
***
Beberapa saat kemudian,
“Kenapa kau tidak makan? Apakah makanan nya tidak sesuai seleramu?” tanya Yona keheranan saat melihat Daniel hanya berpangku tangan melihati dirinya sembari tersenyum.
“Pffttt!” Daniel hanya tertawa saat melihat Yona menanyakan hal itu padanya, karena memang Yona berbicara dengan makanan yang penuh di mulut dan ada beberapa saos yang menempel dibibirnya.
Yona terlihat seperti anak kecil yang menggemaskan sedang makan di hadapan Daniel.
“Ckckck, kau ini sangat aneh, sepertinya kita butuh pemeriksaan setelah pulang dari liburan, aku ingin tahu penyakit apa yang sedang menyerang mu,” sahut Yona sembari menunjuk-nunjuk Daniel sembari memegang seekor udang sambal di tangannya. Yona begitu percaya diri menunjuk suaminya dengan seekor udang yang ada ditangannya.
“Jika kau membawaku ke dokter sekarang, mereka tidak akan pernah bisa menemukan penyakit apa yang menyerangku, karena ini merupakan penyakit cinta,” goda Daniel langsung menarik tangan Yona dan melahap udang yang ada di genggaman Yona tadi.
Daniel juga tidak lupa menjilat bekas saos yang ada di jari-jari istrinya sembari menatap dengan intens kearah Yona.
__ADS_1
Hal itu membuat bulu kuduk Yona merinding, dia bisa melihat betapa nakal dan mesumnya suaminya. Bahkan di tempat umum seperti ini tidak sedikitpun Daniel bisa membendung kemesuman nya.
“Sayang, jika kau masih saja menggodaku di tempat seperti ini, kau akan kena hukum loh,” goda Daniel mengusap pinggiran bibir Yona yang penuh dengan saos itu dan menjilat bekas saos yang sudah berada ditangannya.
Hal itu seolah memberikan kode pada Yona untuk berhenti menggoda Daniel, karena Daniel bisa saja langsung menyergapnya disini dan saat ini juga.
Padahal sebenarnya saat ini Yona sungguhlah tidak menggoda suaminya ini, malah kesannya saat ini Yona terlihat begitu berantakan karena gaya makan nya yang tidak bisa ia bendung.
“Baiklah, baiklah, jangan melakukan apapun, kau diam disitu dan jangan mendekat, aku akan makan dengan pelan sekarang, disini begitu banyak orang,” bisik Yona dengan mata yang sedikit membesar seperti memberikan peringatan pada Daniel agar jangan berani-berani melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan di pantai tadi siang.
Setelah beberapa saat, makan malam yang mendramatisir itu pun berakhir, Yona begitu lega karena akhirnya Daniel tidak melakukan apapun padanya, hanya memandanginya dan tersenyum kearahnya.
Tadi Daniel melihat ada permainan menembak yang memenangkan boneka disitu, Daniel pernah melihat adegan seperti ini entah dimana, Daniel ingin sekali mencobanya sekalian ingin membuat istrinya terkagum padanya, karena Daniel begitu yakin akan memangkan semua boneka yang dipajang untuk mejadi hadiah panahan.
Tetapi kenyataan tidaklah seindah mimpi dan keinginan, kenyataan pahit tentu saja selalu menghampiri. Berbeda dengan yang dibayangkan oleh Daniel, saat ini dia sudah sepuluh kali mencoba, namun satu pun tidak ada yang mengenai sasaran.
__ADS_1
“Sial, ada yang salah dengan permainan ini, pasti pemiliknya bermain curang! Tidak mungkin satupun panahan ku tidak mengenai sasaran, pasti yang salah ada alatnya, kau pasti meyabotase alat panahan ini kan?” seru Daniel begitu arogan pada pemilik permainan.
Hal itu membuat Yona geleng-geleng, padahal sudah jelas-jelas Daniel yang tidak bisa melakukan permainan itu dengan benar, malah saat ini Daniel menyalahkan orang lain.
“Sini biar aku yang coba,” seru Yona pada Daniel yang sedang melihat dengan sinis pemilik permainan itu, membuat bapak pemilik permainan sedikit ketakutan.
Daniel memang memiliki ekspresi dan kehadiran yang mendominasi, sekalipun saat ini dia sedang memakai pakaian yang biasa dan tidak ada pengawal disisinya, sama sekali tidak mengurangi kewibawaan Daniel.
Dan benar saja, sekali coba Yona langsung memanah mengenai sasaran, dan mendapatkan dua buah boneka panda yang lucu. Yona dengan bangga menunjukkan hal itu pada Daniel suaminya.
Karena merasa harga dirinya jatuh membuat Daniel sedikit kesal, bagaimana mungkin dia sudah mencoba sebanyak sepuluh kali namun satupun tidak mengenai sasaran, sedangkan istrinya sekali coba langsung mengenai sasaran.
Kebanggan yang sudah ada di bayangannya sirna sudah, padahal bayangan Daniel tadi adalah dia akan memenangkan banyak boneka dan akan membuat Yona terkagum-kagum padanya, namun nyatanya semuanya hanyalah sebatas angan-angan belaka.
“Aku, aku bisa membelikan kamu apapun, katakan saja, aku bisa memberikannya padamu saat ini juga,” sahut Daniel meninggikan bahunya, seperti sedang memberitahukan jika dia lebih dari mampu untuk memberikan apa yang Yona inginkan.
__ADS_1
Melihat itu Yona begitu terhibur, saat ini Daniel terlihat seperti orang biasa kebayankan, apalagi saat Daniel mengatakan hal itu terlihat seperti anak kecil yang kalah main game dan tetap tidak mau mengakui kekalahannya.
“Daniel, dengan kau ada disisiku saja sudah jauh lebih dari cukup, lima hari lagi tetaplah bersamaku seperti ini, ini akan menjadi hal yang paling berharga untukku,” ucap Yona menenangkan sembari memeluk suaminya dan melingkarkan tangannya di leher Daniel.