TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Waktu Yang Hilang Tidak Akan Bisa Kembali


__ADS_3

***


Daniel segera pergi ke kamar hotelnya kembali untuk mengambil ponselnya, ia ingin menelepon orangtua Yona, juga para pelayan yang ada di rumah sekiranya Yona sudah pulang duluan.


Tring … Tring … Tring


“Halo Ibu, apakah Yona sedang berada di rumah Ibu?” sahut daniel pada Siska, ibu mertua Daniel.


Namun, pertanyaan Daniel hanya disahut oleh isakan tangis oleh Siska.


Daniel memejamkan matanya sejenak, menenangkan dirinya yang sedang begitu panik setelah mendengar isakan tangis dari Siska, Ibu mertua nya.


“I … Ibu, apakah Yona pulang ke rumah Ibu?” tanya Daniel sekali lagi, namun kali ini suaranya sudah bergetar hebat, ketakutan dan kekhawatirannya sudah tidak bisa ia bendung lagi.


Lalu Siska memberitahukan pada Daniel jika Yona meninggalkan sebuah surat untuk mereka, memberitahukan agar tidak mencarinya karena penyakitnya yang sudah tidak tertolong lagi, belum sempat Siska melanjutkan omongannya, ponsel Daniel sudah terjatuh, pandangan matanya menjadi kabur, jantung nya serasa mati rasa, tangannya bergetar, saking sakitnya perasaan Daniel sampai membuat Daniel terdiam seperti orang gila, sampai di titik Daniel sudah tidak mampu meneteskan air matanya.


Sampai pada saat pandangan matanya tertuju pada meja di dekat mejanya, di situ sudah ada sebuah surat terletak dengan begitu rapih. Karena tadi Daniel sudah panik duluan membuat Daniel sama sekali tidak memperhatikan surat itu.


Dengan tubuh bergetar Daniel mengambil surat itu, tangisan yang sudah tidak bisa ia bendung sekarang sudah mengalir dengan begitu deras. Penyesalan yang tidak akan pernah sembuh menghujam jantung Daniel, Daniel meremas surat itu, saat ini Daniel sudah tidak bisa berpikir jernih, hatinya hancur dan dunianya seolah remuk.


Bagaimana tidak isi surat yang ditinggalkan istrinya begitu menyayat hati dan begitu mampu menghancurkan Daniel, memberikan luka yang amat menyakitkan untuk Daniel.

__ADS_1


Isi surat Yona untuk Daniel :


“Untuk suamiku tercinta, ini aku Yona, istrimu, kau ingat saat kau mengatakan akan mengabulkan apapun permintaanku? aku ingin menagihnya sekarang, saat ini permintaanku adalah agar kau bisa melupakan ku dan melanjutkan hidupmu dengan baik."


"Temukanlah gadis yang tepat untumu dan berbahagialah, selama tiga tahun aku menunggumu, selama tiga tahun aku ingin menciptakan kenangan yang indah denganmu, namun apalah daya, takdir begitu jahat pada kita, takdir mempermainkan kita sampai saling menyakiti seperti ini."


"Kau ingat saat aku memberikan surat permintaan cerai untukmu? malam itu aku menunggumu semalaman, memasak untukmu dan berharap setidaknya kau datang walaupun hanya sebentar. Saat itu, keputusan ku sudah bulat, namun dengan tiba-tiba saja sikapmu berubah padaku, seolah takdir sungguh mempermainkan kita."


"Namun semua sudah terlambat, tiga tahun yang hilang sudah tersia-siakan, niat awal mu untuk menikahi ku sudah hancur. Aku tidak menyalahkan mu, juga tidak menyalahkan siapapun. Karena kau sudah melunasinya selama satu minggu terakhir,"


"Umur ku sudah tidak panjang, bahkan saat ini pun kau pasti belum mengingatku kan? gadis lemah yang kau cintai ini. Saat ini aku sudah begitu bahagia, sudah tidak ada lagi yang ku inginkan, aku bisa pergi dengan tenang, tolong jangan mencariku dan menyakiti dirimu lagi, selama hidupmu kau sudah berkorban untuk ku, untuk kali ini lepaskan lah aku dan jalani lah hidupmu dengan baik. Sekali lagi maafkan aku yang telah egois menyita waktumu satu minggu untukku, karena sebelum aku pergi aku ingin memiliki kenangan denganmu, simbol cinta abadi yang kau berikan untuk ku akan kubawa denganku, selamat tinggal.”


Penyesalan yang sedang berputar di kepalanya saat ini sungguh mampu membuatnya hampir gila. Waktu yang tidak bisa di putar serasa menjadi panah yang akan menusuk jantung Daniel, begitu menyakitkan sampai ingin mati saja.


“Ingatan apa yang sudah kulupakan? kenapa sampai seperti ini? kenapa? apakah kesempatan untukku memang sudah hilang? aku kira kita sudah lebih baik. Aku kira akhirnya kita akan berbahagia,” itulah pertanyaan berulang-ulang yang di ucapkan oleh Daniel sedari tadi.


Daniel tidak sadar jika dia sudah termenung seperti orang gila selama hampir satu harian, sampai saat asistennya Henry menjempunya karena tadi Siska ibu mertua Daniel menghubungi Henry untuk menjemput menantu nya.


Siska begitu khawatir karena tadi saat dihubungi oleh Daniel, ia langsung terdiam sampai panggilannya terputus.


***

__ADS_1


Setelah Henry membuka kamar hotel yang sama sekali tidak dikunci,


“Kau bilang dia sudah mendapatkan donor jantung, kau bilang beberapa bulan sebelum kecelakaan dia sudah mendapatkan donor jantung, tapi kenapa? kenapa dia masih meninggalkan ku?” itulah ucapan yang Daniel ucapkan pada assisten nya sesaat setelah Henry membuka pintu kamar hotel.


Henry begitu terkejut melihat keadaan Daniel yang seperti seseorang yang kehilangan arah, matanya kosong dan matanya sembab. Entah apa yang sudah ia lalui tapi saat ini Daniel terlihat seperti orang yang tersesat dan kebingungan, tidak ada arah di matanya hanya ada kehampaan dan keputus asaan.


“Pak, bukankah Bapak dulu begitu mengenal nyonya Yona? Bapak harus mengumpulkan tekad Bapak saat ini, pasti jika Bapak memperbaiki ingatan Bapak, pastinya akan memberikan petunjuk kemana nyonya Yona pergi, bukankah seharusnya sekarang Bapak mencarinya? Jika Bapak sungguh menyesal, seharusnya sekarang Bapak sudah harus mencarinya,” ucap Henry memberikan semangat untuk atasannya.


Sungguh Henry tidak pernah meliat Daniel yang begitu berwibawa dan keras terlihat begitu lemah dan begitu menyedihkan.


Mendengar pernyataan Henry membuat Daniel menyadarkan dirinya. Apapun itu rintangannya, bahkan itu takdir sekalipun, Daniel akan melawan nya, Daniel akan menentangnya, karena dia tidak akan bisa hidup tanpa Yona.


Masa lalu yang ingin dilupakan oleh Daniel akan Daniel selidiki sampai tuntas, semuanya harus di luruskan kembali. Apapun dibalik semua ini harus dikembalikan pada posisi awalnya.


“Tunggu aku, aku pasti akan menemukan mu, bahkan jika kau bersembunyi di sudut bumi manapun, aku pasti akan menemukanmu!” ucap Daniel dengan tatapan yang begitu tajam.


Daniel kembali sadar jika apapun yang terjadi, dia harus menemukan Yona dan menyembuhkan nya apapun yang terjadi, tapi pertama-tama Daniel harus memperbaiki ingatannya dahulu.


Rahasia apapun yang terjadi tiga tahun lalu harus ia temukan, semuanya bersumber dari itu, apapun yang membuatnya dan Yona berpisah harus Daniel selidiki dan selesaikan, apapun itu akan Daniel lakukan, sampai Yona kembali lagi padanya.


Tidak ada waktu untuk meratapi ataupun menyesal sekarang, Daniel harus berusaha menemukan Yona. Jika sungguh Daniel dan Yona dahulu saling mengenal maka pastinya akan memberikan petunjuk kemana Yona pergi.

__ADS_1


__ADS_2