TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Diary


__ADS_3

***


Daniel membaca lembar demi lembar buku diary istrinya. Saat ini Daniel memang sudah berada di taman tempat Herman menenangkan dirinya. Namun, sedari tadi mereka berdua sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing, terdiam membisu karena menyalahkan dirinya.


Herman termenung dengan ingatan akan putrinya, sedangkan Daniel saat ini sedang begitu serius membaca buku harian Yona yang menceritakan seluruh perasaan Yona.


Dari buku harian istrinya, Yona menceritakan tentang perjumpaan pertamanya dengan Daniel saat kecil dahulu, bagaimana Daniel dulu selalu menjahilinya namun juga melindunginya dari anak-anak yang nakal.


Di buku diary itu juga tertulis dengan begitu jelas bagaimana Yona sungguh mencintai Daniel dengan segenap hatinya. Namun juga menyesal karena telah mencintai Daniel, Yona merasa tidak pantas karena dirinya hanyalah wanita penyakitan sedangkan Daniel begitu populer dan tampan. Sungguh sia-sia jika Daniel memilih dirinya sebagai pasangan hidup.


Semua perasaan yang tidak pernah Daniel ketahui sekarang sedang ia baca dari ungkapan hati istrinya yang tertuang di Diary.


Lagi-lagi air mata mengalir begitu saja tanpa di perintahkan, rasa sakit karena telah melupakan ingatan, rasa sakit karena telah menyia-nyia kan Yona selama tiga tahun.


Jika bukan karena ingin mencari Yona saat ini Daniel pasti sudah gila dan terkurung dalam penyesalan, jika saat itu Henry tidak datang dan memberikan dirinya motivasi mungkin saat ini ceritanya akan berbeda, mungkin Daniel akan hancur dan tidak mampu menerima kenyataan.


Daniel meremas dan memukul-mukul dadanya, namun sesakit apapun dia memukul dadanya rasa sakit tidak hilang juga, rasa perih tetap saja menusuk seolah tidak memberikan jeda pada Daniel. Mengetahui seberapa besar cinta Yona untuknya memberikan Daniel rasa sakit yang semakin mejadi-jadi.


Ada kata-kata yang membuat tangisan Daniel pecah, bahwa Yona akan sembuh dan berjuang jika Daniel tetap berada disisinya, Yona akan melawan penyakitnya karena Daniel memilih berjuang bersamanya.


Seperti langit yang runtuh, Daniel seperti menghancurkan mimpi dan harapan kecil istrinya, harapan Yona yang ingin hidup bersamanya telah ia hancurkan selama tiga tahun terakhir.

__ADS_1


“AAAhhhhhhh!” teriakn pilu keluar dari mulut Daniel, dia sudah tidak mampu menahan rasa sakit dan penyesalan ini. Dia menampar wajahnya sendiri, memukul dadanya. Dia sudah tidak sanggup meneruskan membaca diary istrinya.


“Tiga tahun aku menghancurkan mimpimu, tiga tahun aku membuatmu menderita, aku pasti akan mati jika aku tidak menemukanmu,” Daniel berteriak sembari menangis dengan begitu pilu. Ingatan-ingatan itu seperti pisau dua mata yang sedang menghujam jantungnya.


Tubuh yang bergetar dan suara yang parau akibat teriakan itu sungguh menampilkan betapa rapuhnya Daniel sat ini, menunjukkan betapa tidak berdaya nya dirinya.


Herman yang juga berada di taman itu melihat Daniel yang sedang menderita, hati Herman kemudian tergerak, di kayuh nya kursi roda nya mendekati Daniel, lalu menepuk-nepuk pundak Daniel seperti sedang menenangkan menantunya.


“Ayah, apa yang harus aku lakukan? Aku hampir gila, rasanya begitu sakit sampai aku hampir mati, apa yang harus aku lakukan!” decak Daniel dalam penyesalan dan tangisan nya.


Air mata yang bercucuran tidak mau berhenti, rasa sakit yang menusuk  pun juga tidak mau berhenti.


Kedua pria yang begtitu keras itu sekarang sedang dalam keadaan begitu lemah dan tidak berdaya akibat penyesalan dan rasa kehilangan yang mereka rasakan. Angin yang berhembus itu pun seolah menemani mereka dalam kekalutan hati mereka berdua.


Setelah beberapa saat tangisan pilu yang menyayat hati itu sedikit demi sedikit berhenti, saat ini mata yang penuh kehampaan dan ekspresi menyedikan itu sedang memandangi hamparan taman yang begitu luas.


“Dulu aku meningat jika kau juga pernah menangis seperti ini saat Yona terjatuh dan lututnya berdarah, kau menyalahkan dirimu karena tidak bisa menjaganya, tapi kau tahu kau langsung bisa bangit saat itu juga, kau bersumpah akan melindunginya dan menjaganya apapun yang terjadi,"


"Kau harus mempertanggung jawabkan janjimu, temukan istrimu dan bahagiakan lah dia. Menangis lah jika itu bisa melegakan hatimu, tapi berjanjilah untuk menemukan Yona, sama seperti dulu kau berjanji untuk menjaganya selamanya,” sahut Herman memecah keheningan mereka berdua.


“Aku bersumpah akan menemukan dia Ayah, apapun yang terjadi aku harus menemukan istriku,” sahut daniel meyakinkan ayah Yona.

__ADS_1


Karena saat ini tujuan Daniel memang hanyalah untuk menemukan Yona, tidak ada yang lain.


“Jika begitu sekarang aku sudah tenang, kau pasti mampu menemukan putriku, karena aku percaya padamu, menurutmu mengapa orang yang begitu keras sepertiku ini menyerahkan putrinya pada pria lain, disamping karena janjiku dengan ayahmu, aku juga amat mempercayaimu, bahwa kau bisa menjaga putriku dengan benar. Jangan mengecewakan ku dan bawalah putriku pulang,” sahut Herman dengan tegas pada Daniel.


Walaupun Herman tahu saat ini Daniel begitu terpuruk dan sedang berada di titik nol hidupnya, namun Herman ingin Daniel tetap mengingat janji nya, Herman juga ingin agar daniel tidak menyerah dan tetap bangit untuk menemukan putrinya.


Setelah mereka berdua saling mengeluarkan isi hatinya di taman yang berada di dekat rumah Yona, mereka kembali ke rumah.


Daniel langsung meminta ijin untuk pergi melanjutkan pencarian Yona istrinya. Walaupun Daniel belum mengingat apapun, dia tetap akan berusah mencari keberadaan yona. Istrinya.


***


“Halo, persiapkan penerbangan untukku, aku akan kembali besok karena peringatan hari kematian kaka ku akan diadakan dua hari lagi,” sahut Roy pada sekretarisnya.


Roy adalah adik dari ibu Daniel. Saat ini Roy memang sedang memegang salah satu perusahaan milik ayah Daniel yang berada di luar negeri itu. Karena sebentar lagi peringatan hari kematian kaka nya sudah dekat makanya Roy berniat pulang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.


“Aku juga sudah sangat merindukan keponakanku, apa kabar ya dia?” ucap Roy yang berada di ruang kerjanya. Dia memang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan keponakan nya, putra dari saudari nya.


Karena begitu sibuk mengurusi pekerjaan membuat Roy begitu jarang memberikan kabar pada keponakannya, jadi hanya saat peringatan kematian saudarinya itulah waktu untuk Daniel dan Roy bertemu dan bertukar kabar.


Roy memang begitu menyayangi keponakan nya, apalagi saat kepergian ayah Daniel, saat ini hanya dirinyalah saudara satu-satunya milik Daniel.

__ADS_1


__ADS_2