
***
“Baiklah aku bersedia, aku juga ingin melihat apakah benar kau bisa bertahan hanya denganku, dan melepaskan Melly dan juga simpanan mu yang lain,” sahut Yona tersenyum kearah daniel. Seolah menantang Daniel yang selama ini tidak pernah bisa setia.
“Sayang, pagi ini entah mengapa aku seperti mengingat dan mengerti sesuatu, tapi memang belum jelas, tapi pagi ini aku begitu tahu jika aku sama sekali tidak bisa kehilanganmu, dan gadis-gadis yang mejadi simpananku ataupun Melly tidak pernah membuatku menjadi gila seperti ini,” sahut Daniel kembali memeluk Yona dengan begitu erat.
“Sayang, entah mengapa, hatiku selalu sakit saat melihatmu, apakah kau tahu sesuatu?” tanya Daniel penasaran dengan jawaban Yona.
Daniel memang sudah tahu ada yang tidak beres dan dia hendak mencari tahu hal itu, namun Daniel ingin melihat reaksi Yona seperti apa.
“Apa? aku, emmm, itu, emm, a … aku tidak tahu apapun,” sahut Yona dengan gagap dan dengan tiba-tiba tubuhnya bergetar menandakan jika Yona mengetahui segalanya, namun oleh karena sesuatu Yona tidak mampu mengatakan hal itu pada Daniel.
Daniel yang sudah mengerti tidak memaksa Yona. Saat pagi tadi, hanya karena melihat Yona meninggalkan dirinya sendirian dikamar dan menutup pintu entah mengapa memberikan kesan yang begitu menyakitkan bagi Daniel.
Seolah Yona akan meninggalkan nya begitu jauh padahal hanya pergi kedapur. Saat itu Daniel mengerti satu hal, selama ini yang ia rasakan adalah bahwa dirinya begitu takut kehilangan Yona, Daniel belum mengerti perasaan yang lain.
Namun perasaan takut kehilangan sudah begitu jelas bagi Daniel. Dan mulai hari ini dia berjanji untuk meperlakukan Yona dengan baik, karena saat menyakiti Yona pun dia juga merasakan sakit, jadi Daniel ingin berhenti menyakiti dirinya sendiri.
“Emm, Daniel apakah kau mau makan masakanku? Kau sudah memeluk aku terlalu lama, hehe,” sahut Yona menghibur kekalutan hati yang membuat Daniel bingung akan dirinya sendiri.
“Oh iya, hahaha, aku sampai lupa istriku memasak makanan kesukaan ku untukku,” sahut Daniel kembali duduk di mejanya dan melahap makanan yang sudah Yona sediakan untuknya.
saat melahap masakan istrinya kembali mengingatkan Daniel akan sesuatu tetapi jika Daniel mencoba mengingatnya yang terlihat hanyalah ruang hampa dan gelap, sesuatu yang seperti ia rindukan namun ia lupakan, sesuatu yang akan membuatnya tersakiti namun juga ia lupakan.
__ADS_1
Yona yang melihat daniel berhenti pada suapan pertama membuat Yona sedikit sedih dan menampilkan wajah yang sendu dan lesu.
“Apakah masakanku tidak enak? Apakah kau tidak suka?” sahut Yona memanyunkan bibirnya saat meliha Daniel yang tiba-tiba terdiam dan termenung.
“Hehe, iya aku kurang suka, aku akan suka saat kau yang menyuapinya untuk ku,” sahut Daniel menggoda Yona yang sedang terlihat lesu.
“Apa? Emm, ke … kenapa harus aku yang memberikannya? Dan lagian ada beberapa pembantu rumah tangga yang melihat kita, apakah kau tidak malu?” sahut yona memalingkan wajahnya.
Karena sekarang wajahnya begitu memerah dan merasa malu, dia tidak habis pikir Daniel bisa berubah hanya dalam waktu semalam.
“Haha, apakah kau malu? Kau sangat imut, tapi aku memang menginginkan kau menyuapi aku makanan ini, apakah kau mau menolakku?” sahut Daniel meraih tangan Yona yang sedang berada di atas meja.
“Bisakah aku menolak?” sahut Yona menunduk, saat ini dirinya sedang amat malu, dia tidak tahu jika Daniel akan secara tiba-tiba meminta hal yang menurut Yona begitu romantis.
Karena memang saat ini Daniel melihat Yona yang hanya menggunakan pakaian sederhana dan wajah polos tanpa makeup terlihat begitu imut, lucu, seksi dan juga menawan.
“Emm, ba … baiklah, ini demi hubungan yang baik antara kita,” sahut Yona memberanikan dirinya dan menepis rasa malu yang ia rasakan dan segera berpindah tempat ke samping Daniel agar lebih mudah untuk menyuapinya.
Namun, saat Yona hendak menyuapi Daniel dengan sendok. Tiba-tiba Daniel menunjuk kearah bibir Yona. “Kau harus menyuapi aku dengan ini,” sahut daniel dengan senyuman nakal di wajahnya.
“Apa? apa? ke … kenapa? apakah kau tidak malu?” decak Yona sedikit syok saat mendapati permintaan dari suaminya.
“Kenapa harus malu, kau kan istriku, jika kau masih tidak menyuapimu, maka aku yang akan melakukannya, dan jika aku melakukannya, aku akan melahapmu sampai habis,” sahut Daniel menggoda istrinya yang sedang malu.
__ADS_1
“Aduh, aku malu sekali, mengapa dia bisa berubah secepat kilat seperti ini, apakah dia memiliki kepribadian ganda?" gumam Yona tidak bisa menolak permintaan suaminya.
Dengan malu yang ditahan, Yona memasukkan satu sendok makanan ke mulutnya dan dengan pelan menghadap ke arah Daniel.
Mata Yona tertutup karena dia tidak tahan jika harus melihat mata Daniel saat ini, pelan tapi pasti Yona akhirnya memasukkan makanan yang di mulutnya ke mulut suaminya Daniel.
Tapi saat Yona hendak melepaskan ciuman berkedok suapan, Daniel dengan sigap langsung menahan wajah Yona.
Suapan yang tadi sekarang sudah berubah menjadi ciuman panas yang terjadi di meja makan.
Semua pembantu rumah tangga yang memang melihat itu begitu terkejut, karena melihat hubungan kedua majikannya tiba-tiba saja membaik.
Dengan lembut Daniel menggendong Yona yang berada di sampingnya itu ala bridal style, namun saat menggendong Yona pun ciuman itu tidak dilepaskan, seolah Daniel amat bergantung pada ciuman itu.
Sesampainya di kamar, Daniel meletakkan Yona dengan lembut ke kasur yang luas.
"Sayang, kau sangat cantik, aku mau kamu," bisik Daniel mengelus wajah istrinya yang sedang memejamkan mata seolah menikmati perlakuan Daniel untuknya.
"Aku juga, aku juga mau kamu," balas Yona dengan begitu atraktif mulai mencium suaminya yang memang sedang berada di atas nya.
"Aku ingin menjadi egois, aku ingin menikmati saat-saat seperti ini, berikan aku sedikit waktu lagi," gumam Yona ingin mengesampingkan segala masalah dan luka di hatinya.
Yona ingin dalam hidup ini setidaknya melakukan apa yang dia inginkan, Yona ingin dalam hidup ini sekali saja menjadi egois dan ingin bahagia.
__ADS_1