
***
Di restoran,
Saat ini sore sudah berganti malam, Daniel dan Yona sedang duduk di sebuah restoran mewah yang sudah khusus Daniel kosongkan untuk makan malam mereka berdua.
Daniel mempersiapkan banyak sekali makanan enak juga para pemusik, jadi selagi mereka makan dan berbincang-bincang, maka akan ada alunan musik yang lembut akan mewarnai malam itu.
Tawa yang tergambar di wajah Yona sungguh indah, apalagi saat ini Yona begitu cantik mengenakan gaun yang begitu indah.
Senyum yang di wajah Yona begitu menawan hingga membuat Daniel terdiam sesaat melihat kecantikan istrinya.
"Mengapa tiga tahun ini aku tidak tahu jika aku memiliki istri secantik dirinya? dasar bodoh!" gumam Daniel masih terpaku dan terpesona akan kecantikan Yona.
"Ada apa? apakah ada sesuatu yang salah?" tanya Yona pada Daniel yang sedang terdiam melihati dirinya.
"Tidak, tidak, hanya saja kau terlalu cantik membuatku terpesona," jawab Daniel jujur dan serius.Menurut Daniel Yona adalah wanita tercantik yang pernah ia lihat.
"Haha, aku tidak tahu kau jadi semakin pandai menggoda, padahal dulu ..." jawab Yona keceplosan, namun segera ia alihkan pembicaraan.
"Ma ... makanan nya enak sekali, kau mengajakku ketempat yang bagus, aku sangat bahagia sekarang," sahut Yona sedikit gugup dan matanya berkedip-kedip.
Daniel sudah tahu ada yang tidak beres namun dia tidak ingin menghancurkan makan malam yang indah ini, karena lambat laun Daniel juga akan tahu, Daniel ingin menikmati proses demi proses nya perlahan-lahan.
Setelah makan malam di restoran, Daniel mengajak Yona keluar restoran.
"Sayang, aku mempersiapkan kejutan yang lain untukmu, tutup matamu ya, nanti dalam hitungan ketiga baru kau buka," ucap Daniel dengan lembut sembari menutup mata istrinya dengan kedua tangannya dan menuntun Yona ke halaman restoran yang begitu luas.
__ADS_1
"Satu ... dua ... tiga!" sahut Daniel.
Dan pada saat hitungan ketiga Daniel melepaskan tangannya dan memeluk Yona dari belakang. Sedangkan Yona membuka matanya dan terlihatlah kembang api yang begitu banyak dan meriah sedang bermekaran di langit yang berwarna gelap.
"Wah, indah sekali, kapan kau mempersiapkan ini?" tanya Yona pada Daniel yang sedang memeluknya.
"Kau tidak perlu tahu sayang, aku berjanji mulai dari hari ini, kau akan melihat hal yang lebih menakjubkan lagi, kau akan bahagia bersamaku," jawab Daniel sembari mencium pundak Yona yang memang sedikit terbuka.
Seraya mereka menikmati pemandangan indah kembang api yang bermekaran,
"Daniel kau lihat kembang api itu, amat bersinar tapi hanya sebentar kemudian menghilang, namun mereka meninggalkan kebahagiaan bagi setiap orang yang melihatnya, juga mengukir kan warna pada langit gelap yang redup, menurut mu bagaimana jika aku adalah kembang api?" tanya Yona pada Daniel suaminya.
"Tidak mau! seperti yang kau bilang kembang api hanya bertahan sebentar lalu menghilang, kau tidak akan menghilang dan tidak akan pernah ku biarkan menghilang! dan lagian kau ini manusia bukan kembang api, berani-beraninya kau menyamakan dirimu dengan kembang api itu!" ketus Daniel sudah memutar tubuh Yona agar menghadap kearahnya.
Mendapati jawaban dari Daniel, Yona hanya tersenyum membisu. Lagi-lagi Daniel kebingungan dengan senyuman itu, sesuatu yang Daniel tidak bisa baca dan mengerti dari istrinya.
Lalu segera Daniel mencium istrinya, di ciumnya Yona seperti seseorang yang sedang amat saling merindukan, ciuman itu begitu lembut sampai membuat hati mereka masing-masing meleleh dan melupakan apapun yang ada di benak mereka masing-masing.
"Kau tidak akan menghilang seperti kembang api, kau akan tetap disini bersamaku," ucap Daniel sedikit melonggarkan ciuman nya.
Lalu setelah itu mencium kembali istrinya,
Mereka yang berciuman dibawah rembulan dan kembang api yang bermekaran persis seperti cerita dongeng yang ada di dalam sebuah cerita.
Saat ini benak kedua insan yang sedang berciuman itu memikirkan hal yang sama.
Baik Yona maupun Daniel, sangat ingin menghentikan waktu saat itu juga, agar keindahan dan kebahagiaan akan terus berlangsung selamanya.
__ADS_1
***
Sesaat yang lalu saat Daniel mengakhiri hubungan nya dengan Melly membuat Melly begitu marah.
"Yona lagi Yona lagi!!!! sampai kapan kau akan membuatku kesal seperti ini? aku sangat membencimu! Daniel adalah milikku, dan aku akan merebut nya darimu secepatnya!" decak Melly kesal dan merusak apapun yang ada di atas meja. Padahal saat ini dia masih berada di kafe dekat rumah Daniel.
Tring ... Tring ... Tring
"Halo, Lohan kau sedang ada dimana?" tanya Melly tersedu-sedu pada selingkuhannya Lohan.
"Ada apa Melly? kenapa kau menangis?" tanya Lohan keheranan saat mendengar jika Melly menghubungi nya sembari menangis tersedu-sedu.
"Daniel memutuskan aku, dia mengakhiri hubungan kami! huhu, dia kembali pada istrinya sekarang," sahut Melly keceplosan pada Lohan.
Semua orang memang belum ada yang tahu jika Daniel sudah menikah, karena dahulu pernikahan antara Daniel dan Yona dilakukan secara tertutup oleh keluarga mereka.
"Ho? dugaan ku ternyata benar, yang di cintai oleh Daniel bukanlah Melly melainkan orang lain, haha! semakin menarik!" gumam Lohan sembari menghisap rokok yang memang sedang berada di tangannya.
Karena Lohan merasa Melly masih dibutuhkan membuat Lohan ingin tetap menipu Melly.
"Kau boleh datang ke rumahku sayang, aku akan membuatmu melupakan si Daniel itu!" ucap Lohan menggoda Melly.
Dan tentu saja hal itu di setujui oleh Melly, memang tujuannya menghubungi Lohan adalah agar Melly dapat menghabiskan malam dengan Lohan dan melupakan Daniel sesaat.
Walaupun pastinya Melly akan tetap mengejar Daniel, Melly tidak rela jika penantian nya bertahun-tahun akan lenyap hanya karena masalah kecil.
"Aku harus bisa menjadi istri Daniel, aku tidak peduli harus menggunakan cara apapun, aku tidak mau selalu kalah dari dia!" decak Melly langsung pergi bergegas menuju rumah Lohan.
__ADS_1