
Zayyan memukul stir mobilnya saat mengendarai mobilnya. Dia begitu kesal saat tangannya menampar Beby.
Dia tidak bisa berkonsentrasi membawa mobilnya. Dia tidak tenang jika belum bicara dengan Beby.
Zayyan kembali membelokkan mobilnya. Dia merasa bahwa masalah ini harus segara di selesaikan. Dia tidak mau masalah ini berlarut-larut yang akan membawa hubungannya dengan Beby semakin rumit.
Tidak sampai 20 menit dia sampai di rumah Beby. Dia melihat beberapa pengawal berdiri di depan rumah itu. Dia agak tenang setidaknya istrinya ada dalam kedalam aman.
Tapi Zayyan merasa rumah ini tampak sepi. Dia tidak tau kemana perginya penghuni rumah ini. Zayyan menelusuri tangga menuju kamar istrinya.
Zayyan membuka pintu kamar istrinya dengan pelan. Saat pintu terbuka dia melihat wanita itu nampak sedang berkaca melihat wajahnya.
Beby kaget saat melihat Zayyan berjalan masuk kekamarnya.
"Kamu ngapain kesini lagi? Ina tidak ada dirumah."
"Kakak tidak peduli Ina dirumah atau tidak,kakak kesini untuk meminta maaf sama kamu." ujar Zayyan lansung mendekati Beby.
"Sudahlah, aku malas."
Beby kembali berkaca tanpa peduli dengan keberadaan Zayyan.
"Sayang dengar kakak dulu." Zayyan berjalan menuju kaca rias dimana Beby duduk.
"Tidak usah pakai kata sayang hanya untuk minta maaf."
"Jika memang sayang gimana?" tanya Zayyan berdiri di belakang Beby.
"Udahlah, aku mau tidur."
"Beb dengan kakak dulu, kamu boleh hukum kakak, kakak benar - benar tidak bermaksud seperti tadi, kakak tidak bisa memaafkan diri Kakak jika kamu tidak memaafkan kakak."
"Sudahlah pergi sana."
"Kakak akan bersimpuh di kaki kamu jika kamu belum memaafkan kakak."
"Kakak ini apaan sih?" ujar Beby langsung berdiri ketika melihat Zayyan hendak berlutut.
__ADS_1
"Kakak akan berlutut sama kamu."
"Jangan lakukan hal yang membuat kakak nampak hina." Beby kesal melihat suaminya berlutut di kakinya.
"Kakak akan lebih hina jika kamu tidak memaafkan kakak, kakak ini lebih hina karena menampar kamu, tangan kakak harus di hukum, semua karena tangan sialan ini." ujar Zayyan menampar wajahnya sendiri.
Beby terkejut melihat Zayyan menampar wajahnya sendiri. Dia juga kaget saat Zayyan tidak berhenti menampar dirinya sendiri. Beby berlari mendekati Zayyan agar lelakinya berhenti melakukan hal konyol seperti itu.
"Hentikan, kakak bisa merusak wajah tampan kakak." ujar Beby memegang tangan Zayyan.
"Tangan ini juga telah merusak pipi cantik kamu." uang Zayyan ingin melepaskan tangannya dari Beby.
"Jangan konyol, jika kakak konyol kayak gini lagi, Beby akan mengajukan gugatan cerai ke pengadilan saat ini juga,Beby yakin pengadilan akan cepat memproses karena hasil visum tamparan ini." ucapan Beby membuat Zayyan menegang.
Dia tidak mau apa yang di ucapkan Beby menjadi kenyataan. Dia juga heran padahal dia dulu tidak mau menikahi wanita itu. Namun saat ini dia juga merasa tidak ingin bercerai dengan wanita itu. Zayyan bingung apakah dia telah jatuh cinta kepada Beby?
"Kakak tidak akan melakukan lagi, kakak janji." ujar Zayyan memegang tangan Beby.
"Bagus, jadi suami yang patuh." ujar Beby tersenyum senang.
Melihat Zayyan patuh seperti ini membuatnya senang banget. Jarang - jarang suaminya akan patuh begini kepadanya.
"Tentu tidak sayang." jawab Zayyan dengan lembut.
Hati Beby berbunga-bunga saat Zayyan mengucapkan kata sayang. Jantungnya berdegup kencang saat ucapan itu terdengar di telinganya.
"Kakak benaran sayang sama Beby?" tanya Beby larut dalam mata Zayyan yang begitu indah baginya.
"Kakak tidak tau dengan perasaan kakak, tapi saat kamu tertusuk saat itu, hati kakak hancur, kakak takut kehilangan kamu, dan ketika kamu ucapkan perpisahan, kakak juga tidak terima, kakak tidak mau bercerai dengan kamu, tolong beri kakak waktu untuk meyakinkan diri kakak lagi " jawab Zayyan menatap manik mata Beby.
"Tapi kakak mencintai Ina."
"Perasaan kakak sama Ina dan kamu sangat berbeda, kakak sendiri yang merasakan, kakak tadi menampar kamu bukan karena melindungi Ina tapi kakak tidak mau istri kakak punya mulut kasar, itu saja sayang." jelas Zayyan.
"Apakah kakak bersedia membawa Beby ke surga dunia?" tanya Beby ingin yakin dengan cinta suaminya.
"Maksudnya?" tanya Zayyan.
__ADS_1
"Masa kakak nggak tau sih, ah kesal." ujar Beby kesal karena Zayyan tidak paham apa yang ia maksud.
Zayyan tersenyum melihat istrinya kesal karena pertanyaannya. Dia lansung menarik tangan istrinya lalu mendekati wajahnya. Dia mencium bibir Beby untuk pertama kalinya.
Mata Beby terbelalak saat Zayyan mencium bibirnya. Ini buka sekedar ciuman biasa namu suaminya juga memberikan sensasi yang luar biasa.
"Ini ciuman pertama Beby." ujarnya menarik wajahnya agak menjauh dari wajah Zayyan.
Zayyan tersenyum mendengar ucapan wanita itu. Dia sangat senang karena dia lelaki pertama mengecup bibir wanita itu.
Zayyan kembali menahan dagu Beby. Dia kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Beby. Rasanya sungguh manis. Dia yakin bahwa ia akan ketagihan dengan bibir wanita ini.
"Cukup sampai di sini aja dulu, sembuhkan dulu bekas jahitan kamu." ujar Zayyan menyentuh bibir Beby dengan jari jempolnya.
Beby baru ingat bahwa dia baru saja melakukan operasi. Dia menunduk malu karena berinisiatif terlebih dahulu. Zayyan tersenyum senang saat melihat wajah wanita itu memerah karena malu.
"Setelah sehat kakak akan berikan apa yang kamu mau, kamu akan menyesal setelah mendapatkannya." ujar Zayyan tersenyum.
"Kakak." ujar Beby menundukkan wajahnya.
"Kenapa harus malu? kita itu sudah suami istri sayang, sini Kakak mau kasih salep pipi kamu." Zayyan berjalan menuju kotak P3K di sudut kamar itu.
Zayyan mendudukkan Beby di atas sofa dalam kamar. Dia duduk di sebelah wanita itu. Di mengobati dengan sangat hati-hati.
"Kita istirahat dulu ya, kakak tau kamu juga capek setelah kejadian tadi, kakak benar - benar minta maaf atas kejadian tadi, kamu mau maafin Kakak?" tanya Zayyan.
Beby hanya menjawab lewat anggukan kepalanya. Zayyan senang saat Beby memaafkannya.
"Terima kasih sayang, kakak janji akan membahagiakan kamu." ujar lelaki itu memeluk istrinya.
"Iya, yuk kita istirahat dulu." ajak Beby.
"Baik."
"Tapi gendong." ujar Beby dengan suara yang agak di buat sedikit manja sambil mengangkat kedua tangannya.
"Baiklah, kakak akan gendong sayang." ujar Zayyan tersenyum dengan tingkah laku istrinya.
__ADS_1
Zayyan menggendong Beby, lalu membawanya ke ranjang yang ada dikamar itu. Zayyan membaringkan Beby dengan sangat hati-hati. Lalu setelah itu dia membaringkan tubuhnya di sebelah Beby.
Zayyan memeluk Beby dengan agak erat. Pelukan dari lelaki itu membuat Beby tertidur lebih cepat. Beby merasakan kenyamanan saat itu.