TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Pesawat


__ADS_3

***


Keesokan harinya,


Benar saja, sesuai yang di ucapkan oleh Daniel, dia sudah pergi berangkat dengan Yona ke negara yang di sebutkan oleh Henry tadi malam.


Orangtua Yona tidak bisa ikut, karena memang keadaan ayah Yona yang tidak memungkinkan dan Siska harus selalu standby di sisi suaminya.


Jadi, untuk saat ini yang akan pergi hanyalah Daniel dan Yona saja.


Di perjalanan,


Yona yang hanya terdiam memikirkan banyak hal, dia memegangi perutnya yang belum membesar, setelah melihat orangtuanya juga suaminya yang begitu menyayangi dirinya seolah memberikan kekuatan bagi Yona. Seolah keadaan tidak mengijinkan Yona untuk menyerah.


Saat ini Yona dan Daniel sedang berada di dalam pesawat, Yona memandang jauh melalui jendela pesawat, terkadang pesawat yang ia naiki mengalami getaran, terkadang tenang, terkadang juga harus mengubah ketinggian, perubahan-perubahan itu seolah memberitahukan sesuatu pada Yona.


Umur dan jalan hidup seseorang tidak bisa ditentukan oleh manusia, sama seperti pesawat, saat ini juga mereka sedang mempertaruhkan nyawa, namun pesawat itu tetap berjuang melewati hambatan-hambatan yang ia lalui. Sampai ia selamat sampai tujuannya, setelah itupun pesawat itu akan melakukan perjalanan lagi, perjalanan yang juga mempertaruhkan nyawa.


Jadi semua ini hanyalah tentang keteguhan hati, hidup juga akan ada naik dan turunnya, akan mengalami titik terendah, sama seperti pesawat yang membutuhkan pilot untuk mengontrol nya maka manusia membutuhkan orang terdekatnya untuk menopang dan mendukung nya.


Jangan menyerah dan terus berjalan menghadapi semua cobaan dan tantangan, terkadang hidup akan mengajarkan kita melalui kesukaran.


Setelah memahami sesuatu Yona langsung memandang ke samping nya. disitu ada Daniel yang sedang menggenggam tangannya, seolah tidak membiarkan Yona pergi kemanapun.


Yona bisa melihat kelelahan di wajah yang sedang tidur dengan ekspresi sayu.

__ADS_1


"Maafkan aku karena selalu saja menyerah, dari dulu aku selalu saja mengeluh dan mengatakan jika aku ingin mati saja, tapi kau selalu ada disitu menegurku dan mendukung ku, aku memang bodoh tidak pernah menyadari jika hidupku bukan hanya milikku saja, tapi juga sudah menjadi bagian dari orang-orang yang kucintai seperti Dirimu. Terimakasih sudah tetap berada disisi ku," ucap Yona pelan memandangi wajah suaminya.


Dia tidak ingin menganggu tidur suaminya yang begitu kelelahan karena dirinya, dan dengan bodohnya Yona hanya ingin menyerah.


Setelah beberapa saat,


Daniel dan Yona sudah sampai di negara yang mereka tuju, di bandara sudah langsung ada yang menjemput mereka dan membawa mereka ke rumah sakit yang di Informasi oleh Henry.


Sesampainya di rumah sakit, Yona langsung di periksa oleh dokter handal di rumah sakit itu, namun lagi-lagi ekspresi nya hampir sama dengan dokter yang Daniel panggilkan ke rumahnya.


Setelah pemeriksaan nya selesai dokter itu langsung mengajak Daniel agar berbicara di ruangannya.


"Pak Daniel, keadaan istri Bapak saat ini sudah begitu parah, saya lihat juga tumornya belum pernah di angkat sebelumnya, tapi itu malah bagus, kita akan mencoba membunuh tumornya menggunakan alat kesehatan temuan baru yang hanya ada di rumah sakit ini, jadi tidak perlu melakukan operasi yang akan menimbulkan infeksi yang baru hanya menggunakan tembakan cahaya inframerah untuk mematikan kinerja tumornya secara perlahan, dan lama-kelamaan akan mati dan hangus."


"Tapi sepertinya pengobatan nya akan membutuhkan waktu yang sedikit lama, tergantung keadaan pasien, juga kesembuhan nya tidak bisa saya jamin, karena semua tergantung Yang Kuasa,"


(Notes : aduh author minta maaf ya jika jenis pengobatan yang aku mention ini ga ada, atau belum ada, maafkan kehaluan ku yang berlebihan )


Daniel yang tadi sempat khawatir melihat ekspresi dokter itu kini begitu bahagia, sangat bahagia sampai ingin memberikan apapun untuk dokter itu.


"Baik dok, lakukanlah pengobatan, berapapun lamanya pengobatan itu jika istriku bisa sembuh, maka pasti akan saya setujui," sahut Daniel begitu antusias dan menggebu-gebu pada dokter yang mengobati istrinya..


Saat ini Daniel begitu bahagia sampai lupa diri, setelah berbicara dengan dokter itu Daniel langsung bergegas menuju ruangan istrinya.


"Sayang, aku dapat kabar bagus, sekarang sudah ada alat yang bisa membunuh kinerja tumor secara perlahan, yang artinya kau bisa sembuh," sahut Daniel sangat bersemangat pada istrinya.

__ADS_1


"Benarkah? kau tidak berbohong kan? huhu, ternyata pesawat itu benar, semua hanya tentang proses dan bagaimana kita meneguhkan hati kita untuk tetap bertahan dan tidak menyerah, huhu," saat ini Yona langsung menangis, dia tidak menyangka jika jalan hidupnya bisa sedramatis ini.


"Hah? pesawat?" gumam Daniel masih kebingungan saat istrinya membahas tentang pesawat.


Tapi masa bodoh, yang penting sekarang dia sudah menemukan pengobatan yang tepat untuk istrinya.


"Jangan menangis, aku kan sudah berjanji akan menyembuhkan mu, dari dulu kau belum berubah selalu saja cengeng dan menanggung semuanya sendirian. Padahal dari dulu sampai sekarang aku selalu ada disisi mu," ucap Daniel mengusap air mata istrinya.


"Aku menangis karena AC nya terlalu dingin, sebenarnya sekarang aku sedang bahagia," jawab Yona memeluk suaminya.


"Dasar, kau memang tidak berubah masih tidak mau mengakui jika kau cengeng, tapi tidak apa, karena kau adalah istriku dan istriku bebas melakukan apa saja," sahut Daniel sudah lebih santai sembari membalas pelukan istrinya.


Saat ini, sedikit beban yang ada dalam dadanya sedikit terangkat, ketakutan itu sedikit menghilang.


***


Saat ini Henry sedang mengurus masalah Roy, berdasarkan rencana yang sudah di perintahkan oleh atasannya, Roy di bawa ke penjara paling sadis, karena Roy memiliki sifat tamak yang sombong, Daniel memutuskan agar Roy di tahan dan dipekerjakan sebagai suruhan di penjara.


Agar seumur hidup Roy merasa terhina dan menderita, Daniel sadar betul, kalaupun dia membunuh Roy tidak akan memberikan kepuasan padanya, juga tidak bisa mengembalikan waktu yang hilang.


Jadi pembalasan yang paling tepat adalah membuat Roy merasa terhina seumur hidup, Daniel yakin, Roy akan merasakan neraka di tempat itu.


Sedangkan Melly yang harus diberikan obat penenang agar bisa tertidur saat ini sedang di diagnosa mengalami penyakit mental.


Melly tidak bisa menerima kenyataan dan hidup hanya dalam bayangan dan pikirannya saja, obsesi nya terhadap Daniel membawanya ke jurang keputus-asaan.

__ADS_1


Memang sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik, menginginkan sesuatu tidak lah buruk tapi jika porsinya pas, jika berlebihan maka akan menjadi malapetaka untuk diri sendiri.


__ADS_2