Terjebak Cinta Dua Saudara

Terjebak Cinta Dua Saudara
Bab 56


__ADS_3

Beby kaget saat menerima telpon dari papanya menyuruh Beby untuk ikut suaminya. Sebelum pergi Zayyan memberikan penjelasan dulu agar Beby tidak salah paham kepada dia. Apalagi mereka akan menuju rumah Raka yang mana di sana akan ada Ina.


"Kamu benaran nggak apa-apa sayang? di sana ada kakak kamu loh, nanti kamu cemburu buta pula."


"Beby nggak pernah cemburu buta, kemaren memang kakak yang main serong sama kak Ina." tuduh Beby.


"Sayang kan udah kakak bilang bahwa kakak nggak ada hubungan apa-apa dengan Ina, kamu jangan nuduh kakak terus."


"Loh bukannya faktanya seperti itu, kan Beby pernah dengar sendiri pengakuan cinta kamu ke kak Ina."


"Iya kakak mengaku salah saat itu, kakak memang pernah suka kakak kamu, tapi apakah kita hidup di masa lalu terus?"


"Emang itu udah benaran udah jadi masa lalu? Beby takut jika masa lalunya belum selesai terbawa ke masa depan." jawab Beby.


"Kamu ragu dengan kakak?"tanya Raka masih sabar menghadapi istrinya yang bawel banget.


"Bukannya gitu,Beby hanya takut kakak akan meninggalkan Beby."


"Artinya kamu nggak percaya sama kakak, nggak apa-apa, biarkan waktu yang menjawab semuanya, yang penting jangan sering berantem sama kak Ina, kasihan papa dan mama." nasihat Zayyan.

__ADS_1


"Iya, Beby juga nggak mau papa dan mama bersedih lagi karena kami."


"Ya sudah, sini dulu, mau cas baterai dulu agar energinya full." ucap Zayyan menarik Beby kedalam pelukannya.


Beby tersenyum senang karena merasakan kenyamanan berada dalam pelukan suaminya. Zayyan mencium kening istrinya dengan lembut. Lalu ciuman itu berpindah ke pipi kiri dan kanan.


"Apa sih rahasia wanginya istri kakak ini? belum Mandi aja sudah wangi."


"Gombal terus."


"Memang seperti itu sayang kenyataannya, kakak jadi malas membawa kamu ke sana, kakak maunya kita di dalam kamar aja berduaan." jawab Zayyan.


"Maunya sih begitu." jawaban Beby nyengir kuda.


"Tunggu papa dan mama siap dulu ya kak, kita apakah akan tinggal di sana terus?" tanya Zayyan.


"Emang kamu nggak nyaman disana?"


"Nyaman, cuma kadang kayak nggak ada privasi aja kak."

__ADS_1


"Privasi macam apa sayang, kan rumah kakak besar, lagian papa dan mama juga jarang dirumah."


"Iya sih, kasihan juga jika nanti merek kesepian, kayak om Bian dan Tante Dita, rumah besar eh kak Daffin malam bangun rumah sendiri."


"Itu untungnya dia bangun di rumah masih di belakang rumah orang tuanya, jika tidak mana mungkin om Bian setuju."


"Sebenarnya kami udah punya rumah masing-masing, tapi masing-masing tetangga dan masih dalam satu pagar yang, cuma belum siap di bangun, nanti papa dan mama juga akan pindah kesana, jadi konsepnya sampai tua kita akan tetap bersama." Beby mendengar penjelasan suaminya.


"Jika bisa mama dan papa memang ikut kita di masa tua, agar beliau tidak kesepian kayak orang kaya pada umumnya." jawab Beby.


"Itu tidak akan terjadi kerena beliau - beliau akan sibuk traveling di masa tuanya bersama sahabat - sahabat beliau - beliau, termasuk papa dan mama kamu sayang."


"Udah ayo siap - siap berangkat."


"Biarkan saja dulu sayang, 30 menit lagi yah, masih belum full casnya." ucap Zayyan memeluk erat istrinya.


"Tapi papa dan mama nungguin."


"Mereka akan mengerti sayang, aku masih kangen." ucap Zayyan mencium tepat di bibir Beby.

__ADS_1


"Manis dan selalu manis, sangat menggiurkan sayang." ucapnya mencoba lagi.


Mereka terhanyut dalam irama permainan keduanya.


__ADS_2