Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
BAB 22


__ADS_3

Beby juga turun dengan wajah sumringah. Dia melihat betapa gagahnya pengantin pria. Neny bahkan tidak sabar untuk menunggu hari ini datang.


Berbeda dengan baby, pengantin pria nampak sedikit murung. Entah apa yang ada dalam pikirannya. Dia sudah pasrah dengan pernikahannya dengan beby.


Sekilas saya menatap wajah Ina yang anggur. Walaupun sudah mempunyai anak namun wanita itu tetap cantik.Namun cinta tidak berpihak kepadanya.


Para tamu undangan sangat terkesima dengan kecantikan pengantin wanita. Apalagi dengan gaun yang ia gunakan. Gaun itu membuat wanita itu seperti princess di dongeng dongeng. Ditambah dengan aksesoris yang dipakainya di lehernya membuatnya tambah cantik.


"Cantik kali dengan gaunnya, pesan dimana?" tanya Mezza kepada Ina yang juga terpesona dengan keindahan gaun yang dipakai Beby.


"Kakak belum tau?" tanya Ina.


"Tau apa?" tanya wanita yang sedang hamil anak ketiga saat ini.


"Baju semua yang di pakai oleh keluarga kita dan gaun itu di rancang oleh Beby." ujar Ina menceritakan dengan bangga kepada kakak ipar Beby.


"Jadi baju ini bukan dari desainer ternama?" tanya Mezza memastikan lagi.

__ADS_1


Ina menggelengkan kepalanya membuat Mezza juga bangga terhadap adiknya iparnya.ezza sangat tau karakter Beby yang pecicilan. Bahkan mereka juga tau bahwa Beby sering di ejek ketika pertemuan keluarga karena tidak adan yang menonjol di dirinya.


" Beby hebat, dia bakalan jadi desainer besar." ucap Mezza.


"Aku berpikir juga seperti itu kak." jawab Momo sambil tersenyum.


"Kalung yang di pakai Beby sangat indah dan elegan." ucap Aya terkesima dengan Kaling simple milik Beby.


Ketika Beby duduk di sebelah Zayyan, ia kaget melihat gaun pengantin Beby yang cantik dan glamor. Dia tidak menyangka bahwa gaun ciptaan wanita itu akan secantik itu. Zayyan tersenyum seketika teringat ada keahlian di tubuh wanita ini. Dia memerlukan wanita ini untuk memperluas jaringannya.


Beby menyalami sang suaminya. Sedangkan Zayyan lansung mengecup kening wanita itu seperti pengantin lain. Setelah itu mereka bersalaman dengan kedua orang tua dan sahabat mama dan papa keduanya.


Feby tersenyum senang saat pernikahan anaknya berjalan dengan lancar. Ia duduk bersebelahan dengan Dita dan Siska. Dita dan Siska sejak tadi heboh dengan kalung yang dipakai oleh Beby.


"Itu kamu beli dimana by?" Tanya Siska sang besan memulai jiwa keponya.


"Awalnya saya kira dari besan karena kami mana mungkin punya berlian secantik itu, ternyata baby kumpul uang sendiri dan itu hasil desainnya dia." jawab Feby dengan bangga.

__ADS_1


"Benaran? Beby juga pandai desain kalung?" tanya Siska merasa juga bangga dengan itu.


"Aku mau pesan satu kalung kayak Beby, kayaknya indah." jawab Dita tersenyum.


"Kebetulan baby memakainya untuk promosi juga." jawab Feby membantu promosi.


"kayaknya beby bisa masuk di perusahaan keluarga aku." ide Siska.


"Di ruang sakit?" tanah Dita dan Feby berbarengan.


"Tidaklah, kan keluarga aku punya bisnis fashion, aku yakin Beby desainer yang di butuhkan oleh perusahaan yang di pimpin Zayyan." jelas Siska.


"Aku mana yang terbaik saja." ujar Feby tersenyum.


Jika yang lain sibuk berkumpul berbeda dengan Ian. Ia hanya berdua ketawa bersama dengan keluarga yang lainnya. Namun ia sibuk dengan anaknya berdua.


Tiba-tiba pandangannya di kagetkan saat melihat siapa yang datang. Ia tidak menyangka lelaki itu akan berani datang ke pesta pernikahan adiknya. Dia adalah Raka seorang preman yang di kenalnya pengecut

__ADS_1


__ADS_2