Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
BAB 33


__ADS_3

Saat ini Dion kaget saat mendapat laporan dari Daffin. Anak buah Daffin telah memeriksa CCTV yang ada di beberapa rumah yang di lewati oleh Zella.


Mereka melihat memang mobil Raka yang membawa anaknya itu. Dion menggerakkan tangannya. Ia sangat ingin memukul lelaki itu saat ini.


Dia sudah mencoba mencari lelaki itu ke kantornya. Tapi menurut security yang bekerja di sana, saat ini Raka sedang dinas keluar kota.


"Kita malam ini istirahat dulu, dia tidak akan menyakiti anaknya, dan kamu Zayyan lebih baik kamu pulang." ucap Dion.


Zayyan tidak membantah ucapan mertuanya. Mertuanya ada benarnya, Raka tidak akan berani menyakiti Zella. Apalagi dia juga lama berteman dengan Raka.


Dia tau bahwa Raka tidak sekejam itu. Bahkan ketika dia tau bahwa Raka adalah orang yang menyakiti Ina tapi dia masih tetap belum percaya.


Zayyan mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Dia juga ingin istirahat karena besok sudah mulai bekerja.


Saat sampai di rumahnya dia melihat Beby tidak ada di kamar. Ia yang merasa lelah, lansung masuk kekamar mandi tanpa mencari wanita itu.


Ketika selesai membersihkan tubuhnya Ia juga masih belum melihat keberadaan istrinya. Zayyan berjalan meninggalkan kamar dengan tujuan menuju meja makan.


Zayyan membuka lemari pendingin. Dia melihat ada beberapa puding.


"Mau makan tuan?" tanya salah satu pelayan.


"Iya bi, ada yang bisa di makan bi?" tanya Zayyan.


"Ini ada puding buatan nona Beby tuan, silahkan di coba dulu, saya akan mengeluarkan makanan yang lain."


Mendengar Beby yang membuatnya membuat Zayyan meletakkan kembali puding itu.


"Nggak jadi bi."


"Kenapa tuan, di cicip aja, nona bela - belain masak buat tuan."


"Nggak usah bi, ragu saya bi, bukannya kenyang malah gimana - gimana pula." jawabnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Di saat Zayyan tersenyum ada hati yang terluka. Beby melihat dan mendengar ketika lelaki itu ragu memakan makanan yang ia buat.


Beby kembali berjalan menjauh dari meja makan. Sekali lagi hatinya sangat sakit hati ini. Dia berjalan sambil menghapus air matanya menuju taman belakang.


Sedangkan Zayyan yang sedang duduk di hidangkan makanan tampak berpikir. Ia lalu berdiri menuju lemari pendingin.


"Mungkin coba satu nggak apa-apa kali, bismillah aja." gumamnya membuka lemari pendingin.


Dia mengambil satu puding untuk di makan. Saat memasukkan kedalam mulutnya dia merasakan sensasi yang berbeda.


"Enak juga, ternyata dia pandai juga buatnya." jawab Zayyan.


"Buat puding ajapun, tinggal kacau tidak mungkin tidak bisa." ucapnya lagi.


Zayyan hanya memakan satu puding aja. Dia melanjutkan memakan nasi putih dan mengambil beberapa lauk yang terhidang di meja makan.


Setelah selesai makan Zayyan kembali lagi ke kamarnya. Akan tetapi dia juga tidak menemukan keberadaan wanita itu.


Berbeda dengan Zayyan, saat suaminya baru saja naik ke atas. Beby lansung menuju dapur kembali. Beby langsung mengambil plastik sampah lalu membuang semua puding yang ada di kulkas.


Para pelayan kaget melihat semua. Mereka tidak menyangka bahwa wanita itu akan memasuki plastik sampah.


"Mau di apakan non?" tanya salah satu pelayan.


"Ini nggak layak untuk makan bi, biar saya buang saja."


"Kenapa non?"


"Ya biar aja, nanti mungkin saya akan belajar lagi." ucap Beby membawa semua yang ada dalam plastik itu menuju keluar dari rumah. Beby membuang semua puding yang ia buat tadi.


Setelah puas menangis di kursi dekat taman, dia berjalan menuju kamarnya. Dia yakin bahwa lelaki itu sudah tidur di saat jam segini.


Beby membuka pintu dengan perlahan

__ADS_1


Ketika pintu dibuka, ia kaget melihat Zayyan masih belum tidur.


"Dari mana Beb?" tanya Zayyan ketika melihat istrinya masuk kekamar.


"Dari luar." Jawab Ina dengan malas.


Melihat hal ini juga tidak mau ambil pusing. Dia meletakkan ponselnya, lalu aku membaringkan tubuhnya.


...****************...


Pagi ini Beby di suruh mertua mengantarkan makanan untuk makan bersama. Akan tetapi saat sampai di kantor, Beby kaget saat melihat apa yang ia lihat dan ia dengar.


"Jadi gimana dengan Zella?" tanya Zayyan kepada Ina.


"Belum ada kabar, Raka nggak bisa di hubungi."


"Aku juga begitu, kamu yang sabar ya, semoga kalian segera berjumpa lagi."


"Zayyan, kamu beruntung dapat Beby, tolong jaga adikku dengan baik." punya Ina.


"Baik, tapi satu hal kamu harus tau ya jika aku sangat menyukai kamu." ucap Zayyan berkata jujur.


Dia tidak peduli jika ia tidak berhasil mendapatkan Ina tapi dia memutuskan Ina wajib tau perasaan dia.


Beby kaget mendengar ucapan kejujuran dari suaminya kepada perempuan lain. Perempuan itu lansung berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu sambil menangis.


Begitupun dengan Ina, dia juga kaget saat mendengar pengakuan dari Zayyan.


"Maaf aku tidak ada perasaan apa-apa." jawab Ina dengan polos.


"TIDAK apa-apa, kamu tidak perlu membalasnya karena saya tidak mau merusak rumah tangga saya juga."


"Nah maka dari itu bersikap biasa mulai dari sekarang." jawab Ina.

__ADS_1


__ADS_2