Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
bab 42


__ADS_3

"Habisi mereka berdua." perintah Yogi kepada anak buahnya.


Anak buah Yogi lansung menyerang Raka dan Ina. Raka mencoba melawan mereka dengan sekuat tenaga. Namun lawan yang banyak membuatnya juga kalah tenaga.


Raka tidak berdaya di hajar oleh anak buah Yogi. Yogi dan Raka selalu bersaing sejak dulu. Mereka tidak pernah akur sejak di bangku sekolah.


Saat Raka sudah tergeletak lemah di tanah, tiba - tiba anak buah Yogi tertawa mengganggu Ina.


"Kamu cantik sekali, sayang sekali harus mati hari ini,hahahahaha." jawab salah satu anak buah Yogi.


"Bos boleh nggak kami nikmati senang - senang dulu sebelum dia kami habisi?" tanya anak buah Yogi kepada bosnya.


"Dia sangat cantik, cocoknya dengan aku bukan dengan kalian." jawab Yogi tersenyum mesum.


"Kami bekas bos juga nggak apa-apa." salah satu anak buah Yogi menowel dagu Ina.


"Jangan pernah sentuh saya." ucap Ina emosi.


"Hahahha, cantik - cantik galak." ujar Yogi tertawa.


"Gimana bos?" tanya Anak buahnya lagi.


"Cepat kalian habisi dia, ini perintah nona...." ucapan Yogi terputus karena tiba Zayyan datang dengan anak buahnya.


"Kamu ngapain ikut campur di sini?" ucap Yogi yang tidak mengenal Zayyan.

__ADS_1


"Kamu yang membuat saya ikut campur, karena wanita ini adalah keluarga saya." jawab Zayyan.


"Habisi mereka semua tanpa tersisa satupun." perintah Yogi.


Pertarungan antar kelompok tidak dapat di elakkan. Yogi juga menyerang Zayyan saat itu juga. Pertarungan sangat sengit sekali. Ina agak ketakutan melihat terjadinya pertumpahan darah di sekitarnya.


Zayyan bisa melibas Yogi saat itu. Yogi yang sudah berdarah - darah menjadi semakin brutal. Tiba-tiba dia berlari mengambil sesuatu tidak jauh darinya. Yogi mengeluarkan sebuah pisau kecil yang ada di tas dalam mobilnya.


Bagi Yogi apapun keadaan yang penting wanita itu harus mati sesuai perintah. Apalagi dia tau bahwa Wanita itu adalah bagian dari Raka orang yang di bencinya.


Zayyan kaget saat Yogi berlari menyerang Ina. Zayyan yang tidak sempat mengambil pisau Yogi membuatnya memeluk Ina dengan cepat. Dia melindungi Ina dengan tubuhnya agar Ina baik - baik saja.


Zayyan tidak merasakan apa-apa padahal Yogi sudah di dekatnya. Zayyan menoleh kebelakang dan betapa terkejutnya dia melihat seorang terluka. Beby menahan sakit di perutnya karena tusukan pisau.


"Beby, kenapa kamu di sini?" tanya Zayyan bingung.


Melihat salah sasaran membuat Yogi ketakutan. Dia berniat lari namun lansung di kejar oleh Alfa yang baru saja datang.


Ina berteriak melihat adiknya bersimbah darah.


"Ina tolong jaga Beby." ucap Zayyan mendekati Yogi yang sedang adu jotos dengan Alfa. Zayyan yang emosi lansung menghajar Yogi habis - habisan. Tidak ada ampun bagi Yogi saat ini.


Daffin yang baru datang langsung menarik Zayyan. Dia tidak ingin Beby kenapa-kenapa. Sesuai janjinya kepada om Dion dia akan membawa Ina degan selamat maka Beby pun harus selamat.


"Kamu bawa Beby kerumah sakit cepat, ini biar urusan saya." ucap Daffin.

__ADS_1


Zayyan lansung menggendong Beby membawanya kedalam mobil. Ketik itu polisi juga datang. Melihat polisi sudah membekuk penjahat, Daffin bergegas menuju mobil Zayyan.


"Alfa kamu urus semuanya sampai tuntas, dan Ina kamu bawa Raka naik mobil saya, nanti kamu akan di kawal." ujar Daffin kepada Ina.


Daffin lansung masuk kedalam mobil Zayyan. Dia menyetir mob Zayyan dengan kecepatan tinggi. Bagi Daffin menjadi pembalap juga hobinya yang sangat berguna mempermudah pekerjaannya.


Daffin membawa mobil ke rumah sakit terdekat. Jarak rumah sakit terdekat menempuh jarak tempuh hampir satu jam perjalanan.


"Bang kerumah sakit terdekat." perintah Zayyan.


"Dekat dari sini ada rumah sakit bagian dari Kusuma, nanti setelah selesai operasi kita pindahkan ke pusat." ucap Daffin.


"Sekarang kamu telpon papa kamu atau papaku, kirimkan helikopter untuk membawa Beby, setelah pertolongan pertama selesai kita akan bawa dia ke pusat."


"Baik bang."


Setelah menelpon papanya, Zayyan sedikit ketakutan melihat Beby sudah pucat. Dia tidak menyangka bahwa wanita itu akan mengikutinya seperti ini. Dia juga tidak menyangka bahwa wanita ini mengorbankan dirinya untuk dia.


"Dia tidak akan kenapa-kenapa, kamu harus kuat." ujar Daffin tau bahwa Zayyan sedang menangis.


Bibir Daffin melengkung ketika mengingat dirinya dan Mezza. Dia melihat di diri Zayyan dirinya yang tidak menyadari cintanya. Dia yakin saat ini bahwa Zayyan juga mencintai Beby.


Mobil mereka telah masuk ke halaman rumah sakit. Rumah sakit ini tidak sebesar rumah sakit keluarga Kusuma yang lainnya. Mobil berhenti pas di depan gedung UGD.


"Dokter tolong istri saya." teriak Zayyan menggendong Beby sambil menangis.

__ADS_1


Para perawat dan dokter jaga lansung membawa Beby ke ruang ICU. Beby di tangani oleh dokter. Sedangkan Zayyan masih menangis di luar pintu.


Daffin hanya diam memperhatikan semuanya sambil menunggu Zayyan agak tenang.


__ADS_2