
***
Mendapati respon seperti itu tentu saja membuat Daniel senang, Daniel bisa melihat jika Yona istrinya memang memiliki perasaan terhadapnya, Daniel bisa melihat dari mata Yona bahwa Yona juga menginginkan Daniel sama seperti Daniel menginginkan Yona.
Kegiatan panas yang mereka lakukan pagi itu bertahan begitu lama, karena Daniel serasa belum puas dan selalu ingin, lagi dan lagi, seolah tubuh Yona memberikan segalanya untuk Daniel, seseuatu yang belum pernah ia rasakan atau terima sebelumnya dari para wanita-wanita yang ia tiduri sebelumnya.
***
Tring … Tring … Tring
“Halo Pak?” sahut Henry sedikit keheranan saat melihat di hari sabtu seperti ini Daniel menghubunginya, padahal biasanya Daniel sama sekali tidak pernah menghubungi dirinya jika di hari weekend karena sibuk berpesta dengan wanita-wanita cantik di luaran sana.
Saat ini Daniel memang sedang berada di balkon kamarnya, dia menghubungi assistennya untuk menyelidiki perihal yang ingin ia ketahui, dia tidak ingin mengganggu tidur Yona yang sedang terlelap akibat kelelahan melayani nya.
“Bisakah kau selidiki perihal latar belakang Yona dan keluarga nya? Dan hubungan antara keluarga Yona dan keluargaku, dan coba selidiki apakah dulu aku dan Yona pernah berhubungan sebelumnya,” ucap Daniel memberikan tugas pada Henry. Karena Daniel yakin jika ada sesuatu yang sudah di tutupi darinya.
Mendapat perintah tersebut dari atasannya membuat Henry sejenak kebingungan dan terdiam.
“Sejak kapan atasanku mulai tertarik dengan Nyonya Yona? apakah sudah terjadi sesuatu?” gumam Henry kebingungan.
Namun, segera ia pusatkan kesadarannya kembali dan langsung menyanggupi permintaan atasannya.
“Baik Pak, akan segera saya selidiki, secepatnya akan saya berikan datanya kepada Bapak,” sahut Henry sopan menjawab perintah atasannya.
Setelahnya Daniel mengakhiri panggilan telepon antara dirinya dengan henry assistennya.
__ADS_1
Dan segera Daniel kembali masuk ke kamarnya dan menemui Yona yang sedang tidur terlelap.
“Apa yang sedang kau sembunyikan dariku? kenapa kau tidak mampu mengatakannya padaku?” ucap Daniel mengusap dengan lembut rambut panjang Yona yang sedang terurai.
Lalu setelahnya Daniel kembali tidur di samping istrinya, mensejajarkan tubuhnya dan memeluk Yona dengan erat.
"Lihatlah, bahkan saat kau di samping ku, aku tetap merasa seolah kau akan meninggalkan ku, apa sebenarnya yang kurasakan ini?" gumam Daniel semakin memeluk istrinya dengan erat.
Tring ... Tring ... Tring
Bunyi ponsel Daniel mengganggu tidur Daniel yang sedang memeluk istrinya. Lalu segera ia melihat jika di layar ponsel sudah tertera nama Melly.
Daniel sesaat lupa jika dia belum mengakhiri hubungannya dengan Melly.
"Hemm, Melly nanti malam ada yang ingin aku bicarakan, kau datanglah ke kafe dekat rumah ku," sahut Daniel tidak ingin memperpanjang panggilan telepon itu lebih lama lagi.
"Baiklah, aku akan datang, aku sudah sangat merindukan kamu," sahut Melly merasa jika hubungan mereka masih baik-baik saja. Melly tidak tahu jika maksud dari perjumpaan nya dengan Daniel adalah bahwa Daniel akan mengakhiri hubungan mereka.
Saat Yona menawarkan kesepakatan itu, awalnya Daniel hanya ingin main-main saja, awalnya Daniel merasa jika Yona tidak akan mampu membuat nya setia.
Namun, hanya dalam satu hari saja semuanya berubah, sesuatu yang belum jelas dan ambigu sekarang sudah jelas. Perasaan sakit dan tidak enak di hati Daniel selama ini, sesuatu yang tidak ia mengerti adalah bahwa Daniel tidak ingin kehilangan Yona.
Daniel juga merasa jika ada sesuatu yang hilang dari dirinya, sesuatu yang akan ia cari dan temukan sebentar lagi.
***
__ADS_1
Setelah beberapa saat,
"Hoam! sudah berapa lama aku tidur? sial! aku tidak tahu jika dia akan menghabisi ku selama itu, pantas saja banyak yang suka padanya ternyata dia sangat perkasa!" ucap Yona sembari menilik ke dalam selimut melihat keadaan tubuhnya yang banyak sekali tanda biru.
Disetiap bagian ada tanda biru nya, dan saat melihat tanda biru di tubuhnya, tiba-tiba Yona mengingat kejadian itu dan tersenyum tersipu malu.
"Aaaaa, aku malu, aku malu, kenapa rasanya jadi mendebarkan seperti ini? aaaaa!" teriak Yona dengan teriakan kecil sembari menutupi kepalanya dengan selimut dan menendang-nendang kaki nya di selimut. Saat ini Yona persis seperti anak ABG yang sedang kasmaran dan mendapatkan ciuman pertamanya.
Yona tidak sadar jika Daniel masih disampingnya, sekarang Daniel sedang terkekeh dan geleng-geleng melihat tindakan istrinya.
"Sayang, mumpung kau masih memiliki energi, apa kau mau kita lanjutkan lagi?" bisik Daniel ikut masuk ke dalam selimut dan menarik Yona yang belum sama sekali berbusana ke dalam pelukannya.
"APA? dia masih disini? jadi ... jadi semua yang aku ucapkan barusan dia dengar kah? TIDAK!!!!!!!!" batin Yona berteriak karena merasa amat malu. Apalagi tadi dia bersikap kekanak-kanakan, tidak seperti Yona yang biasanya.
Mendengar ucapan Daniel, Yona hanya membisu dan mematung, sungguh saat ini Yona ingin menggali kuburannya sendiri dan mengubur dirinya disitu.
"Sayang apakah kau malu?" bisik Daniel menggoda istrinya.
Yona yang sudah kehabisan akal hanya bisa berpura-pura tidur dan memejamkan matanya.
"Hoam, apa? tadi kau bilang apa? aku baru saja bangun," sahut Yona berpura-pura tidak tahu dan bersandiwara seolah dia baru saja bangun.
"Hehe, sayang aku tidak tahu jika kau pandai sekali bersandiwara, aku tidak akan melakukannya lagi, kau masih terlalu lelah setelah beberapa waktu lalu melayaniku," balas Daniel dengan santai, seolah jawabnya adalah jawaban yang biasa dan tidak akan membuat Yona malu.
"Ya ampun, kenapa dia bisa dengan santainya mengatakan hal-hal seperti itu? apakah yang malu disini hanya aku? apakah dia tidak malu?" gumam Yona masih saja malu dan membenamkan wajahnya di dada suaminya. saat ini mereka sedang berpelukan di kasur.
__ADS_1