
***
"Sayang, kenapa kau tidak katakan padaku? kalau kita akan memiliki bayi?" tanya Daniel lembut pada istrinya yang sedang ia peluk.
"Apakah dokter itu tidak mengatakan apapun padamu? kenapa kau masih berbohong, mengatakan padaku jika aku baik-baik saja, aku sedang tidak baik-baik saja," Yona yang sudah lelah berbohong langsung mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya.
Dia ingin suaminya ini menerima kenyataan dan melepaskan nya dengan tenang.
"Kau baik-baik saja! apakah kau lupa jika apa yang aku katakan selalu benar? kau baik-baik saja dan akan selalu baik-baik saja, jangan pernah mengatakan hal itu lagi, aku mohon," balas Daniel dengan tubuh yang bergetar. Pertahanan nya sudah hancur, air mata yang tadi baru saja ia tahan sudah tumpah lagi.
Yona yang menyadari jika Daniel begitu terpukul ikut merasakan sakit, dia ikut menangis dan memeluk suaminya.
Inilah yang di takutkan oleh Yona, seperti saat ini, karena hal inilah Yona ingin meninggalkan Daniel, agar Daniel tidak menangis dan terluka seperti ini. Namun sepertinya semuanya sudah terlambat.
"Maafkan aku, maafkan aku karena telah memberikan luka hati padamu lagi dan lagi, aku juga ingin sembuh, aku juga ingin hidup bahagia denganmu, tapi sudah tidak bisa. Aku hanya ingin kau menerima kenyataan dan tetap hidup, hidup untuk ku. Lalui lah hari-hari mu dengan ku dengan kebahagiaan, aku yakin cinta tidak harus selalu bersama dan memiliki," ucap Yona mengusap dengan lembut rambut suaminya.
"Jangan meminta maaf sayang, aku hanya percaya jika kau baik-baik saja. Aku akan menjagamu, berbahagia lah denganku mulai dari saat ini, jangan menangis dan bersandar lah padaku, aku mencintaimu," bisik Daniel menumpahkan isi hatinya saat ini.
Dia begitu mencintai gadis yang sedang ia peluk saat ini, dia tidak akan membiarkan apapun mengambilnya.
***
Siska dan Herman yang sudah dikabari oleh Henry jika Daniel telah menemukan Yona dan membawa Yona pulang saat ini sudah bergegas datang ke rumah Daniel.
Tok ... Tok ... Tok
Daniel dan Yona yang sedang berbagi kenyamanan diganggu oleh ketukan pintu dan saat Daniel membuka pintu dia bisa melihat Siska dan Herman yang sudah berada di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Ibu, Ayah?" sahut Daniel saat melihat mereka berdua yang sudah berdiri di depan pintu dengan ekspresi yang hampir menangis.
Yona yang juga mendengar suara Daniel yang memanggil ayah dan ibu langsung menoleh ke arah pintu.
Tangisan langsung membanjiri pipi Yona, dia langsung duduk di kasur dan merentangkan tangannya agar dipeluk oleh Ibu dan Ayahnya.
"Ibu, Ayah, maafkan aku," Isak Yona yang sudah menangis sampai sesenggukan.
Siska langsung membawa Herman yang berada di kursi roda itu dan langsung memeluk putrinya yang terlihat begitu lemah.
"Yona, putriku apakah kau baik-baik saja? kenapa kau semakin kurus? apakah kau lupa makan? kenapa tubuhmu begitu dingin?" pertanyaan bertubi-tubi langsung keluar dari mulut Siska.
Dia menjamah wajah Yona dengan gemetaran, dan memeriksa tubuh Yona memastikan jika semuanya baik-baik saja.
"Maafkan aku Ibu, aku telah berbohong pada kalian, aku hanya ingin kalian tetap bahagia dan tidak bersedih karena aku lagi, maafkan aku," ucap Yona dalam tangisan yang sudah ia tumpahkan. Saat melihat ayah dan ibunya rasanya rindu yang ada dalam diri Yona begitu meluap-luap.
"Bodoh, kau adalah putri kami, kau kira dengan pergi begitu saja akan membuat kami bahagia? kau adalah kebahagiaan kami, kau harus tetap di sisi kami dengan begitu barulah kami bahagia," balas Siska sudah menangis memeluk kembali Yona, putrinya yang terlihat begitu lemah.
Herman yang juga melihat keadaan putrinya begitu lemah dan Pucat sungguh menghujam jantungnya, putri yang begitu ia cintai dan sayangi saat ini terlihat begitu rapuh dan kurus.
Herman hanya bisa tertunduk dan tidak mampu berucap, hanya air matanya yang mampu menjawab rasa sakit dan kepedihan dalam dirinya saat ini.
Yona yang melihat ayah yang ia kagumi dan hormati tertunduk dan terisak sungguh menyayat hatinya.
"Ayah, Ayah maafkan aku, aku bersalah telah meninggalkan kalian, maafkan aku," ucap Yona saat ini sudah menggenggam tangan ayahnya yang sedang tertunduk dan terisak menangis.
Herman yang sudah melihat kearah putrinya saat ini sedang mengusap air mata putrinya, saat menyentuh kulit Yona, Herman bisa merasakan rasa dingin dari kulit Yona.
__ADS_1
"Putri kecilku, hartaku, hidupku, kenapa kau terlihat pucat sekali?" ucap Herman dengan tangisan. Tangannya bergetar dan hatinya begitu sakit dan rapuh sekarang.
"Ayah jangan menangis, aku yang salah maafkan aku," Yona begitu terpukul saat melihat air mata ayahnya.
Selama ini ia belum pernah melihat ayahnya menangis seperti ini, sungguh mengoyak hati Yona. ayah yang begitu ia banggakan, ayah yang begitu gagah saat ini terlihat begitu lemah dan rapuh di hadapan putrinya.
"Tidak putriku, maafkan Ayah, seandainya aku menjagamu dengan lebih baik, maafkan ayah," ucap Herman memeluk putri yang amat dia cintai.
Siska yang melihat kedua orang yang dia cintai kalut dalam air mata ikut memeluk mereka berdua. Saat ini keluarga kecil itu sedang mengungkapkan rasa cinta nya.
Itulah orangtua, apapun yang terjadi, putrinya tetaplah gadis kecil bagi mereka, kebahagiaan anaknya adalah kebahagiaan terbesar bagi setiap orangtuanya. orangtua akan selalu ada di belakang untuk mendukung dan menepuk bahu anaknya jika anaknya sedih dan butuh bantuan.
Saat ini, hati Siska dan Herman sedang terkoyak, sebagai orangtua mengetahui jika Umur anaknya sudah dekat merupakan neraka bagi mereka.
Ingin rasanya mereka mengutuk dunia ini, ingin rasanya menukar nyawa mereka demi putrinya. Tapi apalah daya, manusia hanyalah mahluk Fana, tidak bisa mengubah takdir, mengembalikan waktu.
Manusia hanyalah hidup sementara jadi hargailah waktu dan berbahagia dengan orang yang dikasihi agar tidak adalagi penyesalan seperti yang dirasakan oleh Siska dan Herman saat ini.
Rasanya mereka ingin memutar waktu agar lebih banyak bersama Yona lagi, agar membahagiakan Yona apapun yang terjadi.
Daniel yang melihat reuni keluarga yang begitu mengharukan, sudah lama keluar dari kamar, dia tidak ingin menganggu Yona dan orangtuanya dulu.
Pengumuman :
Halo semuanya ada perubahan Jadwal tayang, kedepannya akan tayang di jam 8 malam ya. Hari ini aku update dua Episode kedepannya akan kembali ke awal ya, update 1 episode. Soalnya aku masih dikampung nih, awal Januari baru balik Jakarta, jadi waktu untuk membuat Novelnya terganggu sama beberapa hal. hehe
Btw terimakasih ya untuk semua yang mendukung Lopiyu pul :)
__ADS_1