TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Akhir Bahagia


__ADS_3

***


Sebelum lanjut mampir yuk ke karya author yang masih lanjut judulnya Suamiku seorang MAFIA, ini season kedua dan ketiga Simpanan Pria Arogan loh. hehe


btw ga nyangka banyak yang baca novel ini, makasih yaa, maafkan atas segera kekurangan novel ini 🥺



***


Sudah beberapa saat Daniel terdiam, mematung. Dia sadar tapi seperti mati.


Beberapa suster datang keluar ruangan dan membawa seorang bayi dan meletakkan nya di sebuah ruangan yang dibuatkan suhunya persis sama dengan suhu kandungan ibunya.


Anak itu memang masih belum waktunya lahir, jadi dia perlu di rawat di ruangan inkubasi dahulu.


Namun, yang keluar hanya suster dan bayi nya, dokter yang masuk tadi belum juga keluar.


"Pak Daniel, Pak Daniel!" suara seorang suster memanggil Daniel yang sedang duduk terdiam.


Daniel menoleh ke arah suster itu dengan tatapan kosong, hidupnya sudah kehilangan cahaya, yang ada hanya ruang hampa dan kepedihan.


"Pak, putri anda sudah lahir, apakah Bapak mau melihatnya sebentar?" sahut suster itu mencoba memberikan penghiburan pada Daniel.


Namun, hal itu tidak berhasil menggerakkan hatinya, pandangannya masih kosong dan mulutnya tidak mampu berbicara.


Suster itu mencoba menuntun Daniel menuju ruang inkubasi yang jaraknya begitu dekat dari ruang operasi istri Daniel. Daniel yang sudah seperti seseorang yang linglung dan kehilangan arah hanya bisa mengikut.


Saat sampai di ruangan inkubasi, Daniel bisa melihat seorang bayi yang persis mirip dengan istrinya.


Tangisan Daniel pecah, dia berteriak dan dadanya terasa begitu sakit, dia yang sudah kehilangan arah dan cahaya seolah dipaksa untuk sadar, masih ada seseorang yang harus ia lindungi.


Saat melihat putrinya tertidur di ruangan inkubasi seolah menggerakkan hatinya, namun rasanya terlalu sakit, rasa sakit ini bahkan lebih sakit dari yang bisa seseorang bayangkan.


"Putriku, ibumu pasti selamat, kau adalah cahaya hidup kami, maafkan ayah yang sejenak tidak mampu menyambut mu," ucap Daniel sembari terisak. Rasa sakit itu seperti menyebar ke sekeliling Daniel, suster yang juga berada di ruangan ikut menangis dan merasakan kepedihan hati Daniel.


Setelah beberapa saat, Daniel ingat jika di surat Yona meninggalkan hadiah untuknya dan putrinya. Segera Daniel pergi keruangan istrinya dan membuka laci. Di laci Daniel melihat sebuah kotak.


Segera Daniel buka kotak itu dan terlihatlah hasil rajutan istrinya. Baju-baju bayi yang terlihat sangat lucu, juga sebuah syal berwarna merah, terukir bunga bleeding heart. Simbol cinta abadi yang Yona berikan pada suaminya.


Saat ini rasanya tangisan dan teriakan sudah tidak mampu menggambarkan betapa sakit dan hancurnya Daniel, hanya mata nya yang mampu menjawab betapa hidup dan cintanya sedang mati.


Daniel memeluk syal berwarna merah yang sembunyi-sembunyi Yona rajut kan untuknya. Di genggamnya erat syal itu seolah menggenggam harta paling berharga yang pernah ia miliki.

__ADS_1


Hari ini adalah hari paling bersejarah bagi Daniel, hari dimana hatinya mati dan hancur. Tapi juga hidup kembali demi putrinya.


***


5 Tahun kemudian,


"Alina sayang, kemarilah Ayah ikatkan rambut mu dulu, kita sudah hampir terlambat ke rumah nenek," sahut Daniel pada putrinya yang sudah berumur lima tahun.


Putrinya dinamai Alina yang artinya cahaya, Alina begitu mirip dengan ibunya, sangat cantik dan lucu.


"Ayah harus mengajakku main nanti ya, sehabis dari rumah nenek," ketus Alina dengan wajah cemberut. Namun malah memperlihatkan betapa imut dan lucunya Alina, putri satu-satunya.


"Iya, Ayah janji," sahut Daniel tersenyum saat ini sedang berusaha mengikat rambut putrinya.


"Janji ya, bawa paman Henry ya Ayah," sahut Alina sudah begitu girang saat ayahnya menyetujui keinginan nya.


"Iya tuan putri, Ayah janji," sahut Daniel sudah menyelesaikan ikatan rambut putrinya. Dan langsung menggendong putrinya untuk pergi menuju rumah nenek Alina, orang tua dari Yona, istrinya.


***


Di sebuah kafe,


"Kau harus berhenti mengejarku, aku ini sudah bersuami dan memiliki anak, apakah kau mau aku melaporkan mu ke polisi?" teriak seorang gadis pada Lohan yang sedari tadi mengajak nya berbicara.


"Haha, kau sangat menarik, aku tidak bisa tidak tertarik dengan mu," sahut Lohan dengan gaya nya yang jenaka dan wajah yang menggodanya.


"Aku tidak akan bosan, kau terlalu menarik, jadi bagaimana bisa aku bosan?" ketus Lohan tidak peduli akan peringatan gadis yang sedang ia goda.


Daniel dan Alina yang juga sengaja datang ke kafe itu berhenti sejenak saat melihat pemandangan di hadapan mereka.


"Ayah, sepertinya Ibu sudah mendapatkan ayah baru, bukankah dia tampan?" tanya Alina yang saat ini sedang menggenggam tangan ayahnya dengan erat.


"Tidak kah kau lihat Ayah lebih tampan, kali ini ibumu dalam masalah yang besar!" decak Daniel saat melihat Yona sedang berbicara dengan Lohan rekan bisnisnya yang selama ini selalu saja mengganggu Yona.


Daniel langsung melangkah ke arah Yona dan memeluknya, "Sayang, bukankah kau kesini untuk membelikan oleh-oleh untuk ayah dan ibu mertuaku? kita akan terlambat jika kau masih disini," sahut Daniel sengaja memeluk istrinya dihadapan Lohan.


"Dan kau! jika sekali lagi aku melihatmu mendekati istriku, maka gedung perusahaan mu akan ku robohkan!" decak Daniel memberikan peringatan terakhir pada Lohan.


Sembari membawa istri dan Putri kecilnya keluar dari kafe itu.


Lohan memang selalu saja berusaha mendekati Yona, padahal jelas-jelas Yona sudah memiliki anak dan suami.


Lohan hanya tersenyum melihat keluarga kecil itu berjalan semakin menjauh membelakangi nya.

__ADS_1


"Sepertinya aku memang sudah terlambat seribu tahun untuk mendekati gadis itu, bagaimana pun usahaku tidak ada yang berhasil! mungkin sudah saat nya aku mencari gadis yang lain," sahut Lohan pada dirinya sendiri. Saat ini ia merasa iri pada keluarga kecil Daniel yang terlihat begitu bahagia dan harmonis.


***


"Sayang, kau semakin nakal saja, lihat saja bagaimana aku akan menghukum mu nanti," decak Daniel merasa kesal pada istrinya.


"Itu bukanlah salahku, menjadi menarik dan cantik bukanlah sebuah kesalahan. Bagaimana pun juga aku hanya akan menjadi milikmu jadi tidak usah takut," sahut Yona saat ini sudah berada di dalam mobil yang sama dengan suaminya dan putri kecilnya.


"Tidak bisa. aku akan tetap memberikan mu pelajaran," decak Daniel merasa begitu kesal saat tadi Lohan lagi-lagi berada dalam jarak yang dekat dari istrinya.


Yona yang mendengar itu hanya bisa geleng-geleng, dia sudah terbiasa atas kecemburuan suaminya ini.


Tidak terasa mereka sudah sampai di rumah orangtua Yona, mereka disambut dengan hangat, di rumah itu Henry sudah sampai lebih dulu. Alina langsung berlari memeluk kakek dan juga neneknya.


Hari ini memang Siska mengundang mereka semua untuk makan malam di rumahnya, kebahagiaan keluarga itu sungguh hangat, tidak bisa dibayangkan sebelumnya jika keluarga mereka akan lengkap dan sangat bahagia seperti ini


Karena sudah malam, Yona dan Daniel hendak pulang, namun Alina tidak mau, dia ingin menginap di rumah kakek dan neneknya. Daniel tentu saja merasa bahagia dengan itu, dia akan memiliki waktu yang lebih banyak dengan istrinya tanpa gangguan.


"Ayah, besok harus menepati janji ya, kita harus pergi ke taman bermain," sahut Alina yang sedang di gendong oleh neneknya.


"Iya ayah janji," sahut Daniel buru-buru dan mencium putrinya, dia langsung menarik Yona pergi dari rumah mertuanya. Dia sudah tidak sabar untuk menghabiskan malam dengan istrinya yang paling ia cintai.


"Nek, sepertinya ayah lebih mencintai ibuku daripada aku, mulai dari hari ini aku akan lebih banyak bersama Nenek, karena ayah lebih perhatian pada ibu," ketus Alina merasa sebal.


***


Setelah beberapa saat Daniel dan Yona akhirnya sampai di rumah mereka.


Daniel saat ini sudah memeluk istrinya,


"Sayang, apakah kau ingat? Lima tahun yang lalu kau memberikan aku surat perpisahan, saat itu aku rasanya seperti sudah gila, sampai pada saat dokter yang aku ancam keluar dan memberikan kabar paling membahagiakan dalam hidup ku."


"Kau bisa selamat, walaupun kemungkinannya kecil tapi kau selamat dan saat ini sedang bersama denganku, apakah kau tahu aku sangat bersyukur untuk itu. Tidak ada hal lain lagi yang ku inginkan," Sahut Daniel kembali mengingat kejadian lima tahun lalu. Saat dia merasa jika istrinya akan meninggalkan nya, dan ternyata sebuah mukjizat datang dan menyelamatkan istrinya.


"Bukan hanya kau, aku juga sangat bahagia, akhirnya kita bisa menua bersama, mari kita bahagia dan mencintai seumur hidup kita," sahut Yona membalas pelukan Daniel dengan begitu erat.


Lima tahun lalu, sebuah mukjizat memang nyata terjadi dalam hidup Yona. Yona diberikan sebuah pelajaran hidup paling berharga tahun itu, jika semuanya tidak berada dalam kehendak manusia melainkan kehendak Tuhan. manusia hanya bisa mengikuti garis takdir yang sudah diberikan Yang Kuasa.


"Hehe, baiklah mari kita mulai hukuman mu," goda Daniel dengan ekspresi yang nakal dan mulai mencium istrinya dengan penuh gairah.


Saat ini, Daniel memang begitu bahagia, dia meluapkan nya dengan semua sentuhan yang sedang ia lancarkan pada istrinya.


Malam yang begitu panjang pun mereka lalui, kebahagiaan yang begitu hangat mewarnai malam mereka.

__ADS_1


Bukan hanya malam itu saja, di kemudian hari, mereka akan melalui hari mereka dengan kebahagiaan, saling memberikan cinta dan menghargai setiap waktu.


TAMAT


__ADS_2