TERIKAT TALI PERNIKAHAN

TERIKAT TALI PERNIKAHAN
Ingatan Mulai Kembali


__ADS_3

***


Keesokan harinya,


Melly yang baru saja terbangun keheranan melihat jika dirinya sudah berada di apartemennya, padahal seingat Melly dia masih bersama Daniel di rumah Daniel saat makan malam.


Kepalanya begitu pusing namun setelah beberapa saat ia mengingat jika malam itu Daniel sedang menanyai nya, dan dengan begitu jujur dirinya menjawab semua pertanyaan Daniel.


Walaupun Melly tidak menceritakan keseluruhannya karena dirinya langsung tertidur namun Melly sungguh sudah memberitahukan intinya.


Segera Melly tersadar jika tadi malam bukanlah malam bahagia untuknya, bukanlah malam dimana Daniel akan kembali padanya.


“Aahhhhhh!” teriak Melly langsung meremas dengan begitu kasar rambutnya, dia mengacak-acak rambutnya dan berteriak seperti seseorang yang gila.


“Brakk! prang!” Melly juga melempar semua barang yang ada di kamar nya, dia tidak menyangka jika Daniel sungguh memanfaatkannya seperti tadi malam.


“Aku sangat mencintaimu sampai aku hampir gila oleh perasaan ini! tapi kenapa kau bahkan sedikit pun tidak pernah melihatku, tidak pernah mencintaiku! ahhhhh!” teriak Melly histeris di dalam ruangan itu.


Dia sadar, kali ini Daniel sungguh tidak akan kembali lagi padanya, apapun yang akan dia lakukan, bagaimna pun dia berusaha hati Daniel memang sedari awal bukanlah miliknya melainkan milik teman lamanya, Yona.


“Jika kau tidak bisa menjadi milikku, maka aku akan membawamu bersamaku,” ucap Melly dengan tatapan yang begitu putus asa, lalu dia menghubungi seseorang dari ponselnya.


***


Henry dan juga Daniel yang sudah mencari kesemua tempat mengenai keberadaan Yona sama sekali belum membuahkan hasil.


Yona seperti hilang di telan bumi. Yona seolah mengetahui cara pergi dari Daniel, karena bahkan di semua data transportasi tidak ada yang pernah menerima Yona Adinda sebagai penumpangnya, cctv juga telah di cek satu persatu, Daniel sungguh mengerahkan banyak sekali tim untuk mencari istrinya namun hasilnya tetap nihil.


Daniel hampir putus asa, ingatannya pun belum juga kembali. Saat ini daniel sedang berada di balkon kamarnya berdiri mematung dan termenung.

__ADS_1


“Apa yang sedang kau lakukan saat ini? apakah kau sedang memikirkan ku? hukuman ini terlalu menyakitkan bagiku, aku ingin memelukmu saat ini, aku sudah hampir gila, tolong aku,” ucap Daniel sembari melihati bintang malam yang bertebaran luas.


Daniel sudah tidak selera melakukan apapun, hati dan pikirannya hanya dipenuhi oleh Yona, istrinya.


Sungguh jika Yona masih tidak ditemukan maka Daniel mungkin tidak akan bertahan. Ingatannya mungkin melupakan Yona, namun hatinya masih mengingat dengan jelas perasaan itu, perasaan sakit saat Yona jauh darinya.


“Tring … Tring … Tring”


Suara deringan ponsel membuyarkan angan-angan Daniel. Lalu dilihatnya lah jika Henry assiten nya sedang menghubungi dirinya.


“Halo Hen, ada apa?” sahut daniel sembari menggenggam ponsel nya.


“Halo Bos, gawat, nona Melly ditemukan melakukan percobaan bunuh diri di apartmen nya, namun untungnya dia cepat ditemukan jadi saat ini dia sedang berada di rumah sakit."


"Namun, setelah aku pergi ke rumah sakit, aku bisa menyimpulkan jika nona Melly tidak mencoa membunuh dirinya sendiri, karena lukanya terlalu dalam jika di lakukan oleh dirinya sendiri,” sahut Henry yang memang sedang berada di rumah sakit.


Sungguh Henry memang begitu loyal pada Daniel, saat Daniel menyelamatkan nya dahulu membuat Henry begitu peduli pada atasannya.


Mendengar hal itu sungguh membuat Daniel begitu terkejut, jika yang di ucapkan oleh assiten nya Henry benar maka pelaku nya adalah dalang dari semuanya ini.


Segera Daniel bergegas menuju rumah sakit yang sudah diberitahkan oleh Henry.


***


Di rumah sakit,


“Henry bagaimana keadaan nya,” sahut Daniel pada assistennya yang sudah ia jumpai di rumah sakit.


“Saat ini, nona Melly belum sadarkan diri Pak, namun sudah saya pastikan pada dokter yang mengobati luka nona Melly, jika luka itu memang di sengaja agar terlihat seperti tindakan bunuh diri, karena memang lukanya terlalu dalam jika harus di klasifikasikan sebagai percobaan bunuh diri,” jawab Henry memberikan penjelasan mengenai diskusi nya dengan dokter yang merawat Melly.

__ADS_1


“Baik Henry, mengenai Yona, apakah sudah ada kabar terbaru?” sahut Daniel mencoba menanyai Henry mengenai pencarian Yona yang memang sedang berlangsung.


“Maaf Pak, tapi untuk saat ini belum ada kemajuan,” balas Henry jujur pada atasannya, Daniel yang mendengar hal itu hanya bisa menghela nafas sejenak.


Namun, segera ia menyadarkan dirinya, karena sedikit lagi dia pasti akan menemukan dalang dari semua ini.


“Henry, cari semua bukti yang bisa di tinggalkan di apartemen Melly, bahkan sekecil apapun itu sangat penting untuk kita, cari juga bekas sidik jari yang ditinggalkan oleh orang itu,” sahut Daniel pada bawahannya.


“Baik Pak, saat ini di apartemen nona Melly sudah ada orang kita yang melakukan pencarian, kemungkinan besok kita sudah bisa mendengar hasilnya,” jawab Henry pada Daniel.


“Baiklah, dan untuk Melly berikan keamanan paling ketat untuknya, kita harus meminimalisir semua kemungkinan terburuk, jangan sampai ada sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, kita masih membutuhkan Melly saat ini,” sahut Daniel lagi pada Henry.


Dan sama seperti sebelumnya Henry langsung menyanggupi perintah dari atasannya.


Daniel yang sama sekali tidak melihat Melly ke dalam ruangan saat ini ingin pergi melakukan terapi hipnotis dengan dokter spesialis nya.


Namun saat berjalan dengan pikiran yang sedang melayang tiba-tiba Daniel menabrak seorang anak remaja yang terlihat seperti Yona.


Entah Daniel yang sedang berimajinasi namun rambut dan tubuh bagian belakang gadis itu terlihat seperti Yona versi muda, segera Daniel berlari mengejar gadis yang memakai baju pasien itu dan menarik tangan gadis itu dengn begitu tergesa-gesa.


Nafasnya berat dan tubuhnya bergetar.


Namun, saat gadis itu membalikkan badannya, Daniel langsung menyadari jika gadis itu bukan Yona melainkan pasien yang sedang berjalan di rumah sakit.


“Maaf, tadi saya pikir kamu adalah seseorang yang saya kenal,” sahut Daniel melepaskan gadis muda itu dan melanjutkan perjalanan nya.


Namun, entah mengapa pertemuan tidak sengaja nya dengan gadis muda itu seolah memberikan ingatan falshback pada Daniel. Dia mengingat jika dahulu saat SMA, saat Yona seumuran dengan gadis yang ia tabrak Daniel sering menemani Yona melaksanakan perawatan di rumah sakit.


“Ahhh,” keluh Daniel merasa sakit yang begitu menusuk dikepalanya sampai membuat dia tersungkur dan tidak sanggup berdiri.

__ADS_1


Pertemuan tidak sengaja tersebut telah memancing ingatan Daniel, ingatan yang seolah memaksa masuk itu membuat Daniel tidak sadarkan diri, ia merasakan sakit yang luar biasa.


Saat ini dia memang berada di rumah sakit, dengan begitu cepat Daniel sudah langsung di tangani oleh petugas medis yang ada di rumah sakit.


__ADS_2