
Zayyan sudah berada di pintu kamarnya. Akan tetapi ketika dia membuka pintu kamar,pintu tersebut dalam keadaan terkunci. Zayyan mencoba mengetuknya sambil memanggil Beby.
"Beb buka pintunya."
Tidak ada terdengar jawaban dari dalam. Zayyan mengeluarkan ponselnya dari saku celananya. Dia mencoba menghubungi wanita itu. Sambungannya terhubung,akan tetapi dia tidak menjawab panggilan dari Zayyan.
Tok tok
"Beb ayo bicara,semua nggak akan selesai jika begini."
Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka. Ketika pintu terbuka memperlihatkan kondisi Beby yang menyedihkan.
Zayyan masuk kedalam kamar dan tidak lupa menutup pintu kembali. Ia lansung memeluk wanita yang saat ini sudah menjadi istrinya. Hatinya merasa terluka melihat wanita ini menangis.
Diluar prediksinya wanita itu malah menepisnya. Dia berjalan menjauh dari Zayyan. Beby duduk di tepi ranjang.
"Apa maumu?"
"Bicara tetap sopan beb sedang sakit hati." tegur Zayyan karena tidak suka Beby bicara seperti itu kepadanya.
"Jangan banyak basa - basi."
Zayyan berjalan ke arah di mana Beby duduk. Dia duduk tepat di sebelah wanita itu.
"Sebenarnya kakak nggak ngapa-ngapain sama kakakmu, kami di jebak."
"Dijebak? apakah ada yang menyuruh kamu hingga kamu keluar dari kamar, itu semua hanya kemauan kamu, kamu yang ingin menghindar dari aku." ucap Beby tidak menerima alasan Zayyan.
"Memang tidak ada yang menyuruh , tapi itu memang spontanitas, kami tidak sengaja bertemu, dan Kakak melihat kakakmu sedang tertekan."
"Iya, tertekan, mungkin sedih melihat kamu menikah."
"Kenapa sedih pula? alasannya bukan itu, dia di tekan oleh ayah biologis Zella."
"Nggak usah buat cerita, kenapa kamu segitu membelahnya? jika kamu suka sama dia silahkan nikahi dia, aku nggak masalah tapi lepaskan aku." ucap Beby emosi.
Zayyan sedih ketika Beby mencoba menjaga jarak kepadanya. Cara bicara Beby kepadanya sudah tidak seperti dulu lagi.
"Jangan bicara seperti itu." tegur Zayyan.
"Aku nggak masalah kok janda setelah satu hari menikah, aku nggak masalah janda perawan, aku nggak masalah jika semua itu terjadi,aku sudah biasa melewati semua cacian." ucap Beby sambil menangis.
"Udah, mulai sekarang tidak akan ada yang berani mencaci kamu lagi." Zayyan mencoba menenangkan wanita itu.
"Boleh kita tidak usah bertemu dulu sementara waktu, aku ingin sendiri." ucapan Beby membuat Zayyan kaget.
"Durhaka meninggalkan suami sendiri."
"Lalu apa hukum meninggalkan istri di malam pertama lalu berpelukan dengan wanita lain?" tanya Beby tersenyum mengejek.
__ADS_1
"Tolong biarkan aku sendirian menikmati semua ini, aku tidak bisa melihat wajah kamu dan dia saat ini." ucap Beby lagi sambil berdiri dari duduknya.
"Ina juga kasihan, dia sebenarnya...."
"Jika kamu kasihan terhadap dia sana kamu peluk dan tenangkan dia." Beby memotong ucapan Zayyan.
"Salah ngomong lagi." gumam Zayyan.
"Ya sudah biar kakak yang pergi, kamu tetap di sini." Zayyan mencoba bernegosiasi.
"Nggak, aku tidak mau di sini, biar aku pergi sendiri."
"Biar kakak yang antar ya."
"Nggak usah, aku bisa sendiri tanpa kamu."
Beby berjalan membawa Kopernya meninggalkan suaminya. Zayyan hanya melihat kepergian Beby tanpa berusaha mengejarnya. Dia tau bahwa wanita itu butuh waktu untuk berpikir dengan dingin.
Zayyan terlihat sedang menghubungi seseorang.
"Kamu ikuti istri saya, jangan sampai dia tau, dan jangan sampai dia kenapa - Napa." perintahnya kepada orang yang di telponnya.
...****************...
Beby keluar dari hotel tempatnya menikah. Dia sudah memesan taksi online sebelum keluar.Tidak lama menunggu akhirnya sebuah mobil berhenti tidak jauh darinya.
Beby naik kedalam mobil. Ketika mobil melaju, ada sepasang mata yang melihat kepergiannya yaitu papanya.
"Kemana Beby? kenapa kamu membiarkan dia pergi?" pertanyaan pertama Dion ketika baru pertama kali sampai di kamar itu.
"Beby hanya pergi mencari ketenangan, aku sudah suruh anak buah ku mengikutinya pa, itu juga bagus biar aku juga bisa fokus menyelesaikan masalah ini." ujar Zayyan.
"Kamu cukup jaga Beby, aku tidak mau lelaki itu mencelakai Beby, saat ini selain Ina pasti targetnya Beby "
"Tidak, dia tidak tau Ina bukan anak angkat, sepertinya Raka hanya fokus menghancurkan Ina karena di matanya Ina adalah anak kesayangan keluarga." ujar Zayyan mencoba mencerna akar permasalahannya.
"Saat ini kita lebih baik waspada terus, pantau terus Beby."
"Baik pa."
"Kamu cukup jaga Beby, Beby itu paling ceroboh bertidak."
"Baik pa, aku pergi dulu."
Zayyan tidak begitu kuatir terhadap istrinya. Sebelum istrinya pergi dia sempat menghubungkan pelacak di ponsel Beby ketika wanita itu ke kamar mandi.
Selain itu anak buahnya sudah stay mengikuti kemana perginya Beby.
Zayyan tersenyum saat tau tempat tujuan Beby. Ternyata wanita itu bukan pergi kemana-mana. Dia hanya pulang kerumah Zayyan.
__ADS_1
Zayyan tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju mobilnya. Ia tidak sabar untuk pulang.
Zayyan telah sampai di rumahnya. Dia yakin bahwa Beby lansung ke kamarnya. Dia melangkahkan kakinya menuju kamar.
Zayyan membuka pintu kamar dengan hati - hati. Ia tidak ingin membuat wanita itu kaget melihat kedatangannya.
Saat dia masuk matanya terbelalak, dia menelan ludahnya karena kaget. Beby baru saja sedang Menganti bajunya. Jantungnya berdetak lebih kencang seperti tadi malam.
Zayyan mengusap dadanya. Ia memenangkan diri agar tidak menyerang wanita itu. Dia keluar kamar untuk sesaat.
Setelah di kiranya Beby telah selesai,barulah dia masuk kembali.
"Kamu di sini?" tanya Zayyan pura pura kaget melihat Beby di kamarnya.
Mendengar suara Zayyan, Beby menoleh kearah suara.
"Kamu ngapain ikut pulang?" tanya Beby balik.
"Ya mau ngapain lagi di sana jika salah satu pengantinnya tidak ada." jawab Zayyan.
"Kan masih bisa dengan dia." jawab Beby tidak kalah menohok.
"Mending kakak di rumah melihat wajah istri kakak yang comel ini." bujuk Zayyan.
Beby kaget melihat sikap Zayyan. Dia heran entah sejak kapan lelaki itu belajar menggombal.
"Udah ah, aku lapar mau makan."
"Kamu lupa hmmm bahwa pelayan sedang senang-senangnya karena kita semua lagi di luar seharusnya."
"Berarti kamu yang masak " ujar Beby.
"Panggil kakak dulu seperti biasa, pasti kakak akan masakin kamu." ujar Zayyan.
"Nggak mau."
"Ayo, jika tidak kakak gelitikin ya." ujar Zayyan berjalan mendekati istrinya.
Zayyan benar - benar melakukan apa yang di ucapkan. Beby tertawa karena merasa geli.
"Ampun kak, ampun kak."
"Panggil apa?" tanya Zayyan tersenyum senang.
"Iya kakak."
"Panggil kakak suami Beby terganteng."
"Kakak suami Beby tersayang." jawab Beby.
__ADS_1
Zayyan semakin senang saat Beby mengucap kata - kata ajaib itu. Dia menarik Beby untuk mendekat ke arahnya. Zayyan memeluk wanita yang sudah menjadi istrinya.