TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Cinta Yang Abadi


__ADS_3

***


Melly yang sedang ketakutan saat ini sudah kembali pulang tanpa mengabari Lohan, padahal jelas-jelas Lohan lah yang membawanya ke tempat itu.


Sesaat Melly menyadari jika dia sudah melakukan kesalahan yang fatal, dia sudah begitu risau saat ini, dia takut jika Daniel sudah mencurigai kejadian yang terjadi sekitar tiga tahun lalu.


“Semuanya sudah hancur, kenapa selalu aku yang kalah? Aku sudah mengerahkan segala perhatianku untuk nya tapi tetap saja tidak mampu membuatnya melupakan perasaan nya pada Yona, apa yang harus aku lakukan agar aku bisa sekali saja menang darinya, apa yang harus aku lakukan!” decak Melly dalam amarah dalam dirinya, ketakutan dan amarah sedang merajalela dalam dirinya saat ini.


Melly tadi bisa melihat jika Daniel belumlah mengingat apapun tapi tetap saja Daniel mencintai Yona, tetap saja perasaan nya kembali pada Yona.


Walaupun selama ini yang ada bersama Daniel adalah dirinya, tidak bisa membuat Daniel melupakan perasaan nya. Walaupun ingatan Daniel berantakan, namun hatinya tetap jatuh pada orang yang sama yaitu Yona. Teman lama yang paling ia benci karena merasa selalu saja merebut apa yang dia sukai seperti contohnya Daniel.


Melly mengenal yona dan Daniel adalah saat mereka duduk di bangku SMA dahulu, saat itu Yona dan Daniel selalu saja bersama, hal itu lah yang menarik perhatian Melly, saat itu Melly menyukai Daniel sama seperti gadis lainnya yang juga menyukai Daniel, karena Daniel begitu tampan dan kaya raya.


Namun Daniel rela bersekolah ditempat yang biasa saja. Dan belakangan Melly tahu alasan Daniel bersekolah di tempat itu adalah agar Daniel bisa menjaga dan mengawasi Yona yang memang memiliki fisik yang lemah.


Saat itu, Melly merasa jika Daniel menganggap Yona hanya sebagai adik saja, makanya Melly mendekati Yona untuk menjadi temannya, agar kiranya Yona bisa mendekatkan dirinya dan Daniel.


Namun, selama Melly dekat dengan Yona, tidak sekalipun Daniel melihat kearahnya, perhatian Daniel hanya tertuju pada Yona. Tidak hanya dalam bidang percintaan saja, semua perhatian selalu tertuju pada Yona, Yona begitu cantik dan memiliki perilaku yang baik, jadi banyak orang yang menyukainya.


Melly yang sudah terbiasa mendapatkan perhatian sebelum berteman dengan Yona merasa menjadi bayangan di samping Yona, saat itu Melly mulai tidak menyukai Yona dan menyimpan kebencian di hatinya.


Sampai saat puncak Daniel melamar Yona dan meminta Yona untuk menikah dengan Yona. Walaupun Daniel sudah tahu jika Yona adalah wanita penyakitan yang nyawanya bisa sewaktu-waktu pergi, namun hal itu tidak dihiraukan oleh Daniel dan tetap melamar Yona karena memang Daniel begitu mencintai Yona.


Sekitar tiga tahun lalu, Melly akhirnya mendapatkan kesempatan, Melly juga sudah memanfaatkan kesempatan itu dengan sangat baik. Namun, tetap saja tidak mampu membuat Daniel jatuh hati padanya, tetap saja hatinya selalu jatuh pada gadis yang ia benci itu.


***


Lohan yang juga menginap di sebuah hotel sedang terbayang oleh kelucuan Yona yang ia lihat itu, gaya kungfu panda yang diperlihatkan Yona begitu berbekas di hati Lohan. Baru kali ini dia menemukan wanita seperti Yona, begitu lucu dan apa adanya.


“Apakah aku mampu merebutnya? Haha, aku coba saja, lagian tidak ada salahnya mencoba,” gumam Lohan dengan senyuman yang begitu lebar tergambar di wajahnya.


***


Beberapa hari kemudian,

__ADS_1


Liburan selama seminggu yang Daniel dan Yona lakukan begitu menyenangkan, Daniel sungguh memberikan seluruh perhatian nya untuk Yona, memperlakukan Yona dengan begitu lembut dan hormat.


Hari ini adalah hari terakhir mereka liburan, saat ini mereka sedang berada di pemandian air panas pribadi, mengistirahatkan badan mereka yang begitu lelah, bukan saja karena melakuklan aktifitas jalan-jalannya, namun juga karena kenakalan Daniel yang tidak bisa menahan dirinya pada Yona istrinya.


“Sayang, tidak kah kau merasakan sesuatu? Seperti misalnya kehadiran seorang bayi?” ucap Daniel kearah istrinya yang juga ikut berendam di pemandian air panas.


Daniel merasa satu minggu penuh sudah mengerahkan segala tenaga yang ia punyai, pastinya Daniel yakin jika saat ini Yona sudah mengandung anaknya.


“Memiliki anak tidaklah semudah itu, nanti aku periksa dulu,” jawab Yona yang sedang merileks kan dirinya di pemandian air panas. Saat ini dirinya memang sedang begitu lelah, begitu lelah karena harus menerima gairah suaminya yang begitu besar.


Setelah merilekskan diri mereka di pemandian air panas itu, Daniel berencana mengakhiri liburan ini dengan makan malam romantis di tengah hamburan pasir yang begitu indah, agar kenangan yang mereka tinggalkan akan semakin bermakna dan membekas di hati mereka.


Semuanya sudah di siapkan oleh Daniel, dia sudah menyewa pekerja untuk mendesign tempat itu agar terlihat seperti tempat impian untuk setiap orang yang melihatnya, Daniel ingin memberikan yang terbaik utnuk istrinya.


***


Malam hari,


Saat ini, Yona sedang menggunakan dress midi yang terlihat pas di tubuhnya, dia begitu cantik dan indah dimata Daniel, saat Daniel melihat tampilan istrinya, ingin sekali Daniel langsung memakan Yona saat itu juga, namun Daniel menahan hasratnya, karena dia masih ingin menunjukkan kejutan yang sudah ia siapkan pada istrinya.


“Sayang kau begitu cantik sampai mataku tidak berkedip,” goda Daniel menutup mata istrinya dan menggendong istrinya ala bridal style ketempat yang sudah ia atur.


Sesaat setelah Yona membuka matanya, Yona bisa melihat lampu-lampu yang berkerlip begitu indah, bunga-bungan yang bertebaran dengan begitu indahnya, meja dan kursi yang terususn begitu elegan di hamparan pasir putih yang begitu luas.


Saat ini pemandangan nya begitu indah, di tempat itu hanya ada mereka berdua ditemani hamparan pasir putih dan desiran ombak sebagai alunan musiknya.


Di meja yang sudah disusun, ada beberapa makanan kesukaan Yona, entah dari mana Daniel mengetahui itu namun saat ini makanan sudah ada di atas meja tersusun dengan begitu menggairahkan.


yona seperti hidup dalam mimpi, Yona tidak ingin bangun dari mimpi indah ini, bagaimana tidak, saat ini hidupnya sudah lengkap, orang yang begitu ia cintai sedang duduk dihadapannya memandanginya dengan tatapan begitu cinta, dan saat ini mereka berada dibawah bintang-bintang berkerlip indah, saat ini tidak ada lagi yang Yona inginkan, semuanya sudah tercapai.


Makan malam yang begitu indah seperti cerita dari negeri dongeng pun terlaksana dengan begitu baik, Daniel begitu puas karena telah menyenangkan dan membahagiakan istrinya. Saat ini melihat kebahagiaan istrinya adalah hal yang utama bagi Daniel.


Setelah melahap makanan yang ada di atas meja, ada beberapa pelayan yang datang untuk membereskan bekas piring yang ada di atas meja sembari menghantarkan wine sebagai minuman penutup mereka.


“Aku sangat bahagia, sudah tidak ada lagi yang ku inginkan,” sahut Yona dengan senyuman yang tergambar di wajahnya.

__ADS_1


“Tidak, kau harus menginginkan lebih banyak hal lagi, aku akan mengabulkan apapun itu, semuanya akan kukabulkan,” sahut Daniel menggenggam tangan istrinya.


“Benarkah? semuanya? aku akan memegang kata-katamu, tidak boleh ditarik ya,” sahut Yona tersenyum penuh arti ke arah suaminya.


“Iya, aku bisa mengabulkan apapun yang kau inginkan, karena aku adalah suamimu, dan sebagai suamimu aku akan membahagiakanmu,” sahut Daniel begitu percaya diri.


Pernyataan itu disambut dengan senyuman bahagia di wajah Yona, sampai saat Daniel berjalan kearahnya dan memasangkan Yona sebuah kalung yang Daniel design khusus untuk istrinya.


Kalung yang diberikan oleh suaminya ini berbentuk bunga bleeding heart dengan taburan bintang disekitarnya, Yona yang melihat bentuk kalung itu sedikit termenung, kalung itu begitu indah namun dia tidak tahu makna dari bentuk kalung itu.


“Sayang, kalung ini khusus aku design untukmu, bentuknya memang aku pesankan seperti ini, arti dari bentuk ini adalah cinta yang abadi, dan arti dari bintang ini adalah bahwa selamanya kau tidak akan pernah tersesat berjalan kearahku, karena bintang merupakan penunjuk jalan yang paling akurat,” sahut Daniel menjelaskan maksud dari bentuk kalung yang ia design untuk istrinya.


“Cinta yang abadi ya? makna yang begitu dalam, cinta yang abadi,” gumam Yona tersenyum. Dia begitu bahagia mendapatkan makna cinta dari suaminya.


“Tapi aku sama sekali tidak memiliki hadiah untuk mu, kau memberikan aku sebanyak ini, namun aku sama sekali tidak memberikan apapun untukmu,” keluha Yona dengan wajah yang sendu pada suaminya.


Saat ini Yona memang sama sekali tidak mempersiapkan sesuatu pada suaminya.


“Kau adalah hadiah terbaik yang pernah aku miliki, aku tidak ingin menerima apapun lagi, biarkan aku memberikan semua yang kubisa untukmu, walaupun itu tidak bisa menebus kesalahanku tapi biarkan aku memberikanmu segalanya,” ucap Daniel menggenggam tangan istrinya sembari menandang mata Yona dengan begitu lembut.


“Seandainya ini bisa bertahan selamanya, apakah aku sedang memperparah keadaan? apakah ke egoisanku membawa kepedihan yang lebih mendalam untukmu? maafkan aku,” gumam Yona dengan kepedihan yang begitu mendalam di hatinya.


Namun tentu saja Yona tidak menunjukkan hal itu pada suaminya, Yona tetap tersenyum agar Daniel tidak khawatir dan malah merusak makan malam yang sudah susah-susah suaminya atur.


Setelah makan malam, mereka berdua kembali ke kamar hotel yang menjadi tempat mereka menginap, Daniel yang memang sudah kelelahan mengatur semua kejutan yang sudah ia laksanakan sekarang sedang tertidur dengan lelap. Hatinya begitu damai, kebahagiaan nya meluap-luap, sudah tidak ada lagi rasa sakit yang sering ia rasakan.


***


Keesokan harinya,


Daniel terbangun agak kesiangan, saat bangun dia meraba di sampingnya ingin segera memeluk istrinya pagi itu. Namun, dia tidak menemukan Yona disitu, Daniel masih berpikir jika Yona mungkin saja berada di balkon kamar ataupun kamar mandi, jadi Daniel memutuskan untuk tertidur sebentar lagi sebelum waktu penerbangan mereka.


Namun setelah beberapa saat Daniel semakin keheranan karena Yona belum juga kembali, Daniel masih mengontrol dirinya dan menenagkan hatinya, dengan pelan dia memeriksa balkon dan kamar mandi, namun tidak ada Yona disitu, Daniel sudah mulai panik, dia pergi berlari ke resepsionis hotel dan menanyakan perihal Yona.


Karena pastinya resepsionist akan tahu setiap tamu yang keluar dan masuk, dan dari resepsionis itu Daniel tahu, jika tengah malam Yona sudah pergi.

__ADS_1


Daniel masih mencoba menenangkan hatinya, Daniel sedang membohongi dirinya dengan mengatakan pada dirinya sendiri jika mungkin Yona memiliki urusan di luar yang mengharuskan Yona pergi ditengah malam.


Walaupun alasan itu tidak masuk akal, namun Daniel ingin mempercayai hal itu. Jantung Daniel sudah berdetak begitu cepat, tubuhnya bergetar, dia tidak ingin memikirkan hal yang buruk, dia pasti gila jika mempercayai apa yang sedang ia pikirkan saat ini.


__ADS_2