
***
“Kenapa hanya untuk lima hari kedepan? aku akan berada disisimu selamanya, dan aku akan memberikan apapun yang kau mau,” ucap Daniel kembali membalas pelukan istrinya.
“ehem … ehem!” seseorang dengan tatapan datar sedang melihat kearah Yona dan Daniel. semuanya karena saat ini Daniel dan Yona sedang bermesraan dihadapan begitu banyak orang.
Dan jomblo ngenes yang tadi melihat mereka di pantai kembali melihat kemesraan Yona dan Daniel lagi saat makan malam.
“Sialan, aku berlibur untuk mengurangi suntuk dan kepedihan kesendirianku ini, tapi dengan santainya kedua orang ini dengan terang-terangan menunjukkan kemesraan nya?” decak orang itu merasa iri dengan kemesraan kedua sejoli yang ia lihat.
“Haha, dia pasti iri pada kita sayang, ayo kita pulang dan lanjutkan di kamar,” goda Daniel menggandeng istrinya dan mengajaknya kembali ke hotel mereka.
“Apa? lanjutkan? tidak kah yang tadi siang sudah cukup?” ketus Yona dengan ekspresi yang begitu keheranan melihat suaminya ini.
“Jika itu kau, tidak akan pernah cukup,” goda Daniel mengecup bibir istrinya dengan tetap melanjutkan langkahnya.
Saat ini mereka berdua terlihat seperti pasangan yang baru saja di mabuk cinta dan tidak mementingkan keadaan sekitar, dunia serasa milik berdua dan yang lainnya hanyalah figuran yang tidak penting.
Lohan dan juga Melly yang berada di tempat yang sama sedang melihat kemesraan Yona dan Daniel. Melly begitu murka namun ada ketakutan di wajahnya, entah apa yang sedang ia sembunyikan, namun kemarahan masih lebih besar dari itu.
Dia sangat tidak suka melihat Daniel bersikap sangat manis pada Yona, karena selama hampir tiga tahun mereka bersama tidak pernah sekalipun Melly melihat mata itu dari Daniel. Mata yang penuh kasih sayang dan rasa hormat pada pasangannya.
Melly dengan begitu murka meremas tangannya dan tubuhnya bergetar. Lohan yang melihat itu mejadi tertawa sinis. Lohan sejenak tahu, jika Melly sama sekali tidaklah berharga untuk Daniel.
Dari pemandangan yang ada di hadapannya, Lohan langsung tahu seberapa besar Daniel mencintai gadis itu, gadis yang ia temui tempo hari di kantor Daniel.
__ADS_1
“Melly, tidak kah menurutmu kau harus melkukan sesuatu? bukankah kalian sudah berhubungan selama kurang lebih tiga tahun?” bisik Lohan ingin memancing emosi Melly.
“Benar! Akulah yang lebih berhak dari Yona, aku lah yang bersama Daniel di saat-saat terpuruk, akulah yang seharusnya berada di sampingnya!’ decak Melly sudah tidak mengiraukan apapun lagi dan segera bergegas mengejar Yona dan Daniel yang sedang bergandengan tangan.
“Oppss, pemandangan menarik sebentar lagi akan diperlihatkan,” decak lohan dengan senyuman miring diwajahnya. Lohan tidak sabar melihat kejadian apa yang akan terjadi selanjutnya.
***
“Daniel!” seru Melly menarik tangan Daniel yang sedang bergandengan dengan istrinya.
Melly sungguh sedang mencari masalah sekarang, dia sedang ditutup oleh mata kecemburuan dan amarah sampai lupa akan watak asli Daniel.
Daniel dan Yona yang melihat kehadiran Melly begitu terkejut, apalagi Daniel, dia tidak menyangka Melly bisa tahu lokasi tempat dia liburan dan juga disamping itu Daniel sudahlah mengakhiri hubungan mereka, lalu mengapa Melly dengan begitu berani menghampiri Daniel lagi.
Daniel memejamkan matanya sebentar dan menghela nafasnya, seperti sedang meredam amarahnya terhadap Melly karena saat ini istrinya sedang berada di sampingnya.
“Aku hamil! kau tidak bisa berpisah dariku lagi Daniel, kau membuatku hamil!” teriak Melly dengan nada yang bergetar, karena sesungguhnya dia tidaklah hamil namun saat ini Melly sudah tidak waras, karena mimpinya dihancurkan lagi oleh orang yang sama yaitu Yona teman lamanya.
Yona yang mendengar itu begitu terkejut, hatinya serasa ditusuk seribu jarum, bagaimana mungkin suaminya sudah memiliki anak di rahim wanita yang lain.
Karena Melly dengan tidak tahu malunya menimbulkan keributan ditengah keramaian membuat Daniel amat murka dan risau, dia takut Yona akan menjadi tontonan oleh kerumunan.
“Sayang, bisakah kau menungguku di hotel sebentar? aku akan mengurus hal ini dengan cepat, percayalah padaku ya,” ucap Daniel dengan lembut pada istrinya yang sedang tertunduk.
Entah apa yang sekarang ada di benak Yona, namun hal itu pastinya membuat Daniel begitu khawatir.
__ADS_1
Daniel takut, hubungan mereka yang sudah membaik akan retak begitu saja hanya karena ulah Melly.
Yona yang memang tidak memiliki pilihan hanya menurut dan berjalan pergi menuju hotel tempat mereka menginap, dia juga sudah melihat jika kerumunan itu sedang menonton mereka.
Saat melihat Yona sudah beranjak pergi, dengan penuh amarah dan emosi yang meluap-luap, Daniel menarik dengan begitu kasar lengan Melly yang sedang berada di hadapannya ketempat yang sepi, untuk mengindari kerumunan orang yang sedang membuat mereka sebagai objek tontonan.
“Wow, pemandangan yang amat menarik, ini adalah kesempatan!” decak Lohan dengan sigap mengejar Yona yang sedang berjalan menuju hotel penginapan mereka. Saat ini, target Lohan adalah Yona, bukan Melly lagi, karena ternyata selama ini dia salah menargetkan orang.
***
Daniel yang sudah menarik Melly ke tempat sepi langsung menghempaskan Melly dengan begitu kasar.
“Kau! jangan memancing emosiku! kau harusnya berterimakasih karena aku masih bersikap baik padamu, karena jasamu selama tiga tahun terakhir ini …” belum sempat Daniel melanjutkan omongannya Melly langsung memeluk Daniel yang ada di hadapannya.
“Aku sangat mencintaimu, aku tidak rela jika kau meninggalkanku karena gadis penyakitan itu, kau pernah berjanji padaku untuk meninggalkannya dan menikahiku, aku tidak rela jika sekarang kau meninggalkanku!” seru Melly menangis dengan tersedu-sedu kearah Daniel.
Melly merasa Daniel memiliki hutang budi padanya karena selama kurang lebih tiga tahun ini sudah bersama dengan dirinya dan menemaninya, jadi Daniel tidak mungkin tega melihat Melly menangis seperti itu.
“Melly, kau mau berpura-pura sampai kapan? Tadinya aku mau melepaskan mu karena jasamu yang tiga tahun itu, tapi sepertinya kau sudah menghancurkan kemurahan hatiku, jangan kira kau bisa mebohongiku selamanya!” decak Daniel dengan nada yang datar pada Melly.
Karena memang Daniel sudahlah tahu, jika Melly memiliki peran yang penting atas apa yang menimpanya tiga tahun silam.
Melly yang mendengar hal itu begitu terkejut dan langsung melepaskan pelukannya dari Daniel. Wajahnya berubah menjadi wajah yang begitu ketakutan dan tubuhnya bergetar. Nampak sekali jika Melly sedang menyembunyikan sesuatu.
“Aku tidak tahu apapun!’ seru Melly dengan nada yang bergetar.
__ADS_1
Padahal Daniel belumlah mengatakan apapun dan belumlah menuduh Melly melakukan apapun.