Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 43


__ADS_3

Zayyan semakin resah karena setelah satu jam menjalani operasi namun lampu operasi belum juga padam. Zayyan semakin kuatir dengan keadaan Beby saat ini.


Ketika mengingat ucapan Beby membuat dia menangis lagi. Beby mengatakan selamat tinggal kepadanya. Selain itu dia juga ingat bagaimana Beby melarangnya untuk pergi tanpa dirinya.


Alasan Zayyan menolak istrinya pergi adalah tidak ingin Beby terancam nyawanya. Dia takut penculik Ina ini adalah orang yang ingin balas dendam sama keluarga om Dion. Sebagai anak satu-satunya tentu Beby paling di incar selain Ina.


Namun dia juga tidak paham kenapa wanita ini berada di sana saat itu. Dia tau bahwa istrinya memang sangat keras kepala. Tidak heran jika dia mengikutinya diam - diam sendirian.


"Zayyan."


Zayyan menoleh ke arah panggilan. Dia melihat kedatangan keluarganya dan keluarga Beby. Dan tidak lupa ada om Abian beserta istrinya. Zayyan tidak heran lagi karena sudah tau betapa kompaknya pertemanan orang tuanya.


"Gimana Beby yan?" tanya Feby sambil menangis.


"Dokter masih belum keluar ma, maaf ma." ucap Zayyan lansung menangis berlutut di kaki mama mertuanya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi di sana? kenapa Beby bisa di sana?" tanya Dion membantu Zayyan agar duduk kembali di kursinya.


"Malam tadi saat aku berangkat Beby mengancam ikut, tapi demi keselamatan aku larang pa, akan tetapi aku tidak tau Beby ikut, aku taunya Beby sudah kena tusukan pisau karena melindungi aku pa."jawab Zayyan.


"Maafkan kami Yon, kami tidak tau jika Beby ikut ke sana, tadinya kami kira dia tidur di kamar setelah masuk kamar." Ujar Siska merasa bersalah.


"Sudah, semua sudah takdir Beby, mungkin ada baiknya kita berdoa agar operasi Beby berjalan dengan lancar." ucap Dita mencoba menenangkan kedua sahabatnya.


"Bagaimana dengan Ina Daf?" tanya Abian kepada anaknya yang tidak jauh dari sana.


"Ina sedang di rawat pa, dan penculiknya sudha di tangkap polisi, menurut Alfa tadi polisi juga sudah menemukan Zella, saat ini Zella sedang bersama Alfa menuju ke sini." jawab Daffin menjelaskan sambil berdiri menatap Zayyan.


"Lalu siapa yang melakukan ini?" tanya Abian penasaran.


"Yang melakukan adalah siangan Raka, ini sedang dalam penyelidikan apakah ada yang lain terlibat." jawab Daffin.

__ADS_1


"Pa Eca kenapa tidak ikut kesini?" tanya Daffin tiba-tiba kangen dengan istrinya.


"Istri kamu menunggu di rumah, papa udah tarok pengawal di sana berjaga, kamu mungkin sebaiknya pulang, sepertinya sudah kangen sekali dengan ibu anak - anakmu." ucap papanya.


"Daf akan pulang setelah semuanya selesai pa, nanti Eca bisa marah ketika aku pulang tapi tidak memastikan adik ipar kesayangannya tidak apa - apa." jawab Daffin.


Lampu operasi padam, Tidak lama setelah itu dokter keluar dari ruangan operasi. Semua berkumpul mencari tau keadaan Beby.


"Operasi pasien Beby telah berhasil, luka tusukan mengenai lapisan peritoneum, Lapisan peritoneum ini berfungsi melindungi organ perut, saat ini pasien masih belum sadar, mungkin sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang Inap." ucap sang dokter.


Sang dokter yang mengenal Galuh sebagai pemilik rumah sakit ini memberi salam penghormatan.


"Maaf dok mungkin setelah beberapa jam kedepan, pasien akan saya pindahkan ke pusat, kebetulan pasien menantu saya." ujar Galuh.


"Menurut saya ada baiknya pasien di rawat di sini beberapa hari pak, karena pasien dalam keadaan belum stabil, ketika pemulihan bapak bisa bawa." jawab sang dokter.

__ADS_1


"Saya menimbang semuanya karena peralatan di rumah sakit pusat lebih lengkap." Jawab Galuh.


"Nah mungkin itu solusi untuk rumah sakit ini juga pak, kami mohon bantuan agar rumah sakit ini fasilitas di lengkapi lagi pak." jawab sang dokter wanita itu tersenyum.


__ADS_2