TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Yona hamil


__ADS_3

***


Dan benar saja, pernikahan antara Daniel dan Yona tetap terlaksana, walaupun Daniel tidak mengingat Yona, Yona tetap bersikukuh menikah dengan Daniel. Karena janji yang sudah Daniel ucapkan, Yona tetap berpegang teguh pada janji itu.


Karena memang mendiang ayah Daniel juga punya sumpah dengan ayah Yona membuat Daniel tidak bisa menolak perjodohan itu, untuk menghargai permintaan mendiang ayahnya. Tapi menurut Daniel itu hanyalah perjodohan semata, karena perubahan ingatan yang ia alami membuatnya lupa akan janji yang sudah ia ucapkan pada Yona.


Di dalam ingatan Daniel, dia bisa mengingat dengan jelas jika dia sangat menghormati ayah Yona, ingatannya memang hanya di ubah tidak dihapus membuat Daniel tetap mengingat segalanya kecuali Yona, Melly dan semua kenangannya bersama mereka berdua.


Daniel hanya mengingat jika dia sering bermain ke rumah ayah Yona karena dia dekat dan menganggap orangtua Yona sebagai orangtua kandungnya. Tapi dalam ingatan itu tidak ada Yona sama sekali.


Setelah pernikahan itu terjadi setiap kali Daniel melihat Yona akan menimbulkan sensasi yang aneh pada Daniel, dia merasa jika tiba-tiba saja hatinya akan sakit, tubuhnya bergetar dan akan tiba-tiba sedih. Oleh karena itulah Daniel tidak suka bersitatap ataupun bersama dengan Yona karena akan membuat hatinya tiba-tiba sakit. Dan oleh karena itu pula lah Daniel memilih sering di luar dan jika pulang pasti saat Yona sudah tidur.


Untuk menutupi rasa sakit itu dia memilih bersenang-senang diluar, bermain-main dan melakukan banyak hal, agar dia melupakan rasa sakit itu.


***


Namun, Yona percaya suatu saat nanti Daniel akan mengingatnya kembali. Yona membuat kesepakatan dengan orangtuanya agar tidak menyinggung masalah ingatan itu pada Daniel. Karena hal itu akan mempengaruhi kesehatan psikologis Daniel.


Tapi apalah daya, sudah hampir tiga tahun Yona menunggu, setia terhadap janji yang sudah Daniel ucapkan, namun sepertinya memang takdir mereka mengatakan jika mereka harus berpisah.


Yona yang sudah menderita selama hampir tiga tahun, menerima sikap acuh dari suaminya, menderita menutupi penyakitnya dari semua orang, menahan rasa sakit didalam diamnya.


Saat Yona memberikan surat permintaan perceraian pada Daniel saat itu Yona sudah sangat bulat akan keputusan nya. Bukan karena Yona menyerah pada Daniel tapi karena alasan umurnya yang terbatas.


Selama tiga tahun penuh Yona rajin mengontrol kesehatannya, namun belum ada tindakan kesehatan yang mampu menyembuhkan dirinya. Jika pun tumor nya diangkat tidak akan menyembuhkan Yona namun akan mengakibatkan infeksi yang lain.


Saat itu Yona berpikir begitu lama, apa yang harus ia lakukan, dan Yona menemukan jawaban yang terbaik, yaitu berpisah dengan baik dan pergi dengan damai dari sisi Daniel.

__ADS_1


Sesaat Yona sangat bersyukur karena Daniel melupakan dirinya, setidaknya Daniel tidak akan merasakan sakit lagi akan kepergian nya.


Namun, sesaat keegoisan itu muncul dalam diri Yona. Dia ingin sekali saja, sekali saja merasa di cintai lagi oleh orang yang amat dia cintai. Sekali saja, agar Yona diberikan kesempatan, sekali saja agar Yona melepaskan segalanya, sekali saja agar Yona bisa merelakan dengan ikhlas.


Dimasa penderitaan yang Yona alami, terkadang Yona merasa jika dirinya pantas mendapatkan itu, karena seumur hidup telah menyusahkan orangtuanya, menyusahkan Daniel dan hanya menjadi beban bagi semua orang.


Dan saat Daniel berlibur dengan dirinya selama seminggu penuh, Yona melupakan segala rasa sakit yang ia tanggung, ia ingin mengukir kenangan sebelum kepergiannya.


Yona tidak menyadari jika keegoisan nya akan membuat Daniel semakin menderita, tanpa disadari seolah memberikan pembalasan akan hilangnya tiga tahun yang sia-sia.


Seperti angin yang berhembus itu Yona pergi dan merelakan hatinya, cintanya dan berharap yang terbaik untuk suaminya.


Saat Yona mengatakan semuanya sudah terlambat, itu nyata adanya, semuanya sudah terlambat, apapun yang akan Daniel lakukan, sebesar apapun penyesalan itu tidak akan bisa mengembalikan Yona. Tidak akan bisa mengulang waktu.


***


Yona dan Daniel dulu pernah berjanji akan tinggal disitu saat sudah tua, menikmati masa tua dan bahagia bersama.


Tapi siapa yang tahu, takdir hidup begitu kejam memisahkan kedua insan itu, dan bukan masa tua yang memisahkan mereka. Janji-janji itu seperti butiran debu yang terhempas kan oleh angin, tidak ada nilainya lagi.


"Apakah aku egois meninggalkan mu? jika saja aku tidak memiliki penyakit aku pasti akan bertahan disisi mu, menagih janjimu dan tetap menunggu mu, lepaskan lah aku karena waktu ku sudah dekat, agar saat aku pergi kau tetap bisa melanjutkan hidupmu, seumur hidupmu kau telah menderita karena bersama ku, aku juga ingin kau berbahagia,"


Saat ini Yona sedang memandang jauh ke lautan yang terbentang dihadapan nya. hembusan angin yang mengenai kulitnya serasa mengatakan jika perjuangannya sudah akan berakhir, sudah waktunya menyerah dan merelakan.


Wajah pucat yang begitu tergambar diwajahnya itu begitu jelas, saat ini Yona memang sudah tidak menutupi penyakitnya lagi, mata yang kosong menggambarkan kerelaan dan keteguhan hati yang siap untuk meninggalkan segalanya.


Yona sampai tidak sadar jika dirinya sudah berdiri begitu lama menghadap lautan, udara semakin dingin, langit yang mulai terlihat menggelap, menandakan jika Yona sudah harus kembali ke rumah impian nya dengan Daniel.

__ADS_1


Dia memilih tinggal disini karena Yona ingin selamanya mengingat Daniel dihatinya, karena Daniel adalah satu-satunya orang yang amat dia cintai.


"Hoek!" lagi-lagi Yona merasa mual, sudah beberapa hari dia merasa mual yang terlihat tidak normal, dia juga merasa tidak nyaman di perutnya. Namun, Yona berpikir jika itu adalah efek dari penyakitnya, tidak berpikiran hal yang lain.


Tapi, karena rasa mual yang saat ini terlalu parah membuat dirinya memutuskan untuk pergi ke puskesmas yang ada di desa, Yona hendak menebus obat khusus menekan rasa mual, di desa itu memang tidak ada rumah sakit yang ada hanyalah puskesmas saja.


"Dok, jadi bagaimana? apakah obat penekan rasa mual nya ada?" tanya Yona pada dokter yang sedang memeriksa nya.


"Ibu Yona, anda sedang hamil muda saat ini, ini bukan mual biasa tapi mual karena Ibu sudah mengandung janin di perut Ibu," sahut dokter itu saat sudah memastikan jika pasien yang dia periksa itu positif hamil.


"Ap ... apa? ha ... hamil?" sahut Yona dengan jawaban yang terbata-bata.


Saat ini Yona lagi-lagi diberikan kejutan, tidak tahu harus bersikap seperti apa, apakah harus senang atau sedih, Yona tidak tahu dengan perasaannya saat ini.


"Iya Ibu Yona, saya akan memberikan obat yang tersedia di puskesmas ini untuk menekan rasa mual tanpa membahayakan janin," sahut dokter itu langsung memberikan tulisan obat pada suster yang sedang berjaga dan memberikan obat itu pada Yona.


Yona yang masih tidak tahu harus bersikap seperti apa hanya bisa terdiam dan menerima obat itu, disepanjang perjalanan dia hanya terdiam dan pikirannya melayang.


"Kali ini apakah aku akan diberikan kesempatan untuk melahirkan mu? maafkan aku karena telah ceroboh dan mengandung dirimu, jika umurku tiba-tiba berhenti apa yang akan terjadi padamu?" Yona kembali menangisi keadaan nya.


Setelah merelakan segalanya, Yona diberikan cobaan lagi, seolah Yona dipaksa untuk berjuang dan tidak menyerah. Namun, Yona sudah tahu jika semuanya itu hanyalah harapan palsu, yang bisa Yona lakukan saat ini hanyalah menjalani semuanya dengan jalannya saja.


Tapi jika boleh, satu kesempatan lagi, jika boleh egois lagi, Yona ingin melahirkan anaknya, agar setidaknya ada penghiburan untuk orang yang akan dia tinggalkan.


Yona yang tidak terasa sudah sampai di rumah itu langsung duduk di kursi yang langsung menghadap ke lautan. Dia menangis semalaman, apa yang harus ia lakukan sekarang, apakah kembali lagi pada Daniel demi anaknya? tapi Yona tahu jika dia kembali malah akan memberikan lebih banyak kenangan dan akan membuat Daniel semakin terluka.


"Apa yang harus aku lakukan?" ucap Yona tersedu-sedu sembari memegangi kalung yang di berikan oleh Daniel padanya.

__ADS_1


__ADS_2