Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 48


__ADS_3

Beby sudah berada di rumah sakit pusat milik keluarga suaminya. Dia di bawa esoknya setelah dia siuman menggunakan helikopter pribadi milik keluarga mereka.


Helikopter lansung mendarat di atap gedung rumah sakit setelah menempuh kurang lebih 25 menit. Atas kesepakatan bersama akhirnya keluarga memutuskan agar Beby di rawat di sana.


Setelah Beby berada di rumah sakit pusat yang ada di tengah kota J membuat Zayyan nampak lebih agresif menjaganya. Sedangkan yang lainnya telah kembali beristirahat di rumah masing-masing.


"Kakak harusnya pulang aja sana." ucap Beby kurang suka ketika melihat Zayyan tidak pernah absen menjaganya.


"Sesuai perjanjian bahwa kakak akan menjaga kamu sampai sembuh." jawab Zayyan tersenyum menatap Beby.


"Disini banyak dokter dan suster, dah kakak pulang aja sana." usir Beby.


"Kamu kenapa sih dari kemaren judes aja sama Kakak?" tanya Zayyan.


"Siapa yang judes? udah ah lagi malas berdebat."


"Siapa yang ajak debat? kakak minta maaf dengan kamu atas sikap kakak kemaren - kemaren, tolong kasih kakak kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki semuanya, kakak Alan menjaga kamu sampai kapanpun." ujar Zayyan.


"Beby bisa melindungi diri sendiri, melindungi kakak aja bisa." ucap Beby.


"Hey kamu anak kecil, tidak seharusnya kamu melindungi kakak, tapi kamu melindungi diri sendiri."


"Lain kali begitu sih rencananya." jawab Beby asal.

__ADS_1


"Bagus jika begitu."


"Dah ah, Beby mau tidur, Kakak pergi aja sana." usir Beby.


"Kenapa kakak malah di usir? kakak mau nemani kamu di sini."


"Bagaimanapun usaha kakak, Beby tidak akan tersentuh, mendingan kakak jaga kak Ina sana, nanti jika dia di culik lagi bagaimana?"


"Kamu nggak boleh begitu, kamu dan dia satu keluarga jadi harus ngomongnya baik - baik."


"Ihh yang belain si dia." ejek sang istri.


"Apaan sih Beb, kakakkan ngomong yang benar."


Zayyan tidak melanjutkan perdebatan kecil mereka mengingat istrinya belum terlanjur sembuh. Dia merasa lebih baik mengalah saat ini. Karena bagi Beby sikapnya masih belum termaafkan.


Melihat Beby yang berbaring membuat Zayyan keluar dari ruang kamar inapnya Beby.Beby membuka matanya ketika mendengar pintu kamarnya berbunyi pertanda suaminya pergi keluar.


"Kamu tetap mengecewakan." ucap Beby sambil bersedih.


...****************...


Setelah beberapa hari di rawat akhirnya Beby sudah di perbolehkan pulang. Zayyan seperti tidak semangat dengan kepulangan Beby dari rumah sakit. Karena Beby akan pulang kerumah orang tuanya.

__ADS_1


Zayyan hanya bisa bertemu dengan Beby sebelum bekerja atau sepulang kerja. Dia agak sedikit tidak senang dengan keputusan Beby.


"Beb kamu nggak mau merubah keputusan kamu? yakin kamu bisa tanpa kakak?" tanya Zayyan bertanya untuk berapa kalinya.


"Bisa banget malah, Beby yang sekarang bukanlah yang dulu." jawab Beby mengejek.


"Tapi kakak tidak yakin dengan keputusan kamu, kamu akan kangen dengan kakak, jadi jangan aneh-aneh." ucap Zayyan.


"Dalam mimpi kakak, dah jangan menganggu bisa nggak?"


Kedua orang tua mereka hanya diam melihat apa yang mereka tontonan drama pagi ini. Biasanya mereka akan melihat Beby yang akan bicara seperti itu, namun kali ini yang bicara adalah Zayyan yang terkenal pendiam.


"Ayo pa kita pulang." ajak Beby.


"Baik." jawab Dion.


Mereka pulang kerumah orang tua Beby. Zayyan hanya bisa mengantarkan saja. Karena juga sibuk dengan pekerjaannya membuat ia tidak bisa lama-lama meliburkan diri.


Zayyan harus kembali beraktivitas seperti biasa. Pekerjaan di perusahaan sedang menumpuk menunggu dirinya.


"Jika kamu kangen kakak telpon saja tanpa sungkan." ucap Zayyan tersenyum memandang Beby yang berdiri di depan pintu rumahnya.


"Yang ada kakak yang kangen sama Beby, udah sana pergi kerja." usir Beby.

__ADS_1


__ADS_2