
***
Daniel kembali mengingat sikap kasarnya pada istrinya juga sikap brengsek yang telah tega menghianati istrinya. Air mata yang sudah tidak terbendung sekarang sudah mengalir.
"Inikah mengapa kau tidak bisa menjawab ku dengan benar saat aku menginginkan seorang anak? apakah memang aku sudah tidak memiliki kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku? kau bilang apapun yang terjadi kau tetap akan mencintai ku? tapi mengapa kau meninggalkanku seperti ini? apakah kau sedang menghukum ku?"
Ribuan pertanyaan sedang berputar di kepala Daniel, dia sedang menyalahkan dirinya sendiri, hatinya sungguh sakit, bahkan lebih sakit daripada rasa sakit yang selama tiga tahun ini ia sembunyikan.
Tapi segera Daniel mengusap air matanya, dia tidak boleh menyerah, jika memang ini adalah ujian dari Tuhan maka Daniel akan menghadapi nya, jika ini adalah cara untuk bisa bersama Yona maka Daniel akan berjuang untuk menemukan Yona dan menuntaskan kejadian tiga tahun lalu.
"Aku tidak akan kalah, tunggu aku Yona, aku tidak akan membiarkan mu menderita sendirian lagi, biarkan aku menanggungnya bersama mu," ucap Daniel kembali mempersiap kan dirinya untuk melaksanakan makan malam dengan Melly.
***
Di apartemen Melly,
Saat ini Melly begitu bahagia karena assisten Daniel, Henry menelepon dirinya untuk datang ke rumah Daniel.
"Pasti Daniel sudah sadar, dia pasti sudah akan kembali lagi padaku, sia-sia aku cemas dan terlalu curiga," ucap Melly sembari berdandan begitu cantik.
Melly sungguh yakin jika Daniel mengundang nya makan malam adalah untuk meminta nya kembali, Melly tahu jika Daniel berhutang Budi pada dirinya jadi tidak mungkin Daniel melepaskan Melly dengan mudah.
Tanpa menaruh curiga yang berarti Melly sama sekali melupakan luka hati yang ia rasakan beberapa saat yang lalu, melupakan semua kecurigaan nya dan langsung pergi ke rumah Daniel.
Sesampainya di rumah Daniel, Melly di sambut oleh Henry. Saat ini memang Henry masih berada di rumah Daniel atas perintah atasannya.
Henry pun menuntun Melly menuju meja makan yang sudah ia persiapkan.
__ADS_1
***
"Sayang, sudah kuduga kau tidak akan bisa melepaskan aku, aku sangat takut beberapa saat yang lalu saat kau mengatakan berpisah dariku," sahut Melly dengan wajah yang amat berbinar. Dia sungguh bahagia saat ini.
Tanpa dipersilahkan duduk, Melly langsung duduk di kursi yang paling dekat dengan Daniel. Di situ memang sudah disusun rapih makanan juga minuman beralkohol tinggi yang di pesankan Daniel untuk Henry.
Walaupun Daniel saat ini dalam keadaan resah dan sedih, dia tetap harus melakukan peran ini dengan baik. Apapun yang di rahasiakan oleh Melly harus di ketahui oleh Daniel saat ini juga.
Daniel tersenyum ke arah Melly, Daniel mencoba sebisa mungkin untuk membuat Melly percaya jika tidak ada hal yang mencurigakan yang sedang terjadi.
Karena dibutakan oleh obsesi nya terhadap Daniel, Melly sama sekali tidak mencurigai ataupun meragukan Daniel. Yang ada di benak Melly saat ini hanyalah jika Daniel sudah kembali padanya dan tidak akan pernah meninggalkan dirinya.
Lalu, sesuai rencana Daniel, mereka berdua melaksanakan makan malam itu dengan baik. Dan di akhir acara makan malam, Daniel menuangkan wine ke gelas Melly.
Karena merasa begitu bahagia, Melly langsung saja meneguk semua wine yang ada di gelas nya.
Setelah beberapa saat meneguk minuman, Melly mulai merasa pusing, kesadarannya mulai hilang.
Saat memastikan Melly sudah mabuk, Daniel datang mendekat dan menyuruh Henry memegangi Melly.
***
"Melly, tiga tahun lalu saat kau menemaniku di saat-saat paling menyedihkan dalam hidup ku, apakah kau tahu mengenai terapi hipnotis yang mengubah ingatan ku?" tanya Daniel sekarang sudah duduk di hadapan Melly yang sedang kehilangan kesadaran.
Saat ini posisi mereka memang masih berada di tempat yang sama, namun saat ini sudah ada Henry yang memegangi Melly agar tidak terjatuh.
"Hmmm, aku sangat mencintaimu Daniel, aku melakukan itu karena aku tidak mau kehilangan mu," sahut Melly dengan gaya seseorang yang sedang mabuk berat.
__ADS_1
"Maksud mu kehilanganku? jadi kau kah yang menyarankan terapi hipnotis? lalu mengapa yang jadi waliku adalah paman ku?" tanya Daniel semakin kebingungan.
Sebenarnya Melly takut kehilangan Daniel karena apa? apakah karena keberadaan Yona atau karena alasan lain.
"Daniel, aku sangat mencintaimu, saat itu hanya itulah yang bisa menyelamatkan mu, jangan meninggalkan aku," jawab Melly tiba-tiba menangis dengan begitu pilu.
"Maksudnya? bukankah saat itu aku baik-baik saja? lalu maksud dari menyelamatkan aku itu dari apa?" tanya Daniel dengan nada yang mulai meninggi, sungguh saat ini semuanya semakin membingungkan bagi Daniel.
Semakin dia tahu akan kejadian yang sebenarnya terjadi, kepala Daniel semakin pusing.
"Aku, aku tidak mau mengatakan hal itu, nanti kau akan dalam bahaya lagi, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku menyetujui itu karena aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kau mati dan meninggalkan aku," jawab Melly masih menangis namun langsung tertidur.
"Sepertinya kadar alkoholnya terlalu tinggi Pak, nona Melly sudah tertidur," sahut Henry pada Daniel yang terlihat semakin penasaran.
Terlihat dari ekspresi Daniel yang terlihat tidak sabaran, nafas nya juga ikut memburu dan tangannya di kepal dengan begitu erat.
Dari jawaban Melly, Daniel tahu jika ada yang tidak beres dari semua ini, ada orang yang mengatur semua ini. Ada skenario yang besar telah terjadi tiga tahun lalu. Mengenai kecelakaan itu pasti juga orang itu yang telah mengaturnya.
Tapi, pastinya bukan Melly orang nya, ada seseorang yang tidak bisa Melly sebutkan nama orang itu demi nyawa Daniel.
Jika dugaan Daniel benar, ingatannya terpaksa diubah adalah untuk menyelamatkan nyawa Daniel dari orang itu.
"Sialan! aku pasti akan mencari tahu semua ini secara tuntas!" decak Daniel dengan tubuh yang gemetaran. Wajahnya memerah dan matanya terpejam sesaat, Daniel terlihat seperti orang yang sedang meredam emosi dan amarahnya.
"Bawa dia kembali ke apartemen nya, aku ingin menenangkan diriku sejenak malam ini, oh iya, besok setelah pemeriksaan kita harus ke rumah orang tua Yona. Ada yang ingin aku bicarakan dengan mereka," sahut Daniel sekarang sudah kembali ke ruangan nya.
Melihat atasannya yang terlihat begitu lesu membuat Henry sedih, bagaimana tidak, orang yang ia kagumi, seseorang yang begitu keras dan berwibawa sekarang terlihat begitu lemah dan tidak berdaya.
__ADS_1
"Tenang saja Pak, aku pasti akan mengerahkan segala kemampuan ku untuk membantu mu," gumam Henry dalam hatinya.
Lalu, segera Henry melakukan perintah atasannya, dia membawa Melly kembali ke apartemen Melly.