TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Rahasia


__ADS_3

***


Seperti cerita dongeng, ada yang sedih ada yang bahagia, sama seperti hidup, ada kisah sedih dan ada kisah bahagia.


"Kisahku yang bahagia ini apakah akan tetap bahagia? atau aku yang sedang melawan takdir dengan ke egoisanku? apapun itu, aku hanya ingin menikmati nya, bukankah setiap manusia memiliki sifat egois nya masing-masing? terkadang mengingkari perkataannya dan melakukan kesalahan? untuk saat ini, aku yang ingin bahagia sebentar saja hanya ingin memeluk pria yang kucintai, seseorang yang akan terukir di hatiku selamanya,"


setiap perkataan yang ada di hati Yona sekarang sedang campur aduk, apapun yang akan terjadi di masa depan biarlah di pikirkan esok, saat ini dia hanya ingin menghentikan waktu dan bersama orang yang ia cinta ini.


Setelah terlalu lama merenung dalam dirinya sendiri sembari memeluk suaminya, akhirnya Yona terlelap dalam tidur nya, namun saat ini berbeda dengan malam-malam yang sebelumnya, saat ini hatinya begitu bahagia, tidak memikirkan apapun dan hanya berfokus pada apa yang membuatnya bahagia.


Daniel yang sudah merasa jika istrinya sudah tidur terlelap secara perlahan pergi ke balkon kamarnya untuk menelepon assistennya Henry, setelah semua yang sudah terjadi Daniel sudah yakin jika ada yang tidak ia ketahui.


Tring ... Tring ... Tring


"Halo Henry, bagaimana apakah sudah kau temukan infonya?" tanya Daniel kepada assistennya sesaat setelah dirinya menelepon Henry.


"Halo Pak, berketetapan sekali Pak, barusan saya sudah mau meneleponnya Bapak, untuk semua Informasinya sudah saya dapatkan, tapi takutnya Informasi ini akan membuat Bapak terkejut, sebaiknya kita bicarakan langsung saja Pak," sahut Henry memberikan saran pada atasannya.


Karena memang setiap informasi yang sudah ia kumpulkan semuanya begitu mengejutkan, bahkan Henry yang tidak ada hubungannya sama sekali pun terkejut mendapati semua informasi.


Mendengar itu entah mengapa semakin membuat hati Daniel risau, apa Informasi yang di dapatkan oleh Henry, mengapa Henry harus melaporkan nya secara langsung. Namun, segera Daniel memfokuskan dirinya lagi dan segera menyuruh Henry ke rumah nya saat ini juga.


"Baiklah, kau datang ke rumahku sekarang, sekalian aku mau memberikan tugas penting untuk mu selama satu minggu ke depan, karena aku akan mengadakan liburan dengan istriku," sahut Daniel langsung menutup teleponnya.


Sesuai dengan instruksi atasannya Henry yang memang menjadi assisten Daniel datang ke rumah Daniel malam itu juga sembari membawakan bukti-bukti yang sudah ia kumpulkan.


***


Di ruangan kerja Daniel,

__ADS_1


Henry yang sudah datang sekarang sedang berada di ruangan kerja atasannya, Daniel.


"Baiklah, cepat kau laporkan apa yang sudah kau temukan, mengapa harus bertemu langsung denganku," sahut Daniel yang masih mengenakan piyama tidur.


Saat ini Daniel memang sedang meninggalkan istrinya tidur sendirian dikamar yang luas.


Mendengar itu, pertama-tama Henry menghela nafas yang panjang dan memberikan sebuah koran keluaran lama pada atasannya.


Dengan ekspresi yang kebingungan Daniel menerima koran yang diserahkan oleh assitennya, dan alangkah terkejutnya Daniel saat membaca koran yang ada di tangannya.


Langit seoalah runtuh, tubuhnya bergetar dan jantungnya serasa mau copot.


Daniel kembali mengedipkan matanya seolah masih tidak percaya apa yang sudah ia baca.


"TIDAK! TIDAK! TIDAK! tidak mungkin! bagaimana bisa?!" decak Daniel tidak bisa menahan emosi yang ada dalam dirinya, air mata nya mengalir begitu deras, tangannya meremas begitu kuat koran itu, amarah, rasa sedih dan syok sedang ia rasakan sekarang.


Di koran itu begitu jelas tertulis jika yang membawa mobil itu adalah dirinya sendiri, bukan keluarga Yona. Dan yang menjadi penumpang di mobil itu adalah Yona, ayahnya dan juga Daniel.


Sedangkan ayah dan ibu Yona berada di mobil yang berbeda, namun karena kecelakaan itu beruntun membuat mobil ayah dan ibu Yona ikut kecelakaan yang mengakibatkan ayah Yona tidak bisa berjalan sampai sekarang.


Yang secara tidak langsung memberitahukan jika kematian ayahnya bukanlah disebabkan oleh keluarga Yona, melainkan oleh dirinya sendiri. Dan yang mengakibatkan ayah Yona cacat adalah dirinya.


"Lalu mengapa yang ada di ingatanku sekarang adalah hal yang berbeda, jelas-jelas aku mengingat jika saat itu aku belum mengenal Yona, jelas-jelas aku mengingat jika yang membawa mobil itu adalah ayah Yona! tapi apa ini? aaaaaaaa!" teriak Daniel sudah tidak bisa membendung emosi nya.


Kepalanya menjadi pusing, dia semakin bingung sampai hampir gila oleh itu.


Melihat atasannya dalam keadaan yang begitu lemah membuat Henry tidak tega, kebingungan dan kesedihan yang tergambar di wajah Daniel begitu jelas sampai siapapun yang melihatnya akan merasa khawatir dan bersedih.


Daniel mencoba menenangkan dirinya, dia memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas nya, apapun itu semuanya harus ia ketahui saat ini juga. Daniel merasa jika tidak mengetahui nya dalam dekat maka akan memberikan penyesalan tiada berakhir untuk dirinya.

__ADS_1


"Lanjutkan!" ucap Daniel pada Henry.


"Apakah tidak masalah Pak?" tanya Henry memastikan kembali. Karena jika melihat keadaan Daniel yang seperti sedang linglung itu rasanya tidak mungkin bisa menerima informasi yang selanjutnya.


"Tidak masalah, cepat lanjutkan!" seru Daniel seolah memberikan kode agar Henry berhenti bertanya dan langsung memberitahukan informasi itu saja.


Mendengar itu Henry langsung mengerti dan segera melanjutkan Informasi yang sudah ia dapatkan.


Henry menerangkan jika ayah Yona dan ayah Daniel sudah berteman sejak kecil dahulu, jadi mereka sudah seperti saudara yang tidak bisa dipisahkan.


Dan perihal Yona dan Daniel, memang benar dahulu Yona dan Daniel sudah mengenal sedari kecil. Yona adalah anak yang memiliki penyakit jantung, jadi sedari kecil yang menjadi teman bermainnya adalah Daniel. Tapi, sebelum kecelakaan itu beberapa bulan sebelumnya Yona sudah mendapatkan donor jantung, dan Henry juga memberitahukan jika Melly adalah teman dekat Yona dan dirinya dahulu.


Mendengar semua informasi itu secara beruntun membuat kepala Daniel pusing.


"Henry, sepertinya banyak hal yang sudah ku lupakan, dan aku tidak tahu mengapa aku melupakan hal itu, malah kesannya ingatanku seperti di perbarui dan diubah, seminggu lagi suruh dokter terbaik spesialis otak untuk memeriksa ku," sahut Daniel langsung menyuruh Henry untuk kembali pulang.


"Apa yang sudah ku lupakan? kenapa semua orang menutupinya dariku? mengapa?" gumam Daniel merenung sendirian di ruangan kerjanya.


"Sepertinya rasa sakit yang sering kurasakan ini ada hubungannya dengan ingatanku yang berantakan, aku harus cepat mengingat nya, firasatku mengatakan jika aku tidak mengingatnya maka aku akan menyesal seumur hidup!" gumam Daniel langsung kembali ke kamarnya untuk menemui istrinya.


Di lihatnya dengan lembut wajah istrinya. Rasa bersalah sekarang sedang merajalela dalam diri Daniel, ingin rasanya ia mengutuk dirinya sendiri karena telah melampiaskan rasa sakitnya pada Yona. Karena telah menyalahkan Yona akan semua penderitaan nya selama tiga tahun terakhir ini.


"Maafkan aku," bisik Daniel kembali mencium dahi istrinya.


Segera Daniel membuka selimut dan meletakkan kepalanya di dada Yona. Saat tadi, Henry mengatakan Yona memiliki fisik yang lemah dan pernah mendapatkan donor jantung membuat hati Daniel seperti terkoyak.


Di dengar nya detak jantung Yona istrinya, setiap detak yang di timbulkan entah mengapa membuat Daniel begitu lega dan bahagia.


"Semuanya baik-baik saja kan? kau sudah baik-baik saja kan? maafkan aku," ucap Daniel kembali memeluk istrinya ini begitu erat sembari tetap mendengarkan detak jantung Yona.

__ADS_1


__ADS_2