Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 36


__ADS_3

Raka lansung memacu mobilnya menuju kantornya. Saat ini orang yang dia pertanyakan adalah Diva Dia sangat yakin bahwa ini adalah ulah Diva.


Terkadang dia merasa heran, wanita itu sangat bersemangat untuk membalaskan dendamnya. Diva memang sangat banyak membantu dia dan keluarganya sehingga bisa seperti ini.


Raka berjalan menuju ruangan dimana Diva sedang berada. Ketika dia masuk semua karyawan menyapanya dengan sopan. Namun Raka tidak membalas sapaan mereka karena sedang terburu-buru.


Raka lansung membuka pintu ruangan Diva tanpa mengetuk sama sekali. Diva tampak kaget saat Raka masuk tiba - tiba. Diva yang saat itu sedang menelpon lansung mematikan sambungan teleponnya.


"Ada apa ka? kok nampak buru - buru?" tanya Diva lansung berdiri menghampiri Raka.


"Apa kamu dalang di balik semua ini?" tanya Raka.


"Dalang apa ka? aku nggak paham maksud kamu."


"Jangan pura-pura tidak paham va, kamu boleh membantu aku tapi jangan pernah melakukan apa yang tidak aku suruh."

__ADS_1


"Emang apa yang aku lakukan? aku sedang sibuk bekerja dan kamu datang - datang menuduh aku." jawab Diva.


"Selain kamu siapa lagi yang memakai mobil aku kemaren?" tanya Raka.


"Mobil kamu di rumah, mana aku tau siapa yang pakai, emang aku harus tau keberadaan mobil kamu, emang ada job desk kerja seperti itu."


"Maksudnya bukan seperti itu, Zella anakku di curi dan orang yang mencuri memakai mobil aku." jawab Raka menjelaskan kepada Diva yang berdiri di sebelahnya.


"Jadi kamu sudah mengakui dia sebagai anak?" ujar Diva tersenyum berjalan kembali menuju kursinya.


"Sejak kapan kamu mengakui dia sebagai anak? mulai jatuh hati sama ibunya?" tanya Diva mengejek.


"Ini bukan masalah jatuh hati atau bukan, tapi ini masalah mereka bisa melaporkan aku dan mobil aku bisa jadi barang bukti, kamu lupa bahwa siapa lawan kita." ucap Raka menjelaskan.


"Tapi jika kamu tidak terlibat kenapa harus takut? emang siapa sih dekingan wanita itu sampai kamu setakut ini."

__ADS_1


Raka tidak bisa mengatakan kepada Diva bahwa saat ini dia bukan takut kepada ancaman orang lain. Saat ini dia hanya takut bahwa anaknya sedang ketakutan. Dia tidak bisa membayangkan bahwa saat ini anaknya sedang menangis.


"Kamu kenal keluarga Arkarna Group, mereka adalah yang bertanggung jawab atas masalah ini, kita bisa lansung habis jika bermasalah dengan mereka, apalagi saat ini menantu lelaki itu juga berasal dari keluarga Kusuma." ujar Raka tidak menceritakan sepenuhnya kepada Diva.


Diva terdiam mendengar penjelasan dari Raka. Dia tidak menyangka bahwa keluarga Arkarna akan ikut campur sejauh ini.


"Ohw biar saja mereka usut tuntas, toh kita tidak pernah melakukan." jawab Diva tampak santai.


"Benaran kamu tidak ikut campur? atau kamu tau ibu aku ikut campur urusan ini?" tanya Raka menanyakan sesuatu kepada Diva.


"Nggak mungkin karena ibu kamu kemaren sedang pergi bersama kamu toh, masa kamu lupa, lagian jika ibumu melakukan tidak mungkin dia menyakiti anakmu sendiri." jawab Diva membuat Raka percaya dengan ucapan Diva.


"Baik, jika kalian tidak terlibat maka aku akan cari tau sendiri, tolong kamu temui Klein kita di restoran xx." Perintah Raka.


"Baik ka, semoga ketemu titik terangnya." ucap Diva tersenyum memberikan semangat.

__ADS_1


__ADS_2