
***
Saat menyerahkan Roy ke penjara, sesaat Henry mengingat kehidupan masa lalunya, sekitar tiga tahun yang lalu, dia dulu adalah seorang narapidana, dulu Henry sangatlah miskin, dia hanya bisa makan jika ada yang memanggilnya bekerja serabutan seperti mengangkat bebatuan untuk pembangunan rumah, mengangkat sampah dan semua pekerjaan yang menghasilkan uang lainnya.
Sampai pada suatu ketika, ibu Henry menderita penyakit yang mengharuskan Henry membutuhkan banyak sekali uang, karena dia tidak memiliki uang sama sekali dia mencoba meminjam kesana kesini, bahkan dia mencoba meminjam ke bank, namun tidak ada satupun yang memberikannya uang pinjaman karena tidak memiliki jaminan apapun.
Henry yang sudah putus asa melihat ada seseorang yang terlihat kaya menjatuhkan dompetnya di tempat ia sedang berjalan, Henry melihat dompet yang terjatuh dengan sangat lekat, karena keadaan yang begitu mendesak mengharuskan nya melakukan kejahatan ini.
Saat pemilik dompet
sudah berjalan sedikit jauh, Henry mengambil dompet itu, karena Henry belum pernah sekalipun mencuri membuatnya gemetaran dan masih bingung harus melakukan apa, sampai saat pemilik dompet itu menyadari jika dia sudah kehilangan dompetnya.
Saat melihat Henry yang kurus dan berpakaian lusuh memegangi dompetnya yang hilang, perempuan itu langsung berteriak histeris dan langsung menyangka jika Henry adalah seorang pencuri, hanya karena melihat dari penampilannya yang kumuh.
Henry kebingungan melihat banyak orang yang sedang datang kearahnya dan langsung menghajarnya sampai babak belur,
"Jangan, tolong jangan pukul aku, aku harus pergi ke tempat ibuku, dia sedang sakit, aku tidak bermaksud mengambil dompet ini," sahut Henry dengan suara lemah dan memohon agar orang-orang itu jangan langsung menghakiminya.
Namun, lagi-lagi hanya karena penampilannya yang kumuh, tidak ada satupun yang mempercayainya, orang-orang memang adalah hal paling menakutkan di dunia ini, menghakimi orang berdasarkan apa yang ia pikirkan dan percayai tanpa melihat kenyataan dan menimbang-nimbang perbuatan nya, menilai seseorang berdasarkan standar yang ia buat sendiri dan mengatakan hal-hal yang menurutnya benar tanpa menimbang perasaan orang lain.
Saat itu Henry sudah tergeletak lemas, dia sudah tidak bertenaga, namun tidak seorang pun merasa kasihan karena orang-orang itu percaya pada diri mereka sendiri, jika mereka melakukan tindakan yang benar dan orang lemah yang sedang mereka tindas adalah orang yang salah, hanya karena standar yang mereka tanamkan dalam diri mereka sendiri.
Penindasan dan pemukulan berakhir saat polisi sudah datang, Henry yang tidak memiliki uang tidak bisa membebaskan dirinya sendiri, akibat kejahatan sosial, standar dan kepercayaan yang dibuat orang-orang, Henry sampai kehilangan ibunya, meninggal karena tidak mendapatkan pengobatan yang layak, meninggal karena standar-standar orang banyak yang terlalu menghakimi seseorang yang tidak sesuai dengan standar mereka. Orang-orang itu adalah penjahat yang sebenarnya.
__ADS_1
Saat Henry keluar dari penjara dan mengetahui jika ibunya sudah meninggal dan masih belum dikuburkan karena lagi-lagi tidak memiliki uang, saat ini sedang terpontang-panting ditengah jalan. matanya kosong memancarkan kepedihan.
Ditengah jalan dia menabrak seorang wanita sampai ia terjatuh, wanita yang melihat jika dia baru saja menabrak seseorang yang terlihat begitu kumuh langsung memandang dengan sinis, karena kembali lagi, standar yang dipercayai wanita itu mengatakan jika pria kumuh ini adalah orang rendah dan pasti sedang ingin mencuri karena sedang membutuhkan uang.
Henry yang sudah terbiasa dengan tatapan sinis dan direndahkan seperti itu hanya bisa terdiam dan menunduk hendak meminta maaf, karena begitulah hukum di dunia ini, bagi orang-orang yang memiliki standar sama seperti wanita itu dan orang-orang berada lainnya, mereka akan mengalahkan dan menghancurkan orang lemah seperti Henry, dan hukum alam nya adalah walaupun wanita itu yang salah, Henry lah yang harus meminta maaf karena adanya kekuatan sebuah benda yang bernama uang.
Henry yang sedang tertunduk melihat ada tangan yang terulur padanya, Ya, dia adalah Daniel, dan wanita yang baru saja menabrak Henry adalah salah satu wanita mainan Daniel. Daniel melihat Henry dan entah mengapa pandangan mata dan sikap Henry mengoyak dan menggerakkan hatinya.
Itulah kali pertama Daniel dan Henry bertemu, Daniel langsung mengusir wanita mainan nya itu dan membawa Henry makan, Daniel mengajak Henry berbicara dan sungguh mengejutkan, Henry sangatlah pintar dan berpikiran terbuka, saat itulah Daniel memutuskan akan mengajari Henry dan menerima Henry.
Saat itu, Daniel seperti sebuah cahaya bagi Henry, seperti sebuah harapan yang menurut Henry tidak akan ada di dunia yang penuh tipuan ini, Daniel tidak melihat pakaian lusuh Henry, tidak menetapkan strandar pada Henry, Daniel menerima Henry layaknya manusia biasa sama seperti yang lainnya.
Karena itulah Henry sangat setia dan loyal pada atasannya ini, dia tahu betul hati lembut dan bijaksana Daniel, dan sebisa mungkin Henry akan membantu Daniel sampai akhir.
***
Yona yang memang sedang dirawat intensif di rumah sakit tidak bisa pergi kemanapun, sudah satu minggu berlalu saat mereka sampai di rumah sakit ini, Daniel sama sekali tidak pernah pergi meninggalkan istrinya, setiap proses ia ikuti dengan sabar, dia akan menemani istrinya apapun yang terjadi.
Mengingat jika saat lalu dia telah menyakiti Yona seolah memberikan pukulan yang menyakitkan bagi Daniel. Daniel akan pelan-pelan membayar kesalahan nya, pelan-pelan dia akan melunasi hutangnya pada pasangan hidupnya.
Daniel sadar, jika terus terpuruk dalam penyesalan dan kesedihan tidak akan merubah apapun, satu-satu nya cara adalah menerima kenyataan, menghadapinya dan berusaha memperbaiki kesalahan nya.
Diam dan tidak melakukan apapun hanyalah untuk orang yang menyelamatkan dirinya saja, lari dari kenyataan dan sedang membela dirinya sendiri. Jadilah orang yang teguh dan kuat, akui kesalahan dan perbaikilah karena melakukan kesalahan itu manusiawi.
__ADS_1
Setiap progres yang dialami oleh Yona akan membuat Daniel seperti seolah mendapatkan hadiah paling berharga dalam hidupnya. Daniel akan terlihat lebih senang dan bersemangat jika dokter mangatakan keadaan Yona yang mulai membaik.
"Sayang, apakah kau menginginkan sesuatu?" tanya Daniel pada istrinya yang sedang ia bawa jalan-jalan ke taman yang ada di lokasi rumah sakit.
Yona memang di berikan waktu sekitar beberapa menit untuk bersentuhan dengan matahari pagi dan menghirup udara bebas agar pikiran dan mentalnya tidak akan terganggu karena terlalu sering berada di dalam ruangan terus menerus.
"Aku ingin kau membelikan ku alat rajut, aku ingin merajut pakaian untuk calon bayi kita nanti, aku ingin membuat pakaian untuknya,"
"Kau tahu tidak jika saat ini aku sangat sangat sangat bahagia, hati ku menjadi rileks dan tenang, tidak takut dan ragu-ragu lagi. Aku juga tidak takut menjadi egois karena bagaimana pun sempurna nya pemikiran kita, kita tetaplah manusia dan menginginkan sesuatu itu adalah hal yang biasa," sahut Yona dengan senyuman yang lebar di wajahnya.
Saat ini walaupun wajahnya pucat, Yona sama sekali tidak merasakan sedih dan terpuruk, kebalikannya dia merasa seolah diberikan pelajaran hidup yang sangat berharga. Tentang bagaimana menghargai waktu, memaafkan orang lain, mencintai dan menunjukkan rasa cinta bagi orang-orang di sekitar kita, memberikan kesempatan dan memaafkan diri sendiri. Yona sadar saat dia menaiki pesawat dengan Daniel, mungkin ini adalah jalan Tuhan menyampaikan rasa sayangnya pada Yona.
Agar Yona sadar jika masih banyak orang disekitarnya yang mencintainya, agar Yona sadar jika meninggalkan masalah dan menyalahkan diri sendiri bukanlah sebuah pemecahan masalah, itu namanya melarikan diri dari masalah.
Daniel yang mendengar permintaan sederhana istrinya tersenyum lebar, hatinya meluap-luap, dia masih tidak menyangka jika keadaan akan membawanya ke hari ini, hari tenang yang indah dan hanya ada mereka berdua saja.
"Apakah aku sudah mengatakan hal ini padamu? jika aku sangat sangat sangat mencintaimu? kau adalah pasangan hidupku dan aku tidak akan pernah berpaling darimu," ucap Daniel bersemangat memeluk istrinya yang sedang mengenakan pakaian pasien.
"Oh iya, apakah kau tidak kembali ke perusahaan? bagaimana dengan pekerjaan mu? kau bisa meninggalkan ku sekali-sekali, aku tidak masalah dengan itu," ucap Yona yang masih dalam dekapan suaminya ini.
"Tenang saja sayang, semuanya sudah aku atur, aku akan bersamamu sampai kau sembuh," jawab Daniel tidak melepaskan pelukannya sedikitpun.
Saat ini semua pekerjaan memang sedang dikerjakan oleh Henry assisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Daniel.
__ADS_1