
Beby sedang sibuk membuat desain - desain baju - baju terbaru. Dia sangat fokus saat ini karena sedang ganti sejak tadi. Setelah Zayyan mengantarkan dia pulang, lelaki itu kembali lagi kekantor karena masih banyak pekerjaan yang ia kerjakan di kantor.
sehingga terjadilah kebosanan di diri Beby. Ia tidak tau apa yang ia kerjakan lagu selain mendesain. Karena untuk belajar memasak lagi ia nampak kapok. Suaminya benar - benar tidak memakan apa yang ia buat tadi malam.
Beby masih ingat bagaimana ia membuang semua hasil masakannya sambil berlinang air mata. Dia berjanji untuk tidak membuat hal - hal yang membuatnya akan bersedih kembali.
Sedangkan Zayyan baru saja kembali dari kantor. Ia nampak lelah sekali saat ini sedang berjalan menuju dapur. Dia membuat kulkas ingin menyantap yang segar - segar.
Ketika membuat lemari pendingin, Zayyan tidak menemukan puding tadi malam. Ia mendekati pelayan yang nampak sedang mencuci piring.
"Bi, puding semalam sudah habis?" tanya Zayyan berdiri tidak jauh dari pelayan.
"Maaf tuan, pudingnya jika tidak salah di buang oleh nona Beby tuan." jawab sang pelayan.
"Kenapa dia buang? tidak enak ya?" tanya Zayyan penasaran.
"Nggak tau tuan, ketika tidak lama setelah tuan selesai makan, nona Beby membuang semuanya, kami sempat memintanya tapi kata nona dia takut jika kami keracunan seperti yang tuan takutkan." jawab sang pelayan.
"Apakah dia mendengar ucapan saya bi?" tanya Zayyan.
"Sepertinya begitu tuan."
"Izin memberi tau tuan bahwa nona Beby saat itu sangat serius membuatnya, dia belajar dari YouTube, dan prosesnya juga higenis, saya memperhatikan tidak ada yang salah dengan resepnya tuan."
"Berarti bibi bilang saya sangat keterlaluan hari itu?" tanya Zayyan menatap pelayan yang sudah akrab dengannya karena sudah lama bekerja di rumah ini.
"Ya tuan, mungkin hal ini membuat nona Beby tersinggung dengan ucapan Tian sehingga nona membuang semuanya tidak lama setelah taun beranjak dari meja makan." jawabnya.
"Makasih bu, tapi boleh bawakan saya jus buah mangga ke kamar." ucap Zayyan.
"Baik tuan, setelah siap akan saya antarkan." jawab sang bibi.
Zayyan tersenyum mengangguk sebelum membalikkan tubuhnya. Dia berjalan menuju kamarnya.
Saat membuka pintu kamarnya dia menemukan Beby nampak sedang serius di meja belajar yang sedang ada di kamar itu.
"Sibuk sekali." ucap Zayyan tersenyum berjalan mendekati meja belajar.
Beby lansung menyimpan apa yang ia kerjakan ketika Zayyan mendekati meja belajar. Zayyan merasa ada yang aneh ketika Beby menyimpan kertas - kertas yang ada di meja belajar.
"Kenapa di simpan?" tanya Zayyan menatap Beby.
"Nggak ada apa-apa." jawab Beby memasukkan kertas itu kedalam map yang ada di meja.
"Kamu menyembunyikan sesuatu?" tanya Zayyan menyipitkan matanya.
__ADS_1
"Nggak ada apa-apa, itu hanya tugas kuliah."
"Tapi Kakak nggak percaya." jawab Zayyan.
"Nggak paksa untuk percaya sih." jawab Beby.
"Kamu besok bantu kakak ya bekerja di perusahaan, kakak butuh banget tenaga kamu." ujar Zayyan ketika ingat tentang desainernya di perusahaannya.
"Emang di gaji berapa?" tanya Beby tersenyum.
"Berapapun."
"Sebesar gaji kakak." jawab sang istri bercanda.
"Jika sebesar gaji kakak, kenapa nggak kamu aja yang jadi CEO nya?" ujar Zayyan tersenyum gemas.
"Jika kamu bersedia, aku berminat." jawab Beby.
"Kenapa mulai memanggil aku, aku, aku terus sih, panggil Beby, jika tidak kakak akan hukum kamu."
"Nggak takut." jawab Beby mencibir.
"Kakak serius loh tentang pekerjaan yang kakak tawarkan."
"Nggak mau, beby akan berdiri dengan usaha sendiri walaupun dari nol." jawabnya.
"Kakak cari desain yang lain karena masih banyak desain yang hebat."
"Tapi kakak tidak menemukan yang pas, kakak maunya kamu." jawab Zayyan.
"Baik dengan syarat meja aku harus di dalam ruangan kamu, tidak menerima penolakan." ucap Beby tersenyum.
Dia yakin dengan begitu maka Zayyan pasti akan menolaknya. Namun apa yang ia harapkan tidak terjadi.
"Baik saya setuju." jawab Zayyan tersenyum paham arah tujuan ucapan Beby.
Tok tok tok
"Kayaknya jus mangga kakak dah sampai, tolong ambilkan Beb." ucap Zayyan masuk kedalam walk on closed.
"Zayyan mana Beb?" tanya mama mertuanya di balik pintu.
"Ada di dalam ma."
"Tolong panggil dia sebentar."
__ADS_1
"Kak ada mama cari." ucap Beby setelah sampai di depan pintu walk on closed.
Zayyan keluar dengan memakai baju kaus putih. Dia tampak gagah dengan balutan baju yang ia pakai saat ini. Zayyan melewati Beby yang masih terpana melihat tubuh indahnya.
"Ada apa ma?" tanya Zayyan sudah di pintu kamar.
"Ina dan Raka di culik, mereka sudah di bawa keluar kota, apa nggak sebaiknya kamu bantu cari, papa juga udah suruh anak buahnya untuk membantu mencari juga." jelas sang mama.
"Aku akan ikut kesana mencari ma." jawab Zayyan.
"Lokasi sudah dikirim oleh Daffin, bawalah beberapa buah anak buah kita." perintah mama.
"Baik ma."
Ina mencuri dengar apa yang di bicarakan ibu sama anaknya itu. Beby kaget mendengar Ina di culik saat ini. Setelah pintu di tutup, Beby lansung keluar dari persembunyiannya.
"Beby ikut."
"Nggak kamu di rumah aja, kakak nggak mau kamu kenapa-kenapa."jawab Zayyan masuk walk on closed mengambil jaket kulitnya.
"Jika Beby tidak boleh ikut maka kakak tidak boleh pergi."
"Hey ini demi kakak kamu, keluarga kamu sedang sibuk mencari kakakmu." jawab Zayyan.
"Jika Beby tidak pergi maka kakak tidak boleh pergi." Beby menghadang Zayyan yang akan keluar dari pintu kamar setelah memakai jaket.
"Tolong jangan egois Beby, ini masalah serius bukan main-main." ujar Zayyan mulai agak meninggikan nada bicaranya.
"Beby tidak bilang bercanda."
"Sudahlah tinggal saja di rumah, ini yang pergi laki - laki semua." Zayyan menyingkirkan tubuh Beby agar bisa lewat.
Zayyan membuat pintu kamar lalu berjalan menuruni tangga. Beby merasa hatinya cemburu saat itu. Dia takut bahwa Zayyan tidak bisa lagi di pisahkan lagi dengan Ina. Beby menjadi kalap saat itu juga.
"Jika kakak tetap pergi maka Beby juga akan meninggalkan rumah ini selamanya, pergilah sesuka kakak." ucap Beby setengah berteriak.
Siska dan Galuh kaget mendengar ucapan menantunya dari belakang anaknya. Sedangkan Zayyan nampak tidak peduli karena ia tau karakter Beby yang masih kekanak-kanakan baginya. Dia tetap melangkah meninggalkan rumah tanpa berniat membawa Beby.
"Pa, ma aku pamit, aku menyusul Daffin." ucap Zayyan berpamitan dengan kedua orang tuanya.
"Bagaimana dengan Beby?" tanya mamanya kepada Zayyan.
"Dia perempuan, biar di rumah ma, jika dia ikut akan menyusahkan saja ma." jawab Zayyan.
"Ya sudah, kamu hati - hati." ucap mamanya.
__ADS_1
"Nanti kami akan bujuk Beby." ucap papanya menenangkannya.
Zayyan berangkat menyusul Daffin. Sedangkan Beby lansung masuk kekamar dengan air mata berurai.