
***
Daniel yang saat ini merasa kelelahan tidak berhenti, dia tetap melanjutkan penerbangan nya menuju rumah sakit, dia sudah berjanji tidak akan meninggalkan Yona dalam waktu yang lama.
Karena memang jaraknya cukup jauh mengakibatkan Daniel sampai tengah malam di rumah sakit, sebelum itu dia sudah mempersiapkan sebuah hadiah untuk istrinya.
Saat membuka ruang rawat Yona, Daniel bisa melihat jika Yona masih berfokus pada bahan rajutan nya, Yona saat ini memang sedang sangat tertarik dengan rajutan yang ada di tangannya.
"Sayang, kenapa kau belum tidur?" ucap Daniel dengan wajah yang kesal saat mendapati jika Yona masihlah terjaga sampai tengah malam.
Yona yang melihat Daniel terkejut dan terdiam sesaat. Yona tidak tahu jika Daniel akan menyelesaikan urusannya secepat itu.
"Kenapa kau sudah kembali? kenapa tidak istirahat dulu?" sahut Yona meletakkan rajutannya dan mengusap dengan lembut wajah suaminya yang terlihat begitu kelelahan.
"Kau tahu tidak, jika seorang suami yang sungguh mencintai istrinya tidak akan bisa istirahat dengan tenang jika sedang berjauhan, aku sangat mencintaimu, bahkan jika aku beristirahat di sana pun tidak akan mampu menyembuhkan rasa lelahku," jawab Daniel sembari mencium kening istrinya.
"Sayang, aku ingin tidur di sampingmu malam ini, aku sudah rindu memeluk mu hingga tertidur," ucap Daniel sembari menarik dengan lembut tubuh istrinya dan memeluknya di tempat tidur pasien.
"Baiklah, beristirahat lah, kau pasti lelah," Yona saat ini memeluk suaminya yang terlihat sangat kelelahan.
"Oh iya, aku lupa, aku membelikan hadiah untuk mu, tadi di bandara aku melihat benda ini, melihat ini aku tiba-tiba teringat akan dirimu, jadi aku membelinya," ucap Daniel mengambil sebuah kristal berukuran jempol jari dari saku celana nya.
"Ha? kristal? kenapa kristal ini mengingatkan ku padamu?" sahut Yona kebingungan, padahal dia sama sekali tidak memiliki ketertarikan pada kristal sama sekali.
"Cobalah lihat lebih dekat ke dalam kristal itu," Daniel sama sekali tidak melonggarkan pelukannya pada istrinya, dia bahkan berbicara sembari memejamkan matanya karena merasa begitu kelelahan.
__ADS_1
"Wah, kenapa bisa di dalam kristal kecil seperti ini ada pemandangan laut nya? menakjubkan," sahut Yona begitu antusias saat melihat lebih jeli ke dalam kristal kecil itu dan melihat ada pemandangan air laut di dalamnya.
Yona masih terpukau oleh benda kecil yang menjadi hadiah Daniel untuk nya sampai tidak sadar jika Daniel sudah tidur karena merasa begitu lelah.
Yona dengan perlahan meletakkan kristal itu ke meja dekat tempat tidur nya dan memeluk suaminya dengan erat. Di usapnya rambut suaminya dengan lembut.
"Tidurlah, kau pasti merasa lelah," bisik Yona mengusap dengan lembut rambut suaminya yang sedang terlelap.
***
Time skip,
Beberapa waktu telah berlalu, sudah sekitar tiga bulan mereka berada di rumah sakit, saat ini kandungannya pun mulai terlihat.
Selama beberapa bulan pengobatan yang di lakukan oleh Yona begitu menyakitkan, setiap tubuhnya di tembak oleh sinar laser maka tubuhnya akan memberikan reaksi kesakitan yang luar biasa.
Rasa sakitnya bertambah setiap kali dia menerima pengobatan non bedah.
Saat ini Yona sedang lemas berbaring di atas kasurnya, dia sudah tidak mampu menutupi rasa sakit di hadapan suaminya. Selama ini dirinya memang menutupi rasa sakitnya agar Daniel tidak terlalu khawatir.
"Sayang, apakah kau masih ingat rumah kita yang berada di dekat pantai? saat anak kita lahir nanti, kita akan sering pergi ke sana, kau bisa melihat pemandangan yang sangat indah lebih sering, tawa kecil anak kita akan menghangatkan hati, menghibur kita dan terkadang akan mengusahakan kita. Coba bayangkan? tidak kah itu sangat menyenangkan?" saat ini Daniel sedang mencoba mengalihkan perhatian Yona dengan mengajaknya berbicara dan membayangkan hal-hal yang indah.
Yona yang memang sedang merasa sedang amat kesakitan sudah tidak memiliki keinginan untuk membayangkan yang lainnya. Sungguh rasa sakit nya begitu luar biasa.
"Daniel, aku merasa begitu sakit, bagaimana jika aku tidak bertahan? ini rasanya terlalu menyakitkan, tidak bisakah aku diberikan obat penenang?" sahut Yona sudah tidak mampu menahan rasa nyeri yang sedari tadi ia rasakan dalam tubuhnya.
__ADS_1
Dokter memang tidak menyarankan penggunaan obat penenang untuk Yona, karena akan mengganggu pertumbuhan janin yang ada di dalam perut Yona.
Daniel tidak tega melihat keadaan istrinya, dia juga sudah berusaha mengalihkan perhatian istrinya namun gagal.
Hatinya terluka melihat istrinya kesakitan namun dirinya tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa meringankan rasa sakit yang istrinya alami.
Saat ini Daniel merasa seperti seseorang yang paling tidak berguna di dunia.
Daniel langsung naik ke kasur Yona dan memeluk istrinya begitu erat, dia sudah tidak tahu lagi harus melakukan apa agar istrinya tidak merasakan sakit lagi.
"Maafkan aku, aku tidak bisa meredakan rasa sakit mu, aku hanya bisa menemani mu namun tidak bisa melakukan apapun," ucap Daniel memeluk dengan erat istrinya.
Kejadian seperti ini terus saja berulang, Daniel sudah mencoba berbicara dengan dokter, namun pengobatan untuk tumor yang di derita Yona memang akan terasa sangat menyakit kan.
Karena memang tumornya sudah menyebar luas dan besar, jadi laser yang diberikan pun akan memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya. Mungkin itulah penyebab mengapa Yona sudah tidak mampu menahan rasa sakit yang ia rasakan.
Daniel yang merasa tidak berguna saat ini hanya bisa terdiam menahan rasa sakit di hatinya, dia tidak boleh memperlihatkan kelemahan nya di hadapan istrinya. Dia harus terlihat kuat agar setidaknya dirinya akan memberikan energi positif bagi Yona.
Setiap kali Yona merasa kesakitan, Daniel hanya mampu memeluknya, dan Yona akan tertidur di pelukan itu, Begitu lah siklus yang terjadi selama Daniel menemani Yona untuk menyembuhkan penyakit istrinya.
Hari telah berlalu, bahkan bulan pun berlalu, saat ini sudah tujuh bulan mereka berada di rumah sakit. Yona masih tidak bisa beradaptasi dengan rasa sakit yang ia terima, karena semakin hari, konsentrasi rasa sakit yang ia terima akan meningkat.
Penderitaan yang tidak kunjung berakhir itu Yona rasakan setiap kali melakukan pengobatan laser.
Terkadang Yona akan menyerah, terkadang ia ingin mengakhiri segalanya, karena sebagai manusia adalah hal yang biasa jika kita menyerah apalagi saat kita merasakan sakit yang terus berulang.
__ADS_1
Kehadiran Daniel mengambil peran yang sangat penting dalam diri Yona, jika Yona menyerah dan melihat Daniel juga merasakan detak jantung dari bayinya, Yona akan menyesal dan ingin berjuang lagi.