
Hari pernikahan Beby dan Zayyan sudah datang. Beby nampak sangat bahagia hari ini. Dia sangat sibuk memamerkan gaun pengantin buatannya. Sejak kemaren papa dan mamanya memuji gaun pengantin buatannya.
Beby bukan hanya membuat gaun pengantinnya. Akan tetapi ia juga membuat semua baju seragam kedua keluarga. Beby juga merancang baju Bridesmaids dan grossman.
Beby masih belum puas untuk berkaca. Ia masih ingin tampil sempurna. Yang menghias Beby saat ini bukan MUA terkenal. Tapi temannya yang bergabung bersamanya membangun bisnisnya.
"Kamu cantik sekali." puji Bulan teman yang membantunya makeup.
"Iya, dia memang cantik sekali." puji Jingga.
"Ah kalian memang sahabat terbaik." jawab Beby dengan senang.
"Sudah siap beb?" tanya Feby datang dari luar kamar.
"Sudah ma." jawab Beby.
"Jingga sama Wulan bisa keluar sebentar,Tante mau bicara dengan Beby berdua." ucap Feby.
"Baik Tante." jawab jingga dan bulan bersamaan.
mereka berdua keluar dari kamar beby sambil tersenyum.Hari ini mereka juga merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Beby.
__ADS_1
Beby menatap Mamanya saat kedua sahabatnya keluar dari kamar. Ia juga tidak tau apa yang akan di bicarakan oleh mamanya.
"Apa ada berita buruk? apa kak Zayyan meninggalkan aku?" pikirannya mengucapkan hal yang negatif.
"Kenapa ma?" tanya Beby kuatir jika apa yang di pikirannya benar terjadi.
"Nggak, mama hanya ingin memberikan sedikit wejangan, kamu setelah jadi istri jangan pecicilan lagi, belajar mengurus Zayyan dengan baik." nasehat mamanya.
"Hanya itu ma? tidak ada berita buruk kan ma?" tanya Beby masih belum puas dengan apa yang ada di benaknya.
"Iya, kamu kenapa sih?" tanya mamanya melihat Beby seperti ada yang aneh.
"Kenapa kamu yang grogi, kan yang ijab kabul pengantin pria." ujar mamanya.
"Gimana jika salah ma? nanti ulang berkali-kali dan akhirnya nggak jadi nikah." jawab Beby takut.
"Mana ada seperti itu, ini kenapa pengantin wanitanya yang heboh?" tanya mamanya heran.
Feby bahkan heran kenapa bisa mempunyai Beby yang pecicilan. Dia berpikir apakah dulu saat hamil mengidam hal aneh apa sehingga sikap anaknya itu kerap membuatnya marah.
" Ma tolong pasangkan kalung ini." ujar Beby mengeluarkan Kalung perhiasan yang sangat cantik. Perhiasan ini nampak sederhana namun unik dan istimewa.
__ADS_1
"Kalung siapa ini?" tanya Feby kepada anaknya.
"Kalung Beby ma." Jawab Beby tersenyum.
"Beli di mana? dapet duit darimana?" tanya mamanya.
"Beby sering menabung uang Beby, jadi kenapa Beby mama bilang boros adalah buat angsur beli berlian, akan tetapi ini kalung Beby sendiri yang rancang tapi Beby minta tolong tokonya untuk membuatnya." jawab Beby bersemangat menjelaskan kepada mamanya.
" mama bangga sama kamu, kalung kamu bagus." puji mamanya.
"Iya ma, kami bahkan sudah buat video banyak agat promosinya lancar." jawab Beby.
"Aamiin, semoga ada yang minat dengan gaun, baju keluarganya dan kalung ini." doa mamanya.
"Mama susah di tunggu yang lain." ujar Ina muncul di balik pintu.
"Yuk kita kebawah." ajak Feby.
Mereka berjalan menuju lantai tempat acara berlangsung. Tempat pernikahan di adakan di hotel sahabat mama Beby. Mereka memang menginap di kamar yang telah di sediakan oleh pihak hotel.
Feby tersenyum saat melihat para sahabatnya sudah duduk di kursi yang telah di sediakan. Mereka juga hadir dengan anak dan menantunya.
__ADS_1