"Baiklah, para manusia tidak berkepentingan sudah keluar semua, saya sangat menghargai orang-orang yang berada disini, kalian pasti telah di tekan oleh Roy selama tiga tahun ini, sekarang semuanya akan kita mulai dari awal, orang-orang yang di rumahkan oleh Roy mulai besok akan kembali lagi bekerja, jadi saya yakin semuanya akan cepat membaik jika kita bekerjasama," sahut Daniel dengan yakin dan percaya diri di hadapan para eksekutif yang seharusnya seumuran dengan ayahnya.


Semenjak Roy menjabat memang, banyak eksekutif yang menentang nya, beberapa dari mereka telah di pecat dan di rumahkan, dan beberapa dari mereka yang berada di ruangan ini diperlakukan secara tidak adil. Saat ini Daniel memang sedang mengembalikan semua pada tempatnya masing-masing.


Orang-orang yang melihat wibawa Daniel sama seperti teman mereka yang tidak lain adalah ayah Daniel membuat mereka lega dan tenang. Akhirnya perusahaan yang mereka cintai ini akan jatuh ke tangan yang tepat.


Perusahaan Daniel memang bisa sangat maju bukan hanya karena kekuatan ayah Daniel, tapi juga para eksekutif yang mendukung ayah Daniel, Braham dari belakang.


Braham memang menganggap karyawannya sebagai teman dan saudara nya, makanya perusahaan nya cepat maju.


Untuk para eksekutif yang sudah hadir dan tetap bertahan di perusahaan nya diberikan bonus oleh Daniel, dia juga berterimakasih karena tidak meninggalkan kerja keras ayahnya walaupun sudah mengalami kesulitan selama tiga tahun oleh Roy.


Setelah semua pembicaraan dan rencana kedepannya usai, mereka di suruh pulang Daniel dan saat ini di ruangan hanya ada Daniel dan Henry.


"Henry, aku sudah membereskan semua internal yang tidak bisa kau tangani, aku yakin jika keadaan internal kita sudah baik maka perusahaan yang sedang menekan kita perlahan akan mundur, maafkan aku karena harus merepotkan mu lagi, tapi aku sungguh ingin langsung kembali pada istriku," sahut Daniel merasa telah memberikan terlalu banyak beban bagi Henry.


"Tidak masalah Pak, di hidupku ini aku akan mengusahakan yang terbaik untuk membantu mu, dibanding merasa berat hati aku malah merasa sangat senang karena Bapak membutuhkan aku," sahut Henry tersenyum pada Daniel.


Secara tidak disadari Henry memang sudah menganggap Daniel sebagai seorang saudara yang paling berharga baginya.

__ADS_1


Mendengar itu Daniel merasa terharu dan menepuk bahu Henry, seperti mengucapakan Terimakasih karena telah setia menemaninya apapun yang terjadi.


Daniel berjanji pada dirinya, jika semuanya sudah selesai akan memberikan liburan untuk Henry, karena Henry juga pastilah kelelahan.


__ADS_2