
***
Flashback tiga tahun lalu,
Roy yang sudah mengetahui rencana liburan Daniel dan keluarga calon istrinya sedang menyusun rencananya dengan begitu matang.
Dia memerintahkan anak buahnya untuk merusak rem mobil Daniel yang baru saja di servis.
Dan benar saja, sesuai yang di inginkan oleh Roy, mobil yang dikendarai oleh Daniel mengalami kecelakaan hebat yang mengakibatkan kematian mengenaskan dialami oleh ayah Daniel.
Walaupun Daniel selamat dari kecelakaan itu namun itu hanyalah masalah kecil untuk Roy, Roy tahu betapa Daniel sungguh menyayangi ayahnya dan pastinya saat ini Daniel sedang amat terpuruk, hak itu akan mempermudah Roy menyingkirkan Daniel.
***
Di lorong rumah sakit,
"Halo, kau yakin kan tidak meninggalkan bukti apapun di mobil itu?" sahut Roy yang sedang melakukan panggilan dengan seseorang di lorong rumah sakit itu.
"Saya yakin tidak akan ada bukti yang tertinggal Bos. Karena saat itu ada hujan deras membuat semua orang percaya jika kecelakaan itu terjadi karena jalanan yang licin," sahut suruhannya itu akan pertanyaan bosnya.
"Bagus, saat ini aku ada di rumah sakit menemani keponakan bodohku, aku ingin kau melaksanakan rencana selanjutnya, kau sudah siapkan kan racun mematikan yang ku pesankan? saat ini adalah saat yang paling tepat untuk mengakhiri semua ini," ucap Roy dengan senyuman sinis tergambar di wajahnya.
"Sudah saya siapkan Bos, saya sudah dekat dengan rumah sakit yang Bos sebutkan, saya sudah membawakan racun nya bersama saya sekarang," jawab suruhan Roy mengkonfirmasi jika dia telah melakukan semua perintah Roy dengan baik.
__ADS_1
Saat ini, Roy memang sudah memesankan racun khusus yang begitu mematikan, namun tidak akan meninggalkan zat adiktif di tubuh yang terkena racun, karena senyawanya langsung larut dalam tubuh. Hal itu akan mempermudah Roy membunuh Daniel tanpa meninggalkan bukti yang dapat membahayakan dirinya.
"Bagus, setelah Daniel mati, maka semua harta akan jatuh ke tanganku, rencanaku kali ini sungguh luar biasa!" decak Roy sembari mematikan ponsel yang sedang ia genggam.
Roy tidak sadar jika sedari tadi Melly sedang berada di dekatnya dan mendengarkan segala yang ia bicarakan dengan suruhannya.
Melly yang begitu ketakutan sedang gemetaran dan tidak mampu untuk kabur dari posisinya berdiri saat ini. Dia sungguh tidak menyangka jika paman Daniel tega merencanakan hal keji seperti itu.
Roy yang memang sedang berjalan menuju ruangan Daniel dikejutkan oleh keberadaan Melly yang sedang gemetaran ketakutan.
Melly yang begitu ketakutan memberanikan diri menyarankan kerjasama pada Roy.
Melly langsung berlutut dan memohon sembari menangis.
"Ho? mengapa aku harus mempercayai mu? apa yang bisa kau tawarkan? seperti yang kau dengar tadi, nyawa manusia yang tidak ada gunanya bagiku hanyalah mainan. Yang artinya nyawamu ini berada di ujung jariku!" decak Roy sudah membuka semua topeng sandiwara yang selama ini ia kenakan di depan semua orang.
"A ... aku yakin Daniel tidak akan mengganggu mu, jika dia lupa ingatan semua kecurigaan nya atas kecelakaan itu pun akan ikut hilang, aku tidak bisa menawarkan apapun, tapi aku rasa kau paham perasaan ku, seseorang yang tidak bisa memiliki apa yang di inginkan dan hanya memendam dalam dirinya. Kau menginginkan harta Daniel, begitu juga aku, aku menginginkan hartanya juga dirinya. Aku selalu kalah dari Yona! aku akan melakukan apapun agar Daniel menjadi milikku,"
Melly menjawab pertanyaan menyeramkan dari Roy dengan begitu lantang dan dengan keberanian yang begitu besar. Melly merasa saat ini dia memiliki celah, dia harus memanfaatkan hal itu sebisa mungkin.
Dan benar saja, Roy yang melihat keberanian di mata Melly merasa jika Melly sedikit mirip dengannya, menginginkan suatu hal yang sulit untuk di dapat, tapi lihatlah saat ini Roy sudah hampir mencapai apa yang dia inginkan. Roy juga ingin memberikan kesempatan itu terhadap Melly.
"Baiklah, aku setuju denganmu, syaratnya kau harus bisa menahan Daniel, buat dia tidak peduli akan harta Keluarganya, jangan membuat Daniel mengingat kembali ingatan tentang kecelakaan ini, aku akan membagi sedikit uang padamu sebagai imbalan untuk merawat kebodohan keponakan ku! Dan jika kau gagal melaksanakan tugasmu, maka kau dan keponakan ku itu akan mati saat itu juga! apa kau mengerti?" ucap Roy dengan ekspresi tamak dan menyeramkan di wajahnya.
__ADS_1
Dengan begitu cepat Melly mengangguk dan menyetujui persyaratan dari Roy. Dia tidak peduli apapun syarat nya jika bisa menang dari Yona dan jika bisa memiliki Daniel maka Melly akan melakukan segalanya. Mengenai harta bisa dipikirkan nanti, yang penting Daniel harus menjadi miliknya dulu.
Setelah kesepakatan antara Roy dan Melly sudah bulat, saat itu juga Melly langsung menemui Daniel dan bersandiwara agar bisa menjebak Daniel melakukan terapi hipnotis pengubah ingatan. Karena para dokter tahu nya keluarga Daniel satu-satunya hanya Roy membuat mereka sama sekali tidak curiga akan permintaan terapi.
Juga setelah dokter spesialis itu memeriksa jika Daniel memang dalam keadaan psikis nya sedang goyah membuatnya semakin yakin akan terapi yang akan di laksanakan.
Karena itulah saat tiga tahun lalu, Roy tidak ikut melenyapkan Daniel. Karena telah menyetujui kesepakatan dengan Melly.
Dari kejadian itu, sesuai ekpektasi Roy, Daniel sungguh menjadi orang yang amat berbeda, tidak peduli dengan perusahaan, lebih senang berfoya-foya, bersenang-senang dan bermain-main di luar.
Tentu saja, ketidak-waspadaan Daniel memberikan celah yang begitu menguntungkan Roy. Saat ini Roy lah yang memegang perusahaan pusat milik keluarga Daniel yang berada di luar negeri. Sedangkan Daniel hanya sebagai boneka, menjadi pemilik namun hanya sebagai pajangan saja.
Dari kesuksesan itu, Roy benar-benar memberikan Melly sedikit uang untuk merayakan keberhasilan nya, karena jasa Melly, dia tidak perlu repot untuk membunuh Daniel dan merepotkan dirinya untuk menutupi segala bukti.
Sampai pada beberapa saat lalu, saat Roy sampai di kota dimana Daniel tinggal, Roy mendapatkan telepon dari Melly.
***
Sesaat lalu di apartemen Melly,
"Halo, aku sudah gagal, sepertinya Daniel sudah mencurigai sesuatu! aku tidak peduli lagi apa yang akan kau lakukan! aku tidak akan membiarkan Yona menang bagaimana pun caranya!" teriak Melly yang terdengar seperti orang yang sedang depresi.
Bagaimana tidak, Melly sudah melakukan segalanya, tapi tetap saja Yona yang menang, tetap saja dia tidak mendapatkan apapun.
__ADS_1